Selasa, 11 Oktober 2011

Unsur Teknik Vokal

Dalam Seni Musik terdapat 2 (dua) unsur yaitu : Vocal dan Instrument.
Vocal adalah alunan nada-nada yang keluar dari suara manusia.
Instrument adalah nada-nada yang keluar dari alat musik yang digunakan.
TEKNIK VOCAL adalah : Cara memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring.
UNSUR-UNSUR TEKNIK VOCAL :
  1. Artikulasi, adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas.
  2. Pernafasan, adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan.
    Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :
    - Pernafasan Dada : cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.
    - Pernafasan Perut : udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah.
    - Pernafasan Diafragma : adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik.
  3. Phrasering, adalah aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.
  4. Sikap Badan, adalah posisi badan ketika seseorang sedang nyanyi, bisa sambil duduk, atau berdiri, yang penting saluran pernafasan jangan sampai terganggu.
  5. Resonansi, adalah  usaha untuk memperindah suara dengan mefungsikan rongga-rongga udara yang turut bervibrasi/ bergetar disekitar mulut dan tenggorokan.
  6. Vibrato, adalah usaha untuk memperindah sebuah lagu dengan cara memberi gelombang/ suara yang bergetar teratur, biasanya di terapkan di setiap akhir sebuah kalimat lagu.
  7. Improvisasi, adalah usaha memperindah lagu dengan merubah/menambah sebagian melodi lagu dengan profesional, tanpa merubah melodi pokoknya.
  8. Intonasi, adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat.
    Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik :
    a. Pendengaran yang baik
    b. Kontrol pernafasan
    c. Rasa musical.
Nada, adalah bunyi yang memiliki getaran teratur tiap detiknya.
Sifat nada ada 4 yaitu :
a. FITCH yaitu ketepatan jangkauan nada.
b. DURASI yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan
c. INTENSITAS NADA yaitu keras,lembutnya nada yang harus dibunyikan.
d. TIMBRE yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang.
AMBITUS SUARA adalah luas wilayah nada yang mampu dijangkau oleh seseorang.
Seorang penyanyi professional harus mampu menjangkau nada-nada dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi sesuai dengan kemampuannya.
CRESCENDO adalah suara pelan berangsur-angsur keras.
DESCRESCENDO adalah suara keras berangsur-angsur pelan.
STACATO adalah suara dalam bernyanyi yang terpatah-patah.
SUARA MANUSIA DIBAGI 3 (TIGA) :
Suara Wanita Dewasa ;
a. Sopran (suara tinggi wanita)
b. Messo Sopran (suara sedang wanita)
c. Alto (suara rendah wanita)
Suara Pria Dewasa :
a. Tenor (suara tinggi pria)
b. Bariton (suara sedang pria)
c. Bas (suara rendah pria)
Suara Anak-anak :
a. Tinggi
b. Rendah.
TANGGA NADA DIATONIS adalah rangkaian 7 (tujuh) buah nada dalam satu oktaf yang mempunyai susunan tinggi nada yang teratur.
Tangga Nada Diatonis Mayor adalah Tangga Nada yang mempunyai jarak antar nadanya 1 (satu) dan ½ (setengah).
Ciri-ciri tangga nada Diatonis Mayor :
- Bersifat riang gembira
- Bersemangat
- Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada Do = C
- Mempunyai pola interval : 1 , 1 ,. ½, 1 , 1 , 1, ½
Contoh Lagu yang bertangga nada Mayor :
Maju Tak Gentar, Indonesia Raya, Hari merdeka, Halo-halo Bandung, Indonesia Jaya, Garuda Pancasila, Mars Pelajar.
Ciri-ciri Tangga nada Diatonis Minor :
- Kurang bersemangat.
- Bersifat sedih
- Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada La = A
- Mempunyai pola interval : 1 , ½ , 1 , 1 , ½ , 1 , 1 .
Catatan : Teori ini kurang sesuai dengan musik Dangdut yang banyak berkembang di Indonesia.
Contoh Lagu yang bertangga nada Minor : Syukur, Tuhan, Gugur Bunga.
TANGGA NADA KROMATIS adalah tangga nada yang mempunyai jarak antar nadanya hanya ½ . Contoh : C – Cis – D – Dis- E – F – Fis – G – Gis – A – Ais – B
TANGGA NADA ENHARMNONIS adalah rangkaian tangga nada yang mempunyai nama dan letak yang berbeda, tetapi mempunyai tinggi nada yang sama.
Contoh : Nada Ais-Bes, Cis-Des, Gis-As, Dis-Es, Fis-Ges.
APRESIASI yaitu Totalitas kegiatan yang meliputi penglihatan, pengamatan, penilaian, dan penghargaan terhadap suatu karya seni.
BIRAMA adalah ketukan tetap yang berulang-ulang pada sebuah lagu.
Contoh birama : 2/4 , 3/4 , 4/4 , 6/8
PADUAN SUARA adalah Penyajian musik vocal yang terdiri dri 15 orang atau lebih yang memadukan berbagai warna suara menjadi satu kesatuan yang utuh dan dapat menampakan jiwa lagu yang dibawakan.
JENIS-JENIS PADUAN SUARA :
  1. Paduan Suara UNISONO yaitu Paduan suara dengan menggunakan satu suara.
  2. Paduan Suara 2 suara sejenis, yaitu paduan suara yang menggunakan 2 suara manusia yang sejenis, contoh : Suara sejenis Wanita, Suara sejenis Pria, Suara sejenis anak-anak.
  3. Paduan Suara 3 sejenis S – S – A, yaitu paduan suara sejenis dengan menggunakan suara Sopran 1, Sopran 2, dan Alto.
  4. Paduan Suara 3 suara Campuran S – A – B, yaitu paduan suara yang menggiunakan 3 suara campuran , contoh : Sopran, Alto Bass.
  5. Paduan suara 3 sejenis T- T – B, yaitu paduan suara 3 suara sejenis pria dengan suara Tenor 1, Tenor 2, Bass.
  6. Paduan Suara 4 suara Campuran, yaitu paduan suara yang mengguanakan suara campuran pria dan wanita, dengan suara S – A – T – B. Sopran, Alto, Tenor, Bass.
DIRIGEN / CONDUCTOR adalah orang yang memimpin Paduan Suara.
Syarat-syarat seorang Dirigen/ Conductor yang baik :
a. memiliki sifat kepemimpinan
b. memiliki ketahanan jasmani yang tangguh
c. sebaiknya sehat jasmani dan rohani
d. simpatik
f. menguasai cara latihan yang efektif
g. memiliki daya imajinasi yang baik
h. memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan bermain musik.
TANDA DINAMIK adalah tanda utuk menyatakan keras, lembutnya sebuah lagu yang dinyanyikan. Contoh-contoh Tanda Dinamik :
1. f : forte = keras
2. ff : fortissimo = sangat keras
3. fff : fortissimo assai = sekeras mungkin
4. mf : mezzo forte = setemgah keras
5. fp : forte piano = mulai dengan keras dan diikuti lembut
6. p : piano = lembut
7. pp : pianissimo = sangat lembut
8. ppp : pianissimo possibile = selembut mungkin
9. mp : mezzo piano = setengah lembut
PERUBAHAN TANDA DINAMIKA :
- Diminuendo (dim) : melembut
- Perdendosi : melembut sampai hilang
- Smorzzande : sedikit demi sedikit hilang
- Calando : mengurangi keras
- Poco a poco : sedikit demi sedikit / lambat laun
- Cresscendo : berangsur-angsur keras
- Decrsescendo : berangsur-angsur lembut
TANDA TEMPO adalah tanda yang diguakan untuk menunjukan cepat atau lambatnya sebuah lagu yang harus dinyanyikan.
A.TANDA TEMPO CEPAT
1. Allegro : cepat
2. Allegratto : agak cepat
3. Allegrissimo : lebih cepat
4. Presto : cepat sekali
5. Presstissimo : secepat-cepatnya
6. Vivase : cepat dan girang
B. TANDA TEMPO SEDANG
1. Moderato : sedang
2. Allegro moderato : cepatnya sedang
3. Andante : perlahan-lahan
4. Andantino : kurang cepat
C. TANDA TEMPO LAMBAT
1. Largo : lambat
2. Largissimo : lebih lambat
3. Largeto : agak lambat
4. Adagio : sangat lambat penuh perasaan
5. Grave : sangat lambat sedih
6. Lento : sangat lambat berhubung-hubungan.
PERMATA / CORONA adalah tanda untuk menambah hitungan menurut selera.
Moga berguna.

Teknik Berlatih Paduan Suara


Dalam dunia tarik suara kita mengenal jenis-jenis kelompok vokal seperti Duet, Trio, Kwartet, Ansambel, Paduan Suara dll. Paduan Suara sering kita saksikan pada acara-acara rutin gereja bahkan yang bersifat tahunan misalnya : Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi), Perayaan Paskah/Natal.
.
Pembinaan Paduan Suara pada umumnya bersifat temporer, artinya hanya dibentuk jika ada event yang membutuhkan dan menyewa pelatih dari luar dengan biaya yang relatif mahal. Padahal bila kita memahami trik/teknik latihan Paduan Suara sebenarnya tidak terlalu sulit dan bisa kita kerjakan sendiri. Yang penting kita bisa membuat program latihan yang baik, tentunya dengan sarana/tempat latihan yang representatif. KLASIFIKASI PADUAN SUARA
.
Penulis megklasifikasikan Paduan Suara menjadi 3 (tiga) level, yaitu:
.
Level – 1 (Penguasaan Materi)
.
Kriteria : Anggota Paduan Suara mampu menyanyikan lagu/materi sesuai dengan notasi yang tertulis pada partitur.
.
Tips :
- Nyanyikan panjang pendek not sesuai nilai not pada partitur.
- Nyanyikan tinggi rendah nada sesuai dengan interval nada yang tertulis di partitur.
- Tekankan anggota untuk menghafal syairnya.
.
Level – 2 (Interprestasi)
.
Kriteria : Anggota Paduan Suara mampu menyanyikan lagu/materi sesuai dengan interprestasi lagu yang diinginkan oleh komponis maupun aranger lagu tersebut.
.
Tips :
- Latih keras/lembut suara sesuai dengan tanda dinamik pada partitur. Kalau tidak tercantum pada partitur, dinamik disesuaikan dengan makna syair atau karakter alur melody.
- Latih Artikulasi (pengucapan) syair agar terdengar jelas. Misalnya pengucapan konsonan “r”, “s”, “ng”, serta vokal a, i, u, e, o, sehingga terdengar perbedaannya.
- Perhatikan Intonasi (penekanan) suku kata yang sesuai dengan Birama lagu.
- Perhatikan Frasering (pengkalimatan) agar sesuai dengan kalimat yang benar. Ini dapat dicapai jika dilaksanakan dengan teknik pernafasan yang baik.
- Lakukan pemanasan (vokalisi) yang cukup sebelum pelaksanaan latihan dimulai agar diperoleh Timbre (warna suara) yang menyatu, sehingga tidak ada suara yang menonjol sendiri.
Level – 3 (Ekspresi)
.
Kriteria : Setelah melalui tahap level 1 dan 2, anggota Paduan Suara mampu menyanyikan lagu/materi dengan penghayatan dan dikeluarkan melalui ekspresi.
.
Tips :
- Latih cara menyanyikan lagu sesuai dengan karakter lagu, misalnya: Lagu/aransemen yang riang dinyanyikan dengan lincah dan riang. – Perhatikan pada aransemen yang terdapat tanda perubahan tempo, misalnya : Accelerando, rittardando, A- tempo dll., agar dinyanyikan dengan tepat sehingga mendukung ekspresi.
- Tidak semua anggota dapat bernyanyi dengan ekspresi. Tempatkan anggota pada posisi central dan banjar terluar (samping kiri/kanan), karena posisi ini mempengaruhi penampilan secara keseluruhan.
.
Pembagian Kelompok Suara
.
Paduan suara umumnya terdiri dari 4 kelompok suara yaitu Sopran, Alto, Tenor dan Bass. Beberapa arransemen ada pula yang membagi Sopran, Meso, Alto, Tenor, Bariton dan Bass. Untuk mendapatkan balance yang baik, perlu pembagian yang tepat untuk masing-masing kelompok. Tips:
- Kelompokan anggota berdasarkan Range/ambitus suara, jangan paksakan penyanyi Alto bernyanyi dikelompok sopran dengan alasan karena kekurangan anggota sopran, demikian juga kelompok yang lainnya.
- Komposisi SATB (sopran, alto, tenor, bass) yang Ideal adalah 3:2:2:3., namun demikian pedoman di atas dapat berubah dengan pertimbangan potensi Power penyanyi yang ada.
Program Latihan
.
Ada peribahasa “Seberangilah sungai dari tempat yang dangkal” artinya mulailah segala sesuatu dari yang mudah dahulu. Artinya dalam membuat program latihan harus bertahap dari yang mudah dahulu.
.
Tips :
- Selesaikanlah dahulu level-1 baru kemudian mulai level-2, dst. Contoh : jangan mengajarkan materi level-2 kalau anggota belum semuanya lulus level-1, karena akan sia-sia akibat terpecahnya konsentrasi.
- Kelompok paduan suara ibarat rangkaian gerbong kereta api. Jika salah satu gerbong tersendat maka gerbong yang lain kecepatanya terpaksa ikut melambat, menyesuaikan kecepatan gerbong yang tersendat tadi. Perbaiki gerbong (baca : kelompok suara) yang lemah dahulu, baru kelompok gerbong lainnya.
- Awali latihan dengan vokalisi terlebih dahulu, sesuai dengan karakter lagu yang akan dinyanyikan. Jika lagu banyak menggunakan stacato, perbanyak vokalisi stacato, jika lagu banyak nada panjang, perbanyak vokalisi nada panjang.
- Tekankan anggota untuk membaca not, jangan menghafal not, karena kemampuan membaca sangat diperlukan dalam PS. Setelah anggota dapat menyanyikan notasi dengan benar tekankan untuk menghafal syair.
Dirigen
.
Dirigen dalam Paduan Suara sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penampilan Paduan Suara. Idealnya Dirigen Paduan Suara merangkap pelatih sejak awal program latihan dilaksanakan, agar secara emosional akan terjalin komunikasi. Namun karena keterbatasan personel di TNI AL yang bisa memimpin Paduan Suara, seringkali Dirigen ditunjuk berdasarkan senioritas, atau dari sukarelawan yang memberanikan diri karena tidak ada yang mau menjadi dirigen. Sebaiknya hal ini dihindari.
.
Tips:
- Pilihlah Dirigen yang mempunyai wawasan PS lebih daripada anggota Paduan Suara lainnya, jangan berdasarkan senioritas saja.
- Fungsi Dirigen memadukan Suara dari anggotanya sehingga menjadi satu komposisi yang padu dan harmonis. Untuk itu Dirigen harus menguasai materi dengan baik dan benar, sebelum ia memadukan (memimpin) kelompok Paduan Suaranya.
- Dirigen jangan memulai aba-aba jika belum seluruh mata anggota memperhatikan Dirigen, karena kontak mata sangat penting untuk menjalin komunikasi antara Dirigen dan anggota Paduan Suara.
.
Demikianlah secara singkat Tips berlatih Paduan Suara, semoga dapat bermanfaat.
.
“Keberhasilan adalah buah dari latihan, namun tanpa disiplin, latihan tidak menghasilkan apa-apa”.
.
Sumber : Kapten Laut (KH) Albert AFR, S
MAJALAH CAKRAWALA TNI – AL

