Rabu, 20 April 2011

Tangis terakhir Nabi Muhammad SAW



Tiba-tiba ada ucapan salam. “Boleh saya masuk?” lelaki itu bertanya. Namun Fatimah tidak mengizinkannya masuk ruangan. “Maaf, ayah saya sedang sakit, “kata Fatimah. Ia berbalik kembali dan menutup pintu.

Nabi Muhammad saw. membuka matanya dan bertanya, “Siapa dia, putriku?”

“Aku tidak tahu ayah. Ini pertama kali aku melihatnya,” kata Fatimah lembut.

“Ketahuilah putriku, dia adalah orang yang menghapuskan kenikmatan sementara! Dialah yang menceraikan persahabatan di dunia. Dialah sang Malaikat Maut,” kata Rasulullah saw.

Fatimah menahan genangan air matanya.

Malaikat maut datang kepada-Nya, tetapi Rasulullah saw. bertanya mengapa Jibril tidak datang bersamanya.

Kemudian Rasulullah saw. menatap putrinya dengan pandangan nanar, seolah-olah ia tak ingin kehilangan setiap bagian dari wajah putrinya.

Kemudian, Jibril dipanggil. Jibril sebenarnya telah siap dia langit untuk menyambut ruh Rasulullah sang pemimpin Bumi.

“Wahai Jibril, jelaskan kepadaku tentang hak-hakku di hadapan Allah!”, Rasulullah saw. meminta dengan suara yang sangat lemah.

“Pintu-pintu langit telah dibuka. Para malaikat sedang menunggu ruh Anda. Semua pintu Surga terbuka luas menunggu Anda” kata Jibril.

Namun, kenyataannya, jawaban itu tidak membuat Rasulullah saw. lega.

Matanya masih penuh kekhawatiran.

“Anda tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril.

“Ceritakan tentang nasib umatku di masa depan?” kata Rasulullah saw.

“Jangan khawatir, wahai Rasulullah, saya mendengar Allah berkata:” Aku haramkan Surga untuk semua orang, sebelum umat Muhammad memasukinya, ” kata Jibril.

Waktu bagi malaikat Izrail melakukan pekerjaannya semakin dekat dan dekat.

Perlahan-lahan, ruh Rasulullah saw. dicabut.

Tampak tubuh Rasulullah saw. bermandikan peluh, saraf lehernya menegang.

“Jibril, betapa sakit ini!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam sallalahu mengerang dengan perlahan.

Fatimah memejamkan mata, Ali yang duduk di sampingnya tertunduk dalam dan Jibril pun memalingkan mukanya.

“Apakah aku sedemikian menjijikkan sehingga engkau memalingkan muka wahai Jibril?” Rasulullah saw. bertanya.

“Siapa yang bisa tahan melihat Kekasih Allah di ambang sakaratul mautnya?” kata Jibril.

“Bukan untuk berlama-lama,” kemudian Rasulullah saw. mengerang karena sakit yang tak tertahankan.

“Ya Allah betapa besar Sakaratul maut ini. Berikan kepadaku semua rasa sakit, tapi jangan untuk Umatku.”

Tubuh Rasulullah saw. mendingin, kaki dan dadanya tidak bergerak lagi.

Dengan berlinang air mata, bibirnya bergetar seakan ingin mengatakan sesuatu.

Ali mendekatkan telinganya ke Rasulullah saw., “Jagalah shalat dan jagalah orang-orang lemah di antara kamu.”

Di luar ruangan, ada tangisan, ada kegaduhan. Para sahabat saling berpelukan. Fatimah menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Sekali lagi, Ali mendekatkan telinganya ke Rasulullah saw. dan dengan mulut yang telah membiru serta air mata berlinang, Rasulullah berucap lirih: “Ummatii , Ummatii, Ummatii…” “Umatku, umatku, umatku…“
Alamat Artikel :http://blog.al-habib.info/id/tangis-terakhir-nabi-muhammad/

Dari Allah tentang Cinta


Cinta adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Cinta berada di dalam hati kita namun dapat memancar keluar dengan aneka rupa ekspresinya. Cinta dapat membangun akhlak serta mendikte langkah dan tingkah laku kita.

Sebagai seorang muslim, marilah kita lihat apa yang Allah sampaikan tentang cinta di dalam kitab-Nya, Al Qur’an.
Cinta atas kesenangan dunia

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia , yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunkecintaan kepada apa-apa yang diinginiia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). [Ali Imran, 3:14]

… mereka (orang-orang kafir) mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat,… [An Nahl, 16:107]

Mengorbankan apa yang dicintai

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. [Ali Imran, 3:92]

Cinta orang yang beriman

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. [Al Baqarah, 2:165]

… tetapi Allah menjadikan kamu “cinta” kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, [Al Hujurat, 49:7]

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad saw.), niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Ali Imran, 3:31]
Almat Artikel :http://blog.al-habib.info/id/dari-allah-tentang-cinta-4/

Mengapa Doa Ditangguhkan..?



Segala puji bagi Alloh SWT yang senantiasa memberikan anugerah bagi kita sekalian.

Sholawat salam semoga senantiasa tecurah pada baginda Nabi Muhammad SAW.

Islam sedah mengajarkan kepada kita semua agar senantiasa berdo`a kepada Alloh SWT,
Bahkan dalam sebuah Hadits bersabda ;

“Berdo`a Itu Ibadah”

(HR.AbuDaud dari An-Nu`man bin basyir r.a Kitab Al-Adzkar Hal 345)

Firman Allah SWT ;

“Dan Tuhanmu berfirman : Berdo`alah kepada-KU niscaya akan aku kabulkan.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku mereka akan masuk neraka jahanam dengan penuh kehinaan “ (Q.S. Al-Mu`min:60)

Ayat di ataas sangat jelas, bahwa Alloh SWT yang Maha Mendengar akan mengabulkan
Do`a hamba-Nya. Namun dalam kenyataannya