Senin, 25 April 2011

Konsumtif Vs Produktif


KONSUMTIF VS PRODUKTIF Feb 23, '09 10:54 PM
untuk
Konsumtif adalah kata sifat, berasal dari kata dasar “konsumsi” maka dengan demikian kata konsumtif berarti sifat mengkonsumsi, memakai, menggunakan, menghabiskan sesuatu. Sementara produktif adalah bentuk ajektif dari kata benda produksi. Arti produktif adalah “banyak hasilnya”, atau bisa kita artikan “terus menerus menghasilkan”. Bila kata konsumtif dan produktif kita kaitkan dengan kebiasaan anak belajar di sekolah, maka hal ini erat kaitannya dengan budaya belajar anak dan budaya mengajar guru.
Budaya konsumtif dalam artian belajar, ditandai dengan kebiasaan anak menerima informasi secara pasif: mencatat - mendengar – meniru. Sedangkan budaya produktif adalah kebiasaan anak untuk menghasilkan karya atau gagasan: menulis gagasan – merancang atau membuat model - meneliti - memecahkan masalah - menemukan gagasan baru. Melihat dua kata itu, sudah selayaknya guru perlu memilih “budaya produktif” agar terciptanya generasi yang profesional, produktif, dan efisien.

Walaupun hari ini mungkin belum ada research dan juga belum ada data sahih, disinyalir sejumlah out put kurang produktif. Mereka tidak memiliki keberanian mengungkapkan gagasan, kurang terampil memecahkan masalah, kurang mahir merencanakan penelitian, tidak sanggup mengambil keputusan dengan mempertimbangkan risiko, tidak mampu berpikir alternatif untuk menemukan solusi masalah yang beragam, cenderung cepat putus asa jika menemui masalah yang sulit dipecahkan. Padahal kebiasaan produktif merupakan sikap bawaan anak sejak kecil sebab setiap anak kecil memiliki dua sikap dasar, yaitu sikap ingin tahu dan sikap imajinatif. Jika saja kedua sikap ini dikembangkan dengan serius anak akan terlatih menjadi produktif.

Bila kita semua ingin merubah peran anak sebagai ‘produsen’ seimbang dengan peran ‘konsumen’, guru perlu melakukan “educative teaching” dengan memerankan dirinya sebagai fasilitator. Educative Teaching adalah pengajaran yang melibatkan dan menghargai pemikiran/tindakan anak untuk menilai sesuatu yang akan dipelajari. Karena itu, penanaman keyakinan terhadap sesuatu konsep/prinsip tidak cukup hanya menyediakan bukti-bukti tetapi juga perlu mendorong anak untuk mencari/menyediakan bukti sendiri dan menilai bukti yang disajikan sebelum suatu konsep/prinsip dapat diterima dan dipahaminya.



Tag: konsumtif, produktif, budaya
Sebelumnya: MENGENAL GAYA BELAJAR ANAK
Selanjutnya : BELAJAR BERBASIS SEGALA SUMBER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jadikanlah Anda Inspirasi bagi orang lain, Semoga hari Anda menyenangkan dan terimakasih atas komentarnya..