Senin, 10 Oktober 2011

Sikap Mental Pemenang

Seorang pemenang adalah seseorang yang memiliki sikap mental sebagai pemenang. Sikap mental inilah yang menyebabkan mereka meraih kemenangan sementara yang lain meraih kegagalan dan menjadi pecundang. Untuk meraih kemenangan bukan perkara yang gampang. Dibutuhkan kerja keras dan orang-orang yang kuat dalam menghadapi tantangan dan ujian yang menghadang. Oleh karena itu mereka yang menang adalah yang memilki mental sebagai pemenang.
Kenapa sikap mental yang menentukan? Bukan uang, fasilitas, atau senjata? Kita melihat dalam sejarah betapa banyak orang yang memiliki kekurangan uang dan senjata mereka dapat mengalahkan musuh yang kuat. Contohnya adalah para pejuang bangsa Indonesia yang berhasil mengusir para penjajah dari bumi Indonesia, mulai dari portugis, jepang dan belanda. Padahal mereka hanya memiliki senjata yang sederhana dan jauh tertinggal dari segi jumlah ataupaun kualitas dari para penjajah. Kenapa akhirnya penjajah bisa terusir? Mereka menang karena sikap mental yang mereka miliki. Sikap mental yang kuat dan tahan terhadap kesulitan dan beban perjuangan. walaupun lemah dari segi kekuatan dan senjata, tapi mereka tidak pesimis. Mereka terus berusaha dengan segenap daya upaya yang dimiliki. Mereka juga tawakkal kepada Allah swt.
Begitu juga kalau kita belajar dari Sejarah Perjuangan Rasulullah menyebarkan islam di Jazirah Arab. Rasulullah saw awalnya hanya seorang diri saja menghadapi Kaum quraisy yang sangat banyak menentang beliau. Tapi karena beliau memiliki sikap mental pemenang. Berawal dari keyakinan beliau dan kepatuhan pada perintah Allah swt. Kemudian keteguhan pendirian dan komitmen. Meskipun dirayu untuk menghentikan dakwahnya dengan berbagai fasilitas berupa kekayaan, wanita dan jabatan. Tapi Rasulullah saw tidak bergeming sama sekali. Sikap mental beliau ini sesuai dengan pepatah yang mengatakan “seorang pemenang menunda kesenangan sekarang bahkan rela menderita diawal perjuangan, demi meraih kesenangan dimasa mendatang”. Tidak hanya dirayu, bahkan yang lebih sering beliau diancam, dilecehkan, dicaci, difitnah, bahkan ketika akan hijrah beliau rencananya akan dihabisi dan dibunuh oleh musuh-musuhnya. Namun tantangan dan kesulitan itu tidak membuat beliau takut dan mundur. Ditengah arus yang kuat yang menghantam beliau, maka beliau dengan tegar menahannya sehingga tidak terseret dan menyerah.
Salah satu yang menyebabkan beliau bertahan adalah keyakinannya kepada Allah swt, dan nasehat dari Allah swt yang berasal dari wahyu Al qur’an yang menjadi motivator dan inspirator semangat perjuangan beliau. Inilah sikap mental pemenang itu. Beliau dengan sabar dan perlahan mendakwahi orang-orang yang dikenalnya secara sembunyi-sembunyi. Selama 13 tahun beliau bersabar dan menahan diri menghadapi segala tantangan, kebencian dan penolakan kaum quraisy. Beliau bahkan tidak membalas kekejian mereka. Justru beliau tetap bersikap mulia, santun, baik dan kasih sayang kepada mereka yang menghinanya. Beliau menanamkan optimism dan kesabaran kepada para sahabatnya yang juga tidak luput dari penyiksaan dan pengucilan. Beliau adalah seorang motivator sejati. Sampai akhirnya beliau membuat strategi untuk hijrah dan mencari daerah baru yang lebih menerima dakwah beliau dan lebih kondusif yaitu madinah.
Ketika hijrah ke Madinah beliau hanya berdua dengan sahabatnya Abu Bakar ra. Ketika berada dalam Gua tempat persembunyiannya dari kejaran Pasukan Quraisy Rasulullah memotivasi sahabatnya dengan berkata “Janganlah bersedih, sesungguhnya Allah bersama dengan kita”.   Ketika di kejar oleh seorang Pembunuh bayaran dari Quraisy yang mengetahui jejak beliau, beliau bahkan menaklukan orang tersebut, dimana kuda yang ditungganginya selalu tersungkur setiap hendak menyerang Rasulullah saw. Tidak hanya sampai disitu Rasulullah saw menawarkan Visi Masa depan yang menantang kepada pembunuh bayaran tersebut. Kalau dia bersedia kembali ke mekah dan tidak menceritakan kepada kaum Quraisy pertemuannya dengan Rasulullah saw dan jalan yang ditempuh Rasulullah saw, maka kepadanya akan dihadiahkan gelang Raja Parsi. Padahal saat itu parsi adalah Negara Adidaya yang memiliki persenjataan yang lengkap. Disisi lain Rasulullah saw, jangankan menaklukan Parsi, menguasai Mekkah saja belum. Tapi itulah visi dan optimism seorang motivator dan pemimpin sejati yang memiliki keyakinan akan keberhasilan jalan yang ditempuhnya. Beliau juga bisa saja membunuh pembunuh bayaran tersebut, karena sudah takluk. Tapi beliau tidak melakukannya, beliau justru menaklukan hatinya. Dan memberikan harapan kepadanya. Si Pembunuh bayaran memang akhirnya masuk islam. Sekali lagi inilah sikap mental pemenang tersebut.
Sikap mental inilah yang diwariskan Rasulullah saw kepada para sahabatnya ra. Para pelanjut Risalah dakwah dan estafet kepemimpinan beliau seperti Abu bakar ra, Umar bin Khattab ra, Utsman bin Affan ra, Ali bin Abi Thalib ra, sampai Umar bin Abdul Aziz ra dan Shalahudin Al Ayyubi adalah orang-orang mulia yang memilki sikap mental pemenang. Mereka selalu optimis, bekerja keras dan cerdas, pantang menyerah walaupun fasilitas dan sumber daya lebih sedikit dari musuh, memiliki cita-cita besar untuk menaklukan dunia dibawah naungan islam, dan konsisten mewujudkan cita-citanya tersebut dengan semua potensi yang dimilikinya baik harta dan jiwa.
Orang-orang sukses dan pakar-pakar kesuksesan juga mengatakan bahwa sikap mental menentukan 80-90 % keberhasilan seseorang. Hasil Riset DR Albert Widgam terhadap 4000 orang yang dipecat dari pekerjaannya bukan karena tidak memiliki skill dan ilmu, tapi karena sikap mental yang buruk. 3600 atau 90 % dipecat karena kepribadian yang jelek dan 400 orang atau 10 % dipecat karena kemampuan teknis yang kurang. Dale Carnegie Institut juga melakukan penelitian pada 10.000 orang sukses diseluruh dunia. Mereka menyimpulkan 85 % mereka sukses karena sikap mental dan kepribadian positif. 15 % sukses karena kemampuan teknis. Mereka yang gagal atau dipecat adalh orang yang pesimis, sulit berubah, tidak disiplin, sering konflik dengan rekan kerjanya dan memiliki sikap mental negative lainnya.
Berikut ini adalah sikap mental yang mestinya dimiliki oleh seseorang yang ingin menang dalam pertarungan hidup ini
SIKAP MENTAL PEMENANG
  1. IKHLAS BERJUANG KARENA ALLAH. Keikhlasan adalah bekal dan kekuatan awal bagi seorang pemenang untuk berjuang dijalan Allah swt. Keikhlasan berjuang hanya karena Allah swt demi mengharap ridho dan cinta-Nya serta balasan surga-Nya membuat sang pejuang akan selalu memiliki energy untuk bekerja maksimal mewujudkan impian dan tugas besar yang diembannya. Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah mengatakan “keikhlasan akan membuat amal yang berat terasa ringan, sebaliknya ketidak ikhlasan membuat amal yang ringan terasa berat”. Milikilah keikhlasan, karena keikhlasan adalah energy terbesar yang dimiliki manusia, yang iblis laknatullah pun tidak sanggup menggoda dan menjatuhkan orang yang ikhlas berjuang karena Allah swt. Keikhlasan membuat seorang pejuang dan pemenang tidak peduli pada kritikan, pujian dan cacian orang lain, karena ukuran sukses kerjanya adalah pujian dan ridha Allah swt, Rasul-Nya dan Orang yang beriman, bukan dari manusia umumnya.
  2. MEMILIKI VISI DAN CITA-CITA UNTUK MENANG. Seorang pemenang adalah mereka yang bermimpi dan bertekad untuk menang. Tidak mungkin atau sangat jarang seorang pemenang adalah orang yang tidak punya keinginan dan cita-cita untuk menang. Karena jika begitu menangnya adalah kebetulan bukan keinginan. Sebagaimana Rasulullah saw bercita-cita besar untuk menaklukan Romawi dan Parsi. Ketika beliau memecahkan batu ketika menggali parit di Perang Khandaq, beliau mengatakan kelak Romawi dan Parsi akan kita taklukan. Ternyata cita-cita beliau itu terbukti dan terwujud oleh beliau dan para sahabat ra. Imam Syahid Hasan al Banna pun pernah mengatakan bahwa kenyataan hari ini adalah impian hari kemarin. Semua penemuan besar dan prestasi dahsyat seperti ditemukannya pesawat, mobil, computer, hand phone, senjata canggih, kekayaan besar, ataupun prestasi spektakuler dari atlit kelas dunia dalam perlombaan dan kompetisi olahraga, maka semuanya berawal dari impian dan cita-cita mereka untuk meraih kemenangan dan kesuksesan. Maka beranilah untuk bermimpi dan bercita-cita.
  3. YAKIN DAN OPTIMIS BISA MENANG. Seorang pemenang adalah mereka yang optimis dan yakin bahwa semua impian dan target yang ditetapkannya bisa tercapai jika mereka terus berusaha dan berdoa dengan konsisten. Mereka optimis pada kemampuannya. Terlebih dari itu mereka optimis pada pertolongan Allah swt. Karena Allah swt berkata “siapa yang menolong agama-Ku, maka Aku akan menolongnya”. Dalam Surat An nuur ayat 55 Allah swt berjanji bahwa kelak orang-orang beriman akan dijadikan-Nya pemimpin-pemimpin di muka bumi.
  4. BERANI MENCOBA DAN BERANI GAGAL. Sikap mental pemenang berikutnya adalah keberanian untuk mencoba dan berani untuk menghadapi kegagalan. Bagi seorang pemenang kegagalan itu biasa. Tapi mereka tetap belajar dari kegagalan. Karena kegagalan dapat mendewasakan kita dan mendidik kita. Kegagalan juga guru terbaik untuk menunjukkan dimana letak kekurangan kita. Kegagalan membuat mental kita harus lebih kuat dari sebelumnya, karena pastilah setiap kegagalan menyebabkan terpukulnya jiwa kita. sehingga untuk mengatasinya diperlukan jiwa yang kuat dan tahan banting. Pepatah mengatakan “nahkoda yang tangguh tidak dilahirkan di laut yang tenang, tapi dilaut yang berombak”. Sejarah Para pemenang diseluruh dunia, adalah sejarah kegagalan yang mereka lalui dengan tetap menjaga optimism sehingga akhirnya kegagalan itu gagal dalam menggagalkan mereka. Contoh nyatanya adalah Rasulullah saw, dapat dikatakan selama 13 tahun berdakwah di Mekkah, maka mayoritas dakwahnya menemui kegagalan yaitu penolakan dan permusuhan dari orang yang didakwahinya. Tapi hal itu tidak membuat nyali beliau ciut untuk terus berdakwah. Sikap inilah yang akhirnya menyebabkan keberhasilan beliau dalam berdakwah.
  5. PANTANG MENYERAH. Sikap mental seorang pemenang berikutnya adalah pantang menyerah dan selalu bangkit setiap kali terjatuh. Rasulullah saw dan para sahabatnya adalah pribadi-pribadi yang pantang menyerah sebelum sebelum selesainya pertandingan ataupun sesudah selesainya pertandingan. Mereka berjiwa climbers yaitu berjiwa pendaki sejati yang terus berjalan dan berjalan menuju puncak impian dan cita-citanya. Mereka tidak hanya berhasil menaklukan madinah dan mekkah, tapi terus merangsek ke seluruh jazirah arab, bahkan 1/3 penjuru dunia akhirnya bisa dikuasai. Dalam perjalanannya mereka melalui kesulitan dan tantangan. Mereka kekurangan pasukan dan perlengkapan. Kendala ini tidak membuat mereka menyerah. Mereka bertarung sampai tetes darah penghabisan. Tapi alih-alih kalah, justru mereka meraih kemenangan, dengan modal sikap pantang menyerahnya tadi.  Contohnya ketika menghadapi pasukan Romawi yang bersenjata lengkap dengan 200 ribu pasukan, sementara ummat islam hanya sekitar 20 ribu orang dengan persenjataan tidak selengkap pasukan musuh. Tapi sikap mental pemenang dan pantang menyerah membuat mereka tidak gentar dan takut, justru semakin memicu nyalinya dan tertantang untuk mampu menaklukan musuh dengan kekuatan sebesar itu.
  6. 6. SABAR MENGHADAPI KESULITAN. Kesabaran adalah modal dasar dari para pemenang. Kesabaran membuat kualitas orang-orangnya melejit 10 kali lipat dibanding orang yang tidak sabar. Allah swt mengatakan dalam Surat Al Anfaal ayat 66 “Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”. Pertarungan pastilah penuh dengan tantangan internal dan eksternal, maka hanya orang sabar yang dapat melewatinya.
  7. SIAP BERKORBAN DAN MEMBAYAR HARGA KEMENANGAN. Perjuangan untuk meraih kemenangan jelas menuntut pengorbanan dan harga yang mesti dibayar diawal. Pepatah mengatakan “tidak ada makan siang yang gratis”. Artinya tidak ada dalam hidup ini sesuatu yang kita peroleh tanpa sebab. Hokum alam dan sunnatullah berlaku, jika kita ingin akibat maka kita harus melakukan sebab. Maka pengorbanan dan kerja keras adalah sebab yang akan melahirkan kemenangan. Ada harga yang mesti kita bayar dulu diawal sebelum cita-cita dan keinginan kita raih. Allah swt berfirman, jika kita ingin mendapatkan Surga dan dibebaskan dari azab yang pedih, maka kita harus mau berkorban dengan harta dan jiwa kita di jalan Allah. (Surat Ash Shaf : 10 – 11). Bunker Hunt seorang milyarder mengatakan “Sukses itu sederhana saja. Pertama, putuskanlah apa yang anda inginkan secara spesifik. Kedua, putuskanlah anda bersedia membayar harganya untuk menjadikan itu terjadi”. Kehidupan bisa juga menjadi contoh bagi untuk menjadi pemenang maka diperlukan pengorbanan dan harga yang mesti dibayar. Sebuah yang tajam dan indah, berawal dari sebuah balok besi yang tidak begitu berharga. Tapi ketika besi itu dibakar, dipukul berkali-kali, direndam diair, dibakar lagi dan lagi, kemudian diasah, yang seandainya besi itu bernyawa maka dia akan berteriak kesakitan dengan penyiksaan itu. Tapi setelah semua pekerjaan itu selesai, yang tertinggal adalah sebilah pedang yang tajam dan indah yang harganya jauh lebih mahal dan jauh lebih berharga dari potongan besi tadi. Artinya jika kita ingin lebih tajam dan lebih kuat, kita harus siap menderita untuk meraihnya. Imam Ibnul Qayyim mengatakan “orang-orang pintar disetiap ummat sepakat bahwa kenikmatan itu tidak bisa didapat dengan kenikmatan pula. Siapa yang mementingkan kesenangan ia akan kehilangan kesenangan. Siapa yang berani menentang badai dan menghadapi rintangan, ia akan memperoleh kegembiraan dan kenikmatan”
  8. BANYAK BEKERJA, SEDIKIT BICARA.  Seorang pecundang itu adalah yang menginginkan kemenangan dan hanya menginginkannya, sedang seorang pemenang adalah yang menginginkan kemenangan dan melakukannya. Albert Einstein mengatakan 1 ons aksi lebih berharga dari 1 ton teori. Yang mengantarkan seseorang pada kesuksesan bukanlah ilmu. Karena betapa banyak orang berilmu seperti Profesor dan Doktor tapi hidupnya biasa-biasa saja. Yang mengantarkan seseorang pada kesuksesan adalah Ilmu yang diterapkan. Einstein, Ilmuwan terbesar abad ini, mengatakan bahwa “kejeniusan saya 1 % nya adalah kecerdasan dan 99 % nya adalah kerja keras,”. Artinya Einstein mengatakan semua prestasi dan karya yang dihasilkannya bersumber dari kerja keras dan tindakan yang dilakukannya. Inilah The Power of Action. Contohnya kenapa orang bisa tenggelam? Semua kita umumnya menjawab karena tidak bisa berenang. Tapi kalau kita lakukan percobaan dengan berendam seluruh tubuh kita di bak mandi yang airnya hanya setinggi 30 cm selama 30 menit apa yang terjadi? Ya kita juga akan mati dan tenggelam. Jadi orang tenggelam dan mati bukan karena tidak bisa berenang, tapi karena tidak bergerak.
  9. TIDAK MENCARI ALASAN. Seorang yang memiliki mental pemenang tidak suka mencari-cari alasan, untuk tidak melakukan apa yang harus dilakukannya. Alasannya hanya satu, yaitu alasan untuk melakukan, bukan alasan untuk tidak melakukan. Kalau kita perhatikan kebanyakan orang gagal adalah mereka yang selalu banyak alasan untuk tidak berbuat apa-apa dan menjadi siapa-siapa. Mereka berdalih dengan kesehatan yang buruk, ekonomi yang krisis, orang tua yang miskin, pendidikan yang rendah, fisik yang lemah, keberuntungan yang kurang, dana yang sedikit, jumlah yang kurang dan berbagai macam alasan lainnya untuk menjadi pembenaran atas ketidak siapan dan ketidak mauan untuk bertindak dan bertarung. Sedangkan seorang pemenang justru tidak mencari alasan apapun yang melemahkan atau menyebabkan dia tidak mau bekerja. Mereka menepiskan semua kekurangan dan kelemahan yang mungkin menjadi alasan bagi mereka untuk tidak melakukan apa-apa atau merasa pesimis sebelum bertarung.
10.  BERTANGGUNG JAWAB.Tidak hanya menepiskan semua alasan untuk lemah, para pemenang adalah yang bertanggung jawab terhadap kehidupannya. Mereka yakin dengan Firman Allah swt “bahwa tidak akan terwujud perubahan kalau bukan dia yang akan merubahnya”. Pepatah mengatakan “kita tidak bisa merubah keadaan tapi kita bisa mengubah sikap kita menghadapi keadaan” atau kita tidak bisa mengubah arah angin, tapi kita bisa mengubah arah sayap pesawat kita”. orang yang bertanggung jawab tidak menyalahkan atau mengkambing hitamkan orang lain, tapi mereka bertanggung jawab terhadap semua hasil yang diperolehnya. Sikap ini membuat mereka selalu berusaha berbuat yang terbaik agar tidak mengalami kegagalan. Kehidupan ini adalah kumpulan keputusan yang mesti diambil dengan bertanggung jawab. Sehingga mereka selalu mengambil keputusan terbaik dalam hidupnya untuk bertindak yang terbaik.
11.  TEGUH PENDIRIAN (Istiqamah). Sikap mental seorang pemenang berikutnya adalah sikap teguh pendirian atau istiqamah. Allah swt menjanjikan kemenangan dan surga bagi orang yang meneguhkan pendirian mereka. ““Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; (QS 41:30-32). Secara bahasa Istiqamah adalah anonim dari thughyan (penyimpangan atau melampaui batas). Ia bisa berarti berdiri tegak di suatu tempat tanpa pernah bergeser, karena akar kata istiqamah dari kata “qaama” yang berarti berdiri. Maka secara etimologi, istiqamah berarti tegak lurus. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, istiqamah diartikan sebagai sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen.
12.  TAWAKKAL. Allah swt berfirman dalam Surat Ath Thalaq ayat 3 “ barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Dia akan mencukupkan kebutuhannya”. Tawakkal artinya berserah diri kepada Allah swt setelah berusaha. Allah swt menyuruh kita untuk tawakal setelah bertekad kuat dan berusaha “ Setelah berazzam maka bertawakallah kepada Allah”. Sikap tawakal akan mendatangan pertolongan Allah swt kepada kita, karena memang Dia-lah Pemilik Segala kekuatan, Penentu segala Kemenangan, Yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa, yang bisa mengubah apa yang tidak mungkin menjadi mungkin cukup hanya dengan satu kata “kun” maka “fayaku” terjadilah dia. Sikap mental tawakkal juga menjadi tameng mental, sehingga kita tidak menjadi gelisah dan cemas menghadapi saat pertarungan ataupun menjadi depresi dan frustasi menghadapi kegagalan, karena kita sudah pasrah atas kehendak-Nya.
SIKAP MENTAL PECUNDANG
Sedangkan orang yang kalah atau para pecundang memiliki sikap mental yang berlawanan dengan para pemenang. Mereka cendrung putus asa, lemah semangat, tidak optimis, dan mudah menyerah. Berikut ini adalah sikap mental pecundang yang harus kita buang dari diri kita :
  1. BERJUANG KARENA SELAIN ALLAH DAN HANYA UNTUK MATERI SEMATA. Seorang pecundang adalah orang yang berjuang dalam rangka kepentingan duniawi semata. Dia melupakan tujuan yang hakiki yaitu untuk meraih ridha Allah swt. Rasulullah saw bersabda “ Setiap amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang mendapatkan apa yang dia niatkan”. Seseorang yang berjuang bukan karena selain Allah, sangat mungkin dia memiliki niat untuk mendapatkan harta, tahta dan wanita/pria. Akibatnya jika semua targetnya itu sudah tercapai maka dia akan berhenti berjuang. Perjuangan bukan karena selain Allah akan menumbuhkan sikap pragmatis, egois dan indivdualis pada dirinya karena tujuannya adalah untuk meraih kenikmatan dan kesenangan pribadi sehingga sangat mungkin mengorbankan orang lain dan kepentingan bersama demi kepentingan pribadinya.
  2. BERCITA-CITA RENDAH : KALAU MENANG BAIK, KALAU TIDAK GIMANA LAGI. Seorang pecundang adalah mereka yang bercita-cita rendah dan tidak memiliki optimism dna keyakinan untuk menang, sehingga dia akan berkata kalau menang baik, kalau tidak gimana lagi. Akibatnya dia tidak berusaha sungguh-sungguh dan mungkin tidak kuat menghadapi ujian dan godaan yang mampu menghentikan langkahnya menuju tujuan.
  3. LEMAH SEMANGAT. Seorang pecundang semangatnya kadang naik kadang turun. Dia mudah dipengaruhi oleh orang lain. Kalau orang lain semangat maka dia ikut semangat, sebaliknya jika orang lain lemah maka dia ikut lemah juga. Lemah semangat akan menyebabkan mundur dan menyerah serta tidak optimal dalam bekerja. Semua itu disebabkan kepribadian yang lemah dan tidak memahami hakikat dan urgensi perjuangan untuk meraih kemenangan.
  4. TIDAK PERCAYA DIRI. Seorang pecundang adalah yang tidak percaya pada kemampuannya sendiri. Dia merasa minder dan malu untuk berbuat dan bekerja. Dia sangat sensitive terhadap kritikan. Kritikan dapat membuat harga dirinya hancur sehingga dia akan menarik diri dan melarikan diri dari masalah dan tantangan. Orang yang tidak percaya pada dirinya, bagaimana mungkin akan membuat orang lain percaya pada dia. Orang yang percaya pada dirinya adalah orang yang memiliki harga diri yang tinggi. orang yang memiliki harga diri tinggi memiliki cirri sebagai berikut :
  • Keyakinan besar
  • Prestasi tinggi
  • Penuh tanggung jawab
  • Berani sukses
  • Disiplin
  • Prilaku produktif ; ramah, pemaaf, sopan, mendukung, berani mengambil risiko
  • Tujuan spesifik
  • Tingkat energi tinggi
Sedangkan orang yang memiliki harga diri yang rendah memiliki cirri sebagai berikut:
  • Tidak percaya diri
  • Prestasi rendah
  • Menghindari tanggung jawab
  • Takut sukses
  • Tidak disiplin
  • Prilaku tidak produktif ; takut, merasa bersalah, tertekan, cemburu, hindari risiko
  • Tidak ada tujuan
  • Tingkat energi rendah
  1. TIDAK SABAR MENGHADAPI KESULITAN DAN MUDAH MENGELUH. Seorang pecundang adalah orang yang tidak sabar dan kuat menghadapi kesulitan dan ujian. Sehingga dia mudah mengeluh dan mudah putus asa
  2. TAKUT GAGAL. Seorang pecundang adalah orang yang takut gagal sehingga dia takut untuk mencoba dan bertindak. Sebelum bertindak dia sudah berpikir bahwa dia akan gagal, sehingga dia tidak melakukan apa-apa. Akibatnya dia tidak akan pernah berhasil. Karena keberhasilan berawal dari tindakan.
  3. MUDAH MENYERAH. Seorang pecundang adalah mereka yang mudah sekali menyerah. Mereka lari dari medan pertempuran. Mereka mundur dari gelanggang karena takut dan tidak siap menghadapi kesulitan dan resiko. Padahal selagi kita tidak menyerah, maka tidak ada yang namanya kegagalan. Thomas Alva Edison saja mengalami 10.000 kegagalan sebelum akhirnya berhasil menciptakan bola lampu. Padahal Allah swt melarang keras untuk mundur atau lari dari medan pertempuran, kecuali hanya berbelok untuk siasat perang ( Surat Al Anfaal : 45)
  4. MALAS DAN LALAI. Seorang pecundang adalah para pemalas dan lalai dalam bekerja. Mereka berhenti sebelum orang berhenti. Mereka terlambat untuk datang padahal orang sudah hadir. Mereka memperturutkan diri berada dalam zona nyaman dan status qup sehingga tidak siap dan tidak mau berubah. Mereka statis dan jumud. Dalam bekerja asal-asalan dan separo hati, hanya sekedar menuntaskan kewajiban, tidak ada determinasi dan target untuk berbuat dan bekerja yang terbaik. Inilah pecundang sejati. Mereka ini yang disebut sebagai Qaaidun yaitu orang yang duduk-duduk dan tinggal dirumah ketika mukmin yang lain pergi berjuang sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Surat At Taubah ayat 46. Mereka itulah orang yang dimurkai Allah dan merugi dunia dan akhirat.
  5. SUKA MENUNDA. Para pecundang adalah orang yang tidak disiplin dan suka menunda. Sering terlambat ketika rapat atau ketika pergi bekerja. Sehingga dia ditinggalkan oleh orang lain. Padahal kalau dia menyadari waktu sepersekian detik dalam lari 100 meter, bernilai pemecahan rekor dunia. Akibat suka menunda pekerjaan yang harus dilakukan hari ini, maka banyak waktunya terbuang percuma. Padahal waktu adalah asset yang paling berharga dimiliki manusia. Akibatnya tertunda pulalah kemenangannya, karena didahului dan disalip oleh orang lain.
10.  BANYAK BICARA, SEDIKIT BEKERJA. Para pecundang adalah orang yang hanya bisa bicara, bahkan cendrung besar mulut. Tapi tidak ada bukti dan realisasi yang Nampak dari kerja yang dilakukannya. Tidak sesuai antara perkataan dan perbuatannya. Omongan besar kerja kecil. Omongan besar hasil nihil.
11.  MUDAH GOYAH DAN PLIN PLAN. Seorang pecundang adalah mereka yang mudah goyah oleh rayuan dan mudah lari oleh kesulitan. Sehingga mereka tidak bertahan lama dalam suatu keadaan dan perjalanan. Mereka cendrung mencari aman dan bersikap pragmatis. Mereka berbuat kalau jelas menguntungkan bagi dirinya untuk sesaat saja. Akibatnya mereka akan selalu keluar jalur dan melenceng dari tujuan semula.
12.  BANYAK ALASAN DAN SUKA MENYALAHKAN. Seorang pecundang adalah mereka yang suka mencari alasan untuk tidak berbuat. Disamping itu kalau gagal mereka tidak mau bertanggung jawab, mereka cendrung menuding dan menyalahkan orang lain. Akibatnya mereka tergantung pada orang lain sehingga tidak akan bisa menjadi pemenang, karena kemenangan itu sepenuhnya adalah karena usaha kita. dalam Surat At Taubah ayat 45 dikatakan bahwa hanya orang-orang munafik saja yang meminta izin atau mencari uzur agar tidak ikut berperang, karena sikap pragmatis mereka dan ragu-ragu mereka. Mereka melihat perjuangan yang dilakukan beresiko dan penuh kesulitan sehingga mereka tidak mau ikut. Tapi jika hal itu mendatangkan keuntungan barulah mereka mau.
13.  LARI DARI TANGGUNG JAWAB DAN BERKHIANAT. Seorang pecundang adalah mereka yang lari dari tanggung jawab dan amanah yang diberikan padanya. Atau mereka berpura-pura bekerja dan pura-pura beriman, sedangkan dibelakang mereka mencemooh dan tidak mau bekerja. Padahal Allah swt melarang berkhianat terhadap Allah dan Rasul-Nya dan berkhianat terhadap amanah yang diberikan padanya. (QS Al anfaal : 27)
Inilah perbedaan antara sikap mental pemenang dan sikap mental pecundang. Jika kita ingin menang maka milikilah sikap mental pecundang. Jika kita ingin menang jauhi dan buanglah sikap mental pecundang dari diri kita. selamat berjuang. Kalau kita yakin dan berusaha, insya Allah kita pasti menang. Allahu Akbar!!

Sabtu, 08 Oktober 2011

Keripik Bonggol Pisang

 
Pendahuluan
            Pisang (Musa paradisiacal L.) merupakan tanaman buah tropis beriklim basah dengan curah hujan yang merata sepanjang tahun. Tanaman ini cukup populer dikalangan masyarakat kita dan hampir setiap orang memakannya.
Bonggol pisang biasanya hanya dibiarkan membusuk, karena tidak memiliki nilai jual. Namun kini di Banyuwangi, Jawa Timur bonggol pisang dapat diolah menjadi kerupuk renyah dan gurih oleh seorang ibu rumah tangga.
Keripik bonggol pisang dengan aneka rasa bisa menjadi peluang bisnis yang cukup tinggi jika diolah dengan benar dan dipasarkan secara tepat. Potensi pasar yang luas dan ketersediaan jumlah bahan baku yang melimpah yang ada di masyarakat akan menjadi nilai tambah bonggol pisang. Oleh karena itu hendaknya dimanfaatkan oleh pengusaha kecil dan petani tanaman pisang guna menambah pendapatan dan menjadikan keripik ini menjadi kuliner khas.
Bonggol yang biasanya digunakan adalah bagian yang ada di bawah tanah hingga ke akar. Bagian tersebut dibersihkan hingga diperoleh bagian dalam bonggol yang berwarna putih. Kemudian dilakukan pemotongan dan perendaman untuk mengeluarkan getah, lalu diiris tipis-tipis dan dibumbui.
Tetapi tidak semua jenis bonggol pisang enak untuk dibuat keripik. Beberapa jenis bonggol pisang yang digunakan adalah yang berasal dari pisang kepok, pisang raja, dan pisang khlutuk. Keistimewaannya tekstur keripik ini rasanya renyah dan tidak terasa pahit. Apalagi bonggol pisang dipercaya mengandung serat sehingga bisa memperlancar pencernaan.
Keripik bonggol pisang ini ditawarkan dalam bentuk keripik siap konsumsi atau dalam bentuk kering alias belum digoreng. Keripik ini kalau sudah digoreng bentuknya lebih menyerupai kerupuk berbentuk sedikit lebar dengan warna sedikit kecoklatan. Sedangkan yang dijual kering (mentah) berwarna cokelat gelap dan harus digoreng terlebih dahulu.                      
Di zaman yang serba mahal,terutama kebutuhan pokok seperti beras, gandum ,pati,maizena( jagung ) maka kita harus dapat mencari solusi untuk mengantisipasinya, sehingga kita tidak semakin kesulitan dalam mempertahankan hidup, terutama dalam pemenuhan kebutuhan akan makanan.Wilayah Indonesia merupakan wilayah yang sangat subur, diibaratkan tongkat dan kayu dapat menjadi  tanaman. Tanaman yang tumbuh di wilayah Indonesia sangat beragam,dari rumput, herba sampai  pohon . Pisang yang kita kenal selama ini yang di manfaatkan sebagai bahan makanan hanya buahnya saja, padahal selain buahnya bonggolnya pun dapat di gunakan sebagai bahan baku pembuatan makanan yaitu keripik.

Bahan
-    Bonggol pisang,
-    Tepung beras,
-    Kanji,
-    Santan,
-    Garam,
-    Perenyah kue,
-    Minyak goreng,
-    Bumbu : ketumbar, miri, bawang putih, kencur, kunir.
-    Telur ayam 1 butir.

Alat
-          Wajan,
-          baskom 2 buah
-          susuk (sothil)
-          erok-erok
-          pisau
-          sendok
-          cobek dan munthu
-          kompor.

Prosedur Pembuatan
  • Bonggol pisang diiris tipis sesuai selera kemudian dibersihkan.
  • Irisan bonggol pisang ditaburi garam dan dibiarkan sampai bonggol  pisang menjadi tidak kaku.
  • Dicuci dengan air sampai bersih kemudian dikering-anginkan.
  • Buat adonan kulitnya dengan mencampur bumbu yang sudah dihaluskan, 3 gelas santan, !/4 kg tepung beras, ¼ bagian telur ayam, sedikit tepung kanji dan perenyah kue.
  • Celupkan irisan bonggol pisang dalam adonan lalu goreng sampai kering.
  • Dikemas.
Bagan Alir 


Referensi 
http://www.teknologitepatguna.com., 2008. Aneka Macam makanan dari Pisang. (30 September 2010).

http://www.resepkomplit.com., 2010. resep-makanan-keripik-bonggol-pisang.
(27 September  2010).

Tarwotjo, C. S., 1998. Dasar-dasar Gizi Kuliner. Gramedia, Jakarta

Keripik Talas

.
Bahan:
  • 1 kg talas Bogor
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt air kapur sirih
  • air untuk perendam
  • minyak untuk menggoreng
Cara membuat:
  1. Kupas talas, iris bentuk batang korek api.
  2. Rendam irisan talas dalam air yang sudah dicampur kapur sirih & garam.
  3. Panaskan minyak yang cukup banyak.
  4. Goreng talas hingga kering dan matang.
  5. Angkat, tiriskan.
  6. Simpan dalam toples.
Untuk 500 gr

foto: Agus Dwianto

Membuat Kerupuk Ampas Tahu


Ampas tahu dapat diolah menjadi kerupuk yang bernilai tambah lebih tinggi. Pembuatan kerupuk ampas tahu mudah dilakukan dan murah biayanya. Dalam pembuatan kerupuk ampas tahu, digunakan tapioka sebagai pengikat ampas. Garam, bawang putih, dan merica ditambahkan sebagai bumbu.

A. Bahan-bahan
  1. Ampas tahu yang telah dikukus (2 kg).
  2. Tapioka (1 kg)
  3. Garam (30 gram)
  4. Bawang putih (100 gram).
  5. Merica (25 gram)
  6. Udang saih kering (50 gram)
  7. Monosodium glutamat (20 gram)

B. Peralatan
  1. Pemeras.
  2. Pengaduk adonan.
  3. Pengukus.
  4. Pisau dan talenan
  5. Tempat penjemuran.
  6. Wajan
  7. Kompor atau tungku
  8. Timbangan.

C. Cara Pembuatan
  1. Pengukusan ampas tahu. Ampas tahu diperas untuk mengurangi airnya. Pemerasan dapat dilakukan dengan tangan, atau dipres dengan alat pres. Setelah itu, ampas dikukus selama 30 menit.
  2. Persiapan bumbu. Bawang, garam, merica dan udang saih digiling sampai halus.
  3. Pengadonan. Ampas yang telah dikukus (2 kg) dicampur dengan tapioka, dan bumbu, kemudian diaduk sampai rata, licin dan kompak. Adonan ini dibentuk seperti selinder dengan diameter 5-6 cm dan panjang 20 cm. Adonan yang telah dibentuk ini disebut dengan dodolan.
  4. Pengukusan dodolan. Dodolan dikukus selama 2 jam sampai bagian tengah dodolan menjadi matang. Dodolan matang ini diangkat dan didinginkan.
  5. Pengangin-anginan. Dodolan matang diangin-anginkan selama 3-5 hari sampai dodolan mengeras dan mudah dipotong.
  6. Pengirisan. Dodolan diiris tipis-tipis setebal 2-3 mm. Hasil pengirisan disebut kerupuk basah.
  7. Penjemuran. Kerupuk basah dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kering. Kerupuk yang sudah kering akan gemersik jika diaduk-aduk, dan mudah dipatahkan. Hasil pengeringan disebut kerupuk kering.
  8. Pengemasan kerupuk kering. Kerupuk kering dapat disimpan lama. Kerupuk ini harus disimpan di dalam wadah yang tertutup rapat, atau dikemas di dalam kantong plastik yang di seal secara rapat.
  9. Penggorengan. Kerupuk kering digoreng di dalam minyak panas (170°C) sambil dibalik-balik sampai kerupuk matang dan mekar.
Sumber : link

Kamis, 06 Oktober 2011

Tujuh (7) Resep Awet Muda

awet muda


1. SikapHal utama agar Anda selalu awet muda adalah dengan selalu berjiwa muda, bersemangat, humoris dan percaya diri. Bila Anda selalu merasa muda, Anda pun akan awet muda.

2. Kembangkan minat dan hobi

Mengembangkan minat dan hobi yang Anda sukai akan membuat Anda selalu bersemangat hidup. Hobi dan minat setiap orang berbeda-beda dan sangat beragam, dari mulai memancing, main golf, pertukangan, sampai memelihara hewan piaraan. Temukanlah yang paling membuat Anda bahagia melakukannya.

3. Bergaul dan aktif secara sosial

Pergaulan dan kegiatan sosial membuat Anda tidak merasa kesepian dan memiliki makna dalam hidup. Bila Anda sibuk memikirkan diri Anda sendiri, Anda mungkin malah akan mudah depresi dan terkungkung oleh masalah Anda sendiri. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang optimistis dan penggembira. Jauhi para pengeluh yang hanya membuat hidup Anda terasa sempit.

4. Nutrisi sehat dan seimbang

Pola makan yang baik membuat Anda lebih sehat dan lebih mudah terhindar dari flu, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes dan lainnya. Jaga berat badan Anda dengan memperbanyak makan sayur dan buah-buahan, kurangi makanan berlemak dan tinggi kalori. Pertimbangkan untuk mengkonsumsi suplemen vitamin (terutama C dan E) dan antioksidan.

5. Olah raga

Olah raga sangat penting bagi kesehatan (lihat 7 manfaat berolah raga). Berolahragalah secara teratur dengan mengkombinasikan latihan kelenturan, aerobik dan beban. Beristilahatlah yang cukup setelah berolah raga.

6. Berhenti merokok

Dengan tidak merokok berarti Anda sangat memperkecil risiko penyakit jantung, kanker paru dan berbagai penyakit berbahaya lainnya.

7. Aktivitas Otak

Kemampuan otak biasanya menurun karena penuaan, terutama kemampuan memori jangka pendek (di mana tadi kuncinya?) dan kemampuan konsentrasi/fokus. Anda juga menjadi mudah bingung dan marah. Penting sekali untuk menjaga kemampuan otak Anda agar tetap prima. Permainan seperti teka-teki, game komputer dan lainnya bagus untuk melatih otak Anda. Anda juga dapat mempertimbangkan untuk mengambil kursus, belajar bahasa dan keterampilan baru agar otak Anda terus tertantang.

Rabu, 05 Oktober 2011

Makna Kesabaran

haib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu’min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

Sekilah dalam Hadist
Hadits ini merupakan hadits shahih dengan sanad sebagaimana di atas, melalui jalur Tsabit dari Abdurrahman bin Abi Laila, dari Suhaib dari Rasulullah SAW, diriwayatkan oleh :
- Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Al-Zuhud wa Al-Raqa’iq, Bab Al-Mu’min Amruhu Kulluhu Khair, hadits no 2999.
- Imam Ahmad bin Hambal dalam empat tempat dalam Musnadnya, yaitu hadits no 18455, 18360, 23406 & 23412.
- Diriwayatkan juga oleh Imam al-Darimi, dalam Sunannya, Kitab Al-Riqaq, Bab Al-Mu’min Yu’jaru Fi Kulli Syai’, hadits no 2777.
Makna Hadits Secara Umum
Hadits singkat ini memiliki makna yang luas sekaligus memberikan definisi mengenai sifat dan karakter orang yang beriman. Setiap orang yang beriman digambarkan oleh Rasulullah SAW sebagai orang yang memiliki pesona, yang digambarkan dengan istilah ‘ajaban’ ( عجبا ). Karena sifat dan karakter ini akan mempesona siapa saja.
Kemudian Rasulullah SAW menggambarkan bahwa pesona tersebut berpangkal dari adanya positif thinking setiap mu’min. Dimana ia memandang segala persoalannya dari sudut pandang positif, dan bukan dari sudut nagatifnya.
Sebagai contoh, ketika ia mendapatkan kebaikan, kebahagian, rasa bahagia, kesenangan dan lain sebagainya, ia akan refleksikan dalam bentuk penysukuran terhadap Allah SWT. Karena ia tahu dan faham bahwa hal tersebut merupakan anugerah Allah yang diberikan kepada dirinya. Dan tidaklah Allah memberikan sesuatu kepadanya melainkan pasti sesuatu tersebut adalah positif baginya.
Sebaliknya, jika ia mendapatkan suatu musibah, bencana, rasa duka, sedih, kemalangan dan hal-hal negatif lainnya, ia akan bersabar. Karena ia meyakini bahwa hal tersebut merupakan pemberian sekaligus cobaan bagi dirinya yang pasti memiliki rahasia kebaikan di dalamnya. Sehingga refleksinya adalah dengan bersabar dan mengembalikan semuanya kepada Allah SWT.
Urgensi Kesabaran
Kesabaran merupakan salah satu ciri mendasar orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa kesabaran merupakan setengahnya keimanan. Sabar memiliki kaitan yang tidak mungkin dipisahkan dari keimanan: Kaitan antara sabar dengan iman, adalah seperti kepala dengan jasadnya. Tidak ada keimanan yang tidak disertai kesabaran, sebagaimana juga tidak ada jasad yang tidak memiliki kepala. Oleh karena itulah Rasulullah SAW menggambarkan tentang ciri dan keutamaan orang yang beriman sebagaimana hadits di atas.
Namun kesabaran adalah bukan semata-mata memiliki pengertian “nrimo”, ketidak mampuan dan identik dengan ketertindasan. Sabar sesungguhnya memiliki dimensi yang lebih pada pengalahan hawa nafsu yang terdapat dalam jiwa insan. Dalam berjihad, sabar diimplementasikan dengan melawan hawa nafsu yang menginginkan agar dirinya duduk dengan santai dan tenang di rumah. Justru ketika ia berdiam diri itulah, sesungguhnya ia belum dapat bersabar melawan tantangan dan memenuhi panggilan ilahi.
Sabar juga memiliki dimensi untuk merubah sebuah kondisi, baik yang bersifat pribadi maupun sosial, menuju perbaikan agar lebih baik dan baik lagi. Bahkan seseorang dikatakan dapat diakatakan tidak sabar, jika ia menerima kondisi buruk, pasrah dan menyerah begitu saja. Sabar dalam ibadah diimplementasikan dalam bentuk melawan dan memaksa diri untuk bangkit dari tempat tidur, kemudian berwudhu lalu berjalan menuju masjid dan malaksanakan shalat secara berjamaah. Sehingga sabar tidak tepat jika hanya diartikan dengan sebuah sifat pasif, namun ia memiliki nilai keseimbangan antara sifat aktif dengan sifat pasif.
Makna Sabar
Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah “Shobaro”, yang membentuk infinitif (masdar) menjadi “shabran”. Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Menguatkan makna seperti ini adalah firman Allah dalam Al-Qur’an:
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi/ 18 : 28)
Perintah untuk bersabar pada ayat di atas, adalah untuk menahan diri dari keingingan ‘keluar’ dari komunitas orang-orang yang menyeru Rab nya serta selalu mengharap keridhaan-Nya. Perintah sabar di atas sekaligus juga sebagai pencegahan dari keinginan manusia yang ingin bersama dengan orang-orang yang lalai dari mengingat Allah SWT.
Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah:
Menahan diri dari sifat kegeundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.
Amru bin Usman mengatakan, bahwa sabar adalah keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan tenang. Hal senada juga dikemukakan oleh Imam al-Khowas, bahwa sabar adalah refleksi keteguhan untuk merealisasikan al-Qur’an dan sunnah. Sehingga sesungguhnya sabar tidak identik dengan kepasrahan dan ketidak mampuan. Justru orang yang seperti ini memiliki indikasi adanya ketidak sabaran untuk merubah kondisi yang ada, ketidak sabaran untuk berusaha, ketidak sabaran untuk berjuang dan lain sebagainya.
Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk sabar ketika berjihad. Padahal jihad adalah memerangi musuh-musuh Allah, yang klimaksnya adalah menggunakan senjata (perang). Artinya untuk berbuat seperti itu perlu kesabaran untuk mengeyampingkan keiinginan jiwanya yang menginginkan rasa santai, bermalas-malasan dan lain sebagainya. Sabar dalam jihad juga berarti keteguhan untuk menghadapi musuh, serta tidak lari dari medan peperangan. Orang yang lari dari medan peperangan karena takut, adalah salah satu indikasi tidak sabar.

Sabar Sebagaimana Digambarkan Dalam Al-Qur’an
Dalam al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang berbicara mengenai kesabaran. Jika ditelusuri secara keseluruhan, terdapat 103 kali disebut dalam al-Qur’an, kata-kata yang menggunakan kata dasar sabar; baik berbentuk isim maupun fi’ilnya. Hal ini menunjukkan betapa kesabaran menjadi perhatian Allah SWT, yang Allah tekankan kepada hamba-hamba-Nya. Dari ayat-ayat yang ada, para ulama mengklasifikasikan sabar dalam al-Qur’an menjadi beberapa macam;
1. Sabar merupakan perintah Allah SWT. Hal ini sebagaimana yang terdapat dalam QS.2: 153: “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Ayat-ayat lainnya yang serupa mengenai perintah untuk bersabar sangat banyak terdapat dalam Al-Qur’an. Diantaranya adalah dalam QS.3: 200, 16: 127, 8: 46, 10:109, 11: 115 dsb.
2. Larangan isti’ja l(tergesa-gesa/ tidak sabar), sebagaimana yang Allah firmankan (QS. Al-Ahqaf/ 46: 35): “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…”
3. Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar, sebagaimana yang terdapat dalam QS. 2: 177: “…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.”
4. Allah SWT akan mencintai orang-orang yang sabar. Dalam surat Ali Imran (3: 146) Allah SWT berfirman : “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.”
5. Kebersamaan Allah dengan orang-orang yang sabar. Artinya Allah SWT senantiasa akan menyertai hamba-hamba-Nya yang sabar. Allah berfirman (QS. 8: 46) ; “Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar.”
6. Mendapatkan pahala surga dari Allah. Allah mengatakan dalam al-Qur’an (13: 23 – 24); “(yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): “Salamun `alaikum bima shabartum” (keselamatan bagi kalian, atas kesabaran yang kalian lakukan). Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.”
Inilah diantara gambaran Al-Qur’an mengenai kesabaran. Gembaran-gambaran lain mengenai hal yang sama, masih sangat banyak, dan dapat kita temukan pada buku-buku yang secara khusus membahas mengenai kesabaran.
Kesabaran Sebagaimana Digambarkan Dalam Hadits.
Sebagaimana dalam al-Qur’an, dalam hadits juga banyak sekali sabda-sabda Rasulullah SAW yang menggambarkan mengenai kesabaran. Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi mencantumkan 29 hadits yang bertemakan sabar. Secara garis besar, hadits-hadits tersebut menggambarkan kesabaran sebagai berikut;
1. Kesabaran merupakan “dhiya’ ” (cahaya yang amat terang). Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan. Rasulullah SAW mengungkapkan, “…dan kesabaran merupakan cahaya yang terang…” (HR. Muslim)
2. Kesabaran merupakan sesuatu yang perlu diusahakan dan dilatih secara optimal. Rasulullah SAW pernah menggambarkan: “…barang siapa yang mensabar-sabarkan diri (berusaha untuk sabar), maka Allah akan menjadikannya seorang yang sabar…” (HR. Bukhari)
3. Kesabaran merupakan anugrah Allah yang paling baik. Rasulullah SAW mengatakan, “…dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.” (Muttafaqun Alaih)
4. Kesabaran merupakan salah satu sifat sekaligus ciri orang mu’min, sebagaimana hadits yang terdapat pada muqadimah; “Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur karena (ia mengatahui) bahwa hal tersebut adalah memang baik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut adalah baik baginya.” (HR. Muslim)
5. Seseorang yang sabar akan mendapatkan pahala surga. Dalam sebuah hadits digambarkan; Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya Allah berfirman, “Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian diabersabar, maka aku gantikan surga baginya.” (HR. Bukhari)
6. Sabar merupakan sifat para nabi. Ibnu Mas’ud dalam sebuah riwayat pernah mengatakan: Dari Abdullan bin Mas’ud berkata”Seakan-akan aku memandang Rasulullah SAW menceritakan salah seorang nabi, yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah, kemudia ia mengusap darah dari wajahnya seraya berkata, ‘Ya Allah ampunilah dosa kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.” (HR. Bukhari)
7. Kesabaran merupakan ciri orang yang kuat. Rasulullah SAW pernah menggambarkan dalam sebuah hadits; Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah.” (HR. Bukhari)
8. Kesabaran dapat menghapuskan dosa. Rasulullah SAW menggambarkan dalam sebuah haditsnya; Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullan SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, mara bahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut.” (HR. Bukhari & Muslim)
9. Kesabaran merupakan suatu keharusan, dimana seseorang tidak boleh putus asa hingga ia menginginkan kematian. Sekiranya memang sudah sangat terpaksa hendaklah ia berdoa kepada Allah, agar Allah memberikan hal yang terbaik baginya; apakah kehidupan atau kematian. Rasulullah SAW mengatakan; Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekiranya ia memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, ‘Ya Allah, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik unttukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu lebih baik bagiku.” (HR. Bukhari Muslim)
Bentuk-Bentuk Kesabaran
Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga hal; sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar untuk meninggalkan kemaksiatan dan sabar menghadapi ujian dari Allah:
1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah. Merealisasikan ketaatan kepada Allah, membutuhkan kesabaran, karena secara tabiatnya, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ditinjau dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk sabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah shalat. Kedua karena bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Ketiga karena keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad.
Kemudian untuk dapat merealisasikan kesabaran dalam ketaatan kepada Allah diperlukan beberapa hal,
(1) Dalam kondisi sebelum melakukan ibadah berupa memperbaiki niat, yaitu kikhlasan. Ikhlas merupakan kesabaran menghadapi duri-duri riya’.
(2) Kondisi ketika melaksanakan ibadah, agar jangan sampai melupakan Allah di tengah melaksanakan ibadah tersebut, tidak malas dalam merealisasikan adab dan sunah-sunahnya.
(3) Kondisi ketika telah selesai melaksanakan ibadah, yaitu untuk tidak membicarakan ibadah yang telah dilakukannya supaya diketahui atau dipuji orang lain.
2. Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan. Meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar, terutama pada kemaksiatan yang sangat mudah untuk dilakukan, seperti ghibah (baca; ngerumpi), dusta, memandang sesuatu yang haram dsb. Karena kecendrungan jiwa insan, suka pada hal-hal yang buruk dan “menyenangkan”. Dan perbuatan maksiat identik dengan hal-hal yang “menyenangkan”.
3. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah, seperti mendapatkan musibah, baik yang bersifat materi ataupun inmateri; misalnya kehilangan harta, kehilangan orang yang dicintai dsb.
Aspek-Aspek Kesabaran sebagaimana yang Digambarkan dalam Hadits
Dalam hadits-hadits Rasulullah SAW, terdapat beberapa hadits yang secara spesifik menggambarkan aspek-aspek ataupun kondisi-kondisi seseroang diharuskan untuk bersabar. Meskipun aspek-aspek tersebut bukan merupakan ‘pembatasan’ pada bidang-bidang kesabaran, melainkan hanya sebagai contoh dan penekanan yang memiliki nilai motivasi untuk lebih bersabar dalam menghadapi berbagai permasalahan lainnya. Diantara kondisi-kondisi yang ditekankan agar kita bersabar adalah :
1. Sabar terhadap musibah.
Sabar terhadap musibah merupakan aspek kesabaran yang paling sering dinasehatkan banyak orang. Karena sabar dalam aspek ini merupakan bentuk sabar yang Dalam sebuah hadits diriwayatkan, :
Dari Anas bin Malik ra, bahwa suatu ketika Rasulullah SAW melewati seorang wanita yang sedang menangis di dekat sebuah kuburan. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, ‘Bertakwalah kepada Allah, dan bersabarlah.’ Wanita tersebut menjawab, ‘Menjauhlah dariku, karena sesungguhnya engkau tidak mengetahui dan tidak bisa merasakan musibah yang menimpaku.’ Kemudian diberitahukan kepada wanita tersebut, bahwa orang yang menegurnya tadi adalah Rasulullah SAW. Lalu ia mendatangi pintu Rasulullah SAW dan ia tidak mendapatkan penjaganya. Kemudian ia berkata kepada Rasulullah SAW, ‘(maaf) aku tadi tidak mengetahui engkau wahai Rasulullah SAW.’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya sabar itu terdapat pada hentakan pertama.’ (HR. Bukhari Muslim)
2. Sabar ketika menghadapi musuh (dalam berjihad).
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda : Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian berangan-angan untuk menghadapi musuh. Namun jika kalian sudah menghadapinya maka bersabarlah (untuk menghadapinya).” HR. Muslim.
3. Sabar berjamaah, terhadap amir yang tidak disukai.
Dalam sebuah riwayat digambarkan; Dari Ibnu Abbas ra beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang melihat pada amir (pemimpinnya) sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaklah ia bersabar. Karena siapa yang memisahkan diri dari jamaah satu jengkal, kemudian ia mati. Maka ia mati dalam kondisi kematian jahiliyah. (HR. Muslim)
4. Sabar terhadap jabatan & kedudukan.
Dalam sebuah riwayat digambarkan : Dari Usaid bin Hudhair bahwa seseorang dari kaum Anshar berkata kepada Rasulullah SAW; ‘Wahai Rasulullah, engkau mengangkat (memberi kedudukan) si Fulan, namun tidak mengangkat (memberi kedudukan kepadaku). Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya kalian akan melihat setelahku ‘atsaratan’ (yaitu setiap orang menganggap lebih baik dari yang lainnya), maka bersabarlah kalian hingga kalian menemuiku pada telagaku (kelak). (HR. Turmudzi).
5. Sabar dalam kehidupan sosial dan interaksi dengan masyarakat.
Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, ‘Seorang muslim apabila ia berinteraksi dengan masyarakat serta bersabar terhadap dampak negatif mereka adalah lebih baik dari pada seorang muslim yang tidak berinteraksi dengan masyarakat serta tidak bersabar atas kenegatifan mereka. (HR. Turmudzi)
6. Sabar dalam kerasnya kehidupan dan himpitan ekonomi
Dalam sebuah riwayat digambarkan; ‘Dari Abdullah bin Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Barang siapa yang bersabar atas kesulitan dan himpitan kehidupannya, maka aku akan menjadi saksi atau pemberi syafaat baginya pada hari kiamat. (HR. Turmudzi).
Kiat-kiat Untuk Meningkatkan Kesabaran
Ketidaksabaran (baca; isti’jal) merupakan salah satu penyakit hati, yang seyogyanya diantisipasi dan diterapi sejak dini. Karena hal ini memilki dampak negatif dari amalan yang dilakukan seorang insan. Seperti hasil yang tidak maksimal, terjerumus kedalam kemaksiatan, enggan untuk melaksanakan ibadah kepada Allah dsb. Oleh karena itulah, diperlukan beberapa kiat, guna meningkatkan kesabaran. Diantara kiat-kiat tersebut adalah;
1. Mengkikhlaskan niat kepada Allah SWT, bahwa ia semata-mata berbuat hanya untuk-Nya. Dengan adanya niatan seperti ini, akan sangat menunjang munculnya kesabaran kepada Allah SWT.
2. Memperbanyak tilawah (baca; membaca) al-Qur’an, baik pada pagi, siang, sore ataupun malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan pentadaburan makna-makna yang dikandungnya. Karena al-Qur’an merupakan obat bagi hati insan. Masuk dalam kategori ini juga dzikir kepada Allah.
3. Memperbanyak puasa sunnah. Karena puasa merupakan hal yang dapat mengurangi hawa nafsu terutama yang bersifat syahwati dengan lawan jenisnya. Puasa juga merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabaran.
4. Mujahadatun Nafs, yaitu sebuah usaha yang dilakukan insan untuk berusaha secara giat dan maksimal guna mengalahkan keinginan-keinginan jiwa yang cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, kikir, dsb.
5. Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di dunia. Karena hal ini akan memacu insan untuk beramal secara sempurna. Sedangkan ketidaksabaran (isti’jal), memiliki prosentase yang cukup besar untuk menjadikan amalan seseorang tidak optimal. Apalagi jika merenungkan bahwa sesungguhnya Allah akan melihat “amalan” seseorang yang dilakukannya, dan bukan melihat pada hasilnya. (Lihat QS. 9 : 105)
6. Perlu mengadakan latihan-latihan untuk sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan televisi misalnya. Kemudian melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah, dsb.
7. Membaca-baca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi’in maupun tokoh-tokoh Islam lainnya. Karena hal ini juga akan menanamkan keteladanan yang patut dicontoh dalam kehidupan nyata di dunia.
Penutup
Inilah sekelumit sketsa mengenai kesabaran. Pada intinya, bahwa sabar mereupakan salah satu sifat dan karakter orang mu’min, yang sesungguhnya sifat ini dapat dimiliki oleh setiap insan. Karena pada dasarnya manusia memiliki potensi untuk mengembangkan sikap sabar ini dalam hidupnya.
Sabar tidak identik dengan kepasrahan dan menyerah pada kondisi yang ada, atau identik dengan keterdzoliman. Justru sabar adalah sebuah sikap aktif, untuk merubah kondisi yang ada, sehingga dapat menjadi lebih baik dan baik lagi. Oleh karena itulah, marilah secara bersama kita berusaha untuk menggapai sikap ini. Insya Allah, Allah akan memberikan jalan bagi hamba-hamba-Nya yang berusaha di jalan-Nya.
Wallahu A’lam
By. Rikza Maulan, Lc. M.Ag.

Kamis, 29 September 2011

Potensi Jawa Timur

Keadaan Umum Daerah Jawa Timur

Jawa Timur sebagai bagian dari Negara Republik Indonesia memiliki pemerintahan yang didasarkan pada Undang - undang No . 5 tahun 1974 tentang pokok - pokok pemerintahan di Daerah. Berdasarkan Undang - undang tersebut daerah ini memiliki otonomi. Artinya bahwa Jawa Timur merupakan satu kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berhak dan berwenang serta berkewajiban mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Indonesia sesuai Undang - undang yang berlaku .
Sehubungan dengan hal tersebut sebelum masuk pada uraian rinci, Jawa Timur secara umum dapat diuraikan sebagai berikut :
Luas Wilayah Daerah Tingkat I Jawa Timur adalah 157.922 Km2 yang terdiri atas :
1. Wilayah
a.  Luas Daerah: 47.042,17 Km2
Terdiri dari :
- Persawahan : 12.483,66 Km2
- Pertanian Tanah Kering : 11.619,32 Km2
- Kebun Campur : 613,36 Km2
- Perkebunan : 1.518,39 Km2
- Hutan : 12.251,24 Km2
- Padang Rumput/Tanah kosong : 236,82 Km2
- Rawa/Danau/Waduk : 88,75 Km2
- Tambak/Kolam : 705,82 Km2
- Tanah Tandus/Rusak/Alang-alang : 1.323,53 Km2
- Lain-lain : 798,14 Km2
b. Luas Lautan : 110.000,00 Km2
c. Jumlah Pulau dan Pulau kecil : 74 Pulau
2. Propinsi Dati 1 Jawa Timur terletak pada 110°54BT Sampai 115°57BT 5° 371 LS sampai 8°48LS
Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Jawa, Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Bali dan Selat Bali, Sebelah Barat berbatasan dengan propinsi Jawa Tengah dan sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Hindia .
Berdasarkan karakteristik fisik secara umum, Jawa Timur terbagi atas 4 (empat) Karakteristik wilayah yaitu :
a. Wilayah I mencakup dataran tinggi bagian tengah merupakan wilayah subur dan berkembang
b. Wilayah II mencakup dataran rendah bagian utara merupakan wilayah dengan kesuburan sedang dan tingkat perkembangan sedang.
c. Wilayah III mencakup wilayah Pegunungan kapur Selatan merupakan wilayah tandus , tidak subur dan belum begitu berkembang
d. Wilayah IV merupakan wilayah kepulauan, masih merupakan wilayah yang kemudahan hubungannya kurang dan belum berkembang .
A. ADMINISTRASI PEMERINTAHAN
Secara administrasi Propinsi Jawa Timur terdiri :
- Pembantu Gubernur : 7
- Kabupaten Dati II : 29
- Kotamadya Dati II : 8
- Kota Administratif : 2
- Pembantu Bupati : 144
- Pembantu Walikota : 5
- Kecamatan : 615
- Perwakilan Kecamatan : 110
- Kelurahan : 660
- Desa : 7.740
Selanjutnya Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Timur dan Daerah Tingkat II dilengkapi dengan Dinas - dinas Daerah sebagai unsur pelaksana dibidang otonomi Daerah Sekertaris Wilayah / Daerah sebagai unsur staf / pembantu pimpinan , sekretaris DPRD sebagai unsur staff / pembantu pimpinan DPRD. Perangkat pemerintah Propinsi Jawa Timur juga dilengkapi dengan instansi - instansi vertikal sebagai aparat dekosentrasi yaitu Kantor Wilayah Departemen dan Kantor Wilayah Direktorat Jendral dan sebagainya .
B. FISIK GEOGRAFIS
1. Topografi
Berdasarkan karakteristik tinggi tempat diatas permukaan laut ( dpl ) , Jawa Timur terbagi atas 3 kelompok wilayah yaitu :
a. 0 - 500 m , (dpl ) meliputi 83 % dari luas wilayah darat Jawa Timur dan morfologinya relatif datar.
b. 500 - 1. 000 m. ( dpl ) meliputi sekitar 11% dari luas wilayah darat Jawa Timur dengan morfologi berbukit dan bergunung - gunung .
c. 1.000 m. (dpl), meliputi sekitar 6 % dari luas wilayah darat Jawa Timur dengan morpologi terjal.
2. Geologi
Struktur Geologi Jawa Timur di dominasi oleh Alluvium dan bentukan hasil gunung api kwarter muda, keduanya meliputi 44,5 % dari luas wilayah darat , sedangkan bantuan yang relatif juga agak luas persebarannya adalah miosen sekitar 12,33 % dan hasil gunung api kwarter tua sekitar 9,78 % dari luas total wilayah daratan. Sementara itu batuan lain hanya mempunyai proporsi antara 0 - 7% saja.
Batuan sedimen Alluvium tersebar disepanjang sungai Brantas dan Bengawan Solo yang merupakan daerah subur. Batuan hasil gunung api kwater muda tersebar dibagian tengah wilayah Jawa Timur membujur kearah timur yang merupakan daerah relatif subur.
Batuan Miosen tersebar disebelah selatan dan utara Jawa Timur membujur kearah Timur yang merupakan daerah kurang subur Bagi kepulauan Madura batuan ini sangat dominan dan utamanya merupakan batuan gamping.
Dari beragamnya jenis batuan yang ada, memberikan banyak kemungkinan mengenai ketersediaan bahan tambang di Jawa Timur.
Atas dasar struktur, sifat dan persebaran jenis tanah diidentifikasi karakteristik wilayah Jawa Timur menurut kesuburan tanah:
a. Jawa Timur bagian Tengah Merupakan daerah subur , mulai dari daerah kabupaten Banyuwangi. Wilayah ini dilalui sungai - sungai Madiun, Brantas, Konto, Sampean.
b. Jawa Timur bagian Utara
Merupakan daerah Relatif tandus dan merupakan daerah yang persebarannya mengikuti alur pegunungan kapur utara mulai dari daerah Bojonegoro , Tuban kearah Timur sampai dengan pulau Madura.
3. Kemampuan Tanah.
Kemampuan tanah yang dimaksud adalah kemampuan dalam rangka dukungannya untuk suatu penggunaan tertentu , yang didasarkan atas faktor drainase, kelerengan, kedalaman tanah, tutupan batuan serta erosi .

Kriteria penilaian faktor - faktor kemampuan tanah tersebut adalah :
a. Keterangan
- Lereng 0 - 15 % kemungkinan penggunaan kegiatan pertanian dan permukiman, mencakup sekitar 64% luas daratan Jawa Timur.
- Lereng 16 - 40 % kemungkinan penggunaan untuk kegiatan pertanian tanaman tahunan keras.
- Mencakup 18 % luas wilayah daratan Jawa Timur.
- Diatas 40% merupakan wilayah yang sebaiknya dihutankan sebagai wilayah penyangga, air dan penyangga keseimbangan ekosistem.
b. Drainase
- Wilayah dengan drainase baik , meliputi 95% luas total wilayah darat Jawa Timur.
- Wilayah dengan drainase kurang baik ( kadang - kadang tergenang ) meliputi 22,5% dari luas total wilayah daratan Jawa Timur.
- Wilayah dengan drainase tidak baik, meliputi sekitar 1,48% luas total wilayah darat an Jawa Timur.
c. Tutupan Batuan
- Berbatu meliputi 5,33% dari luas total wilayah daratan Jawa Timur.
- Tidak berbatu meliputi 94,67% dari luas total wilayah darat Jawa Timur.
d. Erosi
- Erosi ringan ( kikisan tanah antara 0 -10%)meliputi 23,12 % dari total wilayah dari Jawa Timur.
- Erosi berat ( kikisan tanah mulai 50 - 75 %) meliputi 0,37%dari luas total wilayah darat Jawa Timur.
- Tidak ada erosi meliputi 76,51%dari luas total wilayah darat Jawa Timur.
C. IKLIM
Berdasarkan sistem klasifikasi Schmidt dan Ferguson sebagian wilayah besar wilayah (52%) Jatim mempunyai iklim tipe D. Keadaan maksimum suhu maksimum rata - rata mencapai 33°C sedangkan suhu minimum rata - rata mencapai 22°C. Keadaan curah hujan pertahun di Jawa Timur mempunyai karakteristik Sebagai berikut :
a . < 1.750 mm ; meliputi 35,54%
b. 1.750 - 2.000 mm ; meliputi 44,00%
c. > 2.000 mm ; meliputi 20,46%
Dan pada ketinggian di atas + 500 m. mempunyai fungsi hidrologis yang penting dan memerlukan usaha pengawetan tanah dan air.
D. HIDROLOGIS
Sebagian besar wilayah Jawa Timur di aliri sungai, 2 buah sungai yang besar adalah kali Brantas sepanjang 317 Km dan Bengawan Solo sepanjang 540 Km . Keberadaan sungai - sungai tersebut selain untuk pengairan dan prasarana transportasi antar daerah juga didayagunakan untuk bendungan , pembangkit energi, perikanan dan wisata. Selain dari sungai - sungai tersebut, keadaan hidrologis Jawa Timur juga ditentukan oleh adanya rawa - rawa maupun telaga, bendungan, waduk, mata air dan sumur bor.
E. POLA KAWASAN
a. Kawasan Permukiman
Kawasan permukiman di Jawa Timur tersebut dalam wujud kota besar, Kota Sedang, Kota Kecil dan permukiman pedesaan, biasanya terdapat kawasan induk yang relatif lebih besar dan bersifat lebih kekotaan serta kawasan yang terpencar, baik pada wilayah sub - urban maupun di tengah kawasan pertanian. Persebaran geografis permukiman dipengaruhi oleh nilai ekonomis lokasi terhadap fasilitas, baik jalan maupun fasilitas perhubungan lainnya.
b. Kawasan Sawah dan Tegalan
Pola persebaran kawasan sawah dan tegalan cenderung mengikuti sistem daerah aliran sungai yang ada. Areal tegalan terutama merupakan ciri dari wilayah dataran tinggi, jadi masalahnya bukan karena pembangunan irigasi belum menjangkau dan areal tegalan juga memberikan kontribusi penting penyediaan kebutuhan hasil pertanian selain padi.
c. Kawasan Perkebunan
Untuk menentukan pola kawasan perkebunan agak sulit, karena ada 2 hal :
- Jenis tanaman ada yang bersifat tanaman musiman dan ada tanaman tahunan, luas tanamam musiman tidak menentu tergantung pada pola pasar .
- Tidak semua kawasan perkebunan merupakan kawasan perkebunan yang di olah secara khusus termasuk dalam perhitungan adalah tanaman perkebunan dipekarangan.
d. Kawasan Hutan
Menurut pola penggunaan kawasan hutan di Jawa Timur ada berbagai macam , diantaranya untuk cagar alam , hutan wisata , calon taman nasional, hutan lindung , reboisasi , tumpang sari serta hutan prodoksi.Sedangkan prodoksi hutan di Jawa Timur merupakan salah satu komoditas ekspor non migas yang perlu terus ditingkatkan, namun tanpa mengorbankan fungsi hutan dalam upaya melestarikan tanah, air, serta tetap terjaganya kesuburan tanah.
e. Kawasan Perikanan
Jawa Timur mempunyai potensi perikanan darat diantaranya tambak, kolam, sawah tambak, menanam padi keramba dan perairan umum. Areal perikanan laut Jawa Timur merupakan areal penangkapan ikan yang potensial .
f. Kawasan Peternakan
Propinsi Jawa Timur adalah merupakan daerah produksi ternak, yaitu 40% dari seluruh jenis ternak di Indonesia. Selain merupakan daerah produksi ternak potong, Propinsi Jawa Timur juga merupakan daerah sumber ternak untuk seluruh wilayah Indonesia. Hasil utama produksi peternakan adalah daging , telur dan susu, sedangkan hasil produksi perternakan yang diekspor adalah kulit, tulang dan bulu bebek .
g. Kawasan Lainnya
Termasuk dalam kawasan ini antara lain kawasan pertambangan , kawasan tersebut khusus untuk mineral mengikuti pola persebaran bantuan induknya. Sementara itu wilayah sungai juga merupakan kawasan penggalian pasir seperti di sungai Lesti , Brantas dan sebagainya.
Kawasan yang secara khusus digunakan untuk pembangkit energi al: Waduk Sutami, paiton, Senguruh dan sebagainya . luas kawasan ini relatif kecil, namun dampaknya tetap perlu diperhitungkan.
F. KEPENDUDUKAN DAN SOSIAL
a. Jumlah Pertumbuhan dan Kepadatan Penduduk .
Jumlah penduduk propinsi Jawa Timur pada tahun 1989 adalah 29,188.852 jiwa, sedangkan pada tahun 1990 menurut sensus penduduk meningkat menjadi 32.48 juta jiwa . Menurut catatan SUSENAS 1994 dan data BPS. jumlah penduduk Jawa Timur tahun 1994 sebesar 33.423.234 jiwa dengan tingkat kepadatan rata - rata 689 jiwa / km2
b. Ketenagakerjaan.
Dilihat dari jumlah penduduk yang cukup besar, berarti Jawa Timur potensial akan tersedianya tenaga kerja dan hal ini akan mendukung program - program pembangunan yang ada .
G. PEREKONOMIAN DAN SEKTOR LAPANGAN USAHA
a. Keadaan Perekonomian Secara Umum
Secara nasional Jawa Timur adalah merupakan pemasok pangan yang terbatas sehingga kegiatan pertanian merupakan lapangan usaha yang sangat menentukan dalam struktur perekonomian Jawa Timur. Sektor lapangan usaha lainnya yang juga potensial adalah perdagangan, hotel, restoran , serta sektor industri pengolahan. Struktur kontribusi lapangan usaha yang demikian ini menunjukkan bahwa perekonomian Jawa Timur sudah menampakkan perkembangan kearah kemantapan, yaitu perkembangan industri dan jasa yang di dukung oleh pertanian yang tangguh. Kemampuan perekonomian Jawa Timur yang seperti diuraikan diatas pada hakekatnya memberikan implikasi adanya potensi perkembangan dan pengembangan yang dapat dipacu lebih pesat pada masa - masa mendatang .
b. Lapangan Usaha Pertanian
Lapangan usaha pertanian didalam struktur perekonomian Jawa Timur sampai saat ini masih tetap memegang peranan penting , hal tersebut nampak pada sumbangannya terhadap produk regional domestik bruto Propinsi Jawa Timur.
Selain peranannya terhadap struktur perekonomian daerah , Sub - sektor pertanian rakyat juga mampu berperan terhadap stok pangan Nasional.
Jawa Timur pada tahun mendatang tetap bertekat terus mengupayakan peningkatan produksi pangan dalam rangka pelestarian swasembada pangan sebagaimana yang telah dicapai saat ini .
c. Lapangan Usaha Perdagangan dan Koperasi
Nilai ekspor hasil perdagangan Jawa Timur dari tahun ke tahun semakin meningkat, membuktikan bahwa iklim pembangunan dibidang perdagangan Jawa Timur semakin membaik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya dukungan dan terobosan - terobosan dipasaran potensial bagi eksport migas dan non migas disamping mempertahankan serta terus meningkatkan volume dan nilai eksportnya. Sedangkan untuk koperasi Jawa Timur berupaya mewujudkan Propinsi Koperasi melalui gerakan nasional sadar koperasi serta menciptakan demokrasi ekonomi sampai ditingkat pedesaan.
d. Pertambangan dan Energi
Dari berbagai potensi pertambangan yang ada di Jawa Timur diharapkan pendapatan dari sektor pertambangan dapat semakin meningkat.Dalam rangka tata ruang, persebaran lokasi bahan tambang perlu diperhatikan dalam usaha pengamanan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Sementara itu dalam hal pembangunan dibidang energi khususnya tenaga listrik di Jawa Timur menunjukkan peningkatan yang cukup besar. Hal ini dapat di buktikan dengan bertambahnya jumlah desa yang terjangkau program listrik pedesaan. Selain listrik, energi gas juga diproduksi oleh perusahaan gas negara Jawa Timur bagaimanapun masih tetap baik mengingat kemungkinan dapatnya dikembangkan gas bumi seperti diduga sekitar Gresik dan Madura. Sekitar peningkatan pembangunan di bidang energi memberikan harapan bahwa perkembangan kegiatan hingga ke pelosok pedesaan akan dapat dipacu peningkatannya dalam rangka pengembangan wilayah Jawa Timur secara keseluruhan .
e. Pariwisata
Kepariwisataan di Jawa Timur pada hakekatnya adalah merupakan jasa pemanfaatan sumber alam dan lingkungan hidup yang memiliki kekhususan seperti : budaya, peninggalan sejarah, pemandangan alam dsb. Potensi obyek wisata yang ada di Jawa Timur meliputi:
- Wisata Pantai
- Wisata pegunungan / Hutan / Rekreasi
- Wisata Goa
- Wisata Telaga , Danau , Bendungan
- Wisata budaya Musium , Candi , Makam ,Benteng , Kesenian Tradisional dsb.
Potensi perkembangan kepariwisataan di Jawa Timur dapat digali dan ditingkatkan karena pemanfaatan saat ini maksimal. Hal ini terbukti dari masih kurangnya prasarana penujang berupa jalan dan fasilitas lainnya serta kegiatan paket lainnya.
H. SISTEM TRANSPORTASI
a. Sistem Transportasi Wilayah Secara Keseluruhan
Sistem transportasi di Jawa Timur terdiri atas transportasi jalan raya , kereta api , laut / feri, dan Udara. Secara keseluruhan sistem transportasi jalan raya. Prasarana dan sarana transportasi yang ada, pada prinsipnya telah menjangkau hampir seluruh Jawa Timur sampai ke desa - desa .
b. Sistem Transportasi Jalan Raya
Dilihat dari volume arus lalu lintas dan jenis kendaraan yang ada, maka jaringan jalan utama regional di Jawa Timur :
- Ruas jalan Surabaya - Madiun - Ngawi
- Surabaya - Mojokerto - Madiun - Ngawi
- Surabaya - Probolinggo - Banyuwangi
- Probolinggo - Jember - Banyuwangi
- Malang - Blitar - Kediri
- Surabaya - Babat - Tuban
- Kamal - Bangkalan - Pamekasan - Sumenep - Terminal - terminal utama yang terkait dengan pergerakan transportasi regional terdapat pada semua kota baik sedang maupun besar . Sementara itu kendaraan transportasi antar wilayah yang cukup menonjol adalah bus , truk / trailer .
c. Sistem Transportasi Kereta Api
Jaringan rel kereta api di Jawa Timur pada dasarnya menjangkau sebagian besar wilayahnya, namun demikian jaringan rel kereta api yang di operasikan hanya sebagian saja , karena alasan kelayakan dan masalah pemeliharaan jaringan kereta api yang tidak di operasikan sangat berat karena cukup banyaknya pembangunan pemukiman yang mengarah pada batas sempedan rel kereta api .
Orientasi pengembangan sarana kereta api jangka panjang akan diarahkan pada pendaya gunaan prasarana dan sarana yang ada dengan ditambah pengadaan prasarana dan sarana yang baru dengan teknologi yang lebih baik dan secara keseluruhan peranan perkereta apian di Jawa Timur masih dapat diharapkan berkembang.
d. Sistem transportasi Udara
Prasarana dan sarana transportasi udara di Jawa Timur pada hakekatnya bukan ditunjukkan untuk pelayanan kegiatan intra regional namun juga antar propinsi dan internasional. hal ini dibuktikan dengan adanya pelabuhan udara Juanda yang merupakan pelabuhan udara utama di Jawa Timur. Selain di Malang berfungsi sebagai bulabuhan Militer dan di rencanakan untuk peningkatannya sebagai pelabuhan penerbangan umum . Disamping itu terdapat pula penerbangan udara Iswahyudi di Madiun untuk kepentingan Militer dan Trunojoyo di Sumenep untuk pelabuhan perintis.
e. Sistem Transportasi Laut
Sistem transportasi laut secara Nasional menempatkan pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya) sebagai salah satu dari empat pelabuhan Utama di Indonesia. Usaha yang telah dilakukan dalam rangka mengisi peranan tersebut sampai saat ini masih terbatas pada peningkatan efesiensi dan efektifitas pelayanan jasa angkutan laut , sehingga dapat menunjang kelancaran arus barang dan meningkatkan pertumbuhan perdagangan antar pulau serta eksport/import. Di samping itu Jawa Timur juga dilengkapi dengan pelabuhan laut pembantu yang ada di Meneng, Gresik, Probolinggo, Panarukan, Kalianget, Pasuruan, Lamongan dan Tuban.
f. Sistem Telekomonikasi
Kemajuan teknologi dibidang komunikasi di Jawa Timur telah diterapkan dan hampir menjangkau wilayah propinsi. Sementara itu untuk telex, faximile sudah menyebar pada kota - kota besar dan beberapa kota sedang di Jawa Timur, khususnya untuk kegiatan pemerintahan pengusaha SSB dan telex telah berjalan sangat efektif. Prasarana dan sarana telepon juga telah mudah dijangkau bahkan pada tingkat kelurahan / desa. Melalui penggunaan sarana telekomunikasi, tampak, bahwa perkembangan telekomunikasi di Jawa Timur. Baik untuk bisnis maupun sosial cukup pesat dan dapat dirasakan potensinya dalam mendukung pembangunan dan perkembangan daerah sampai kepelosok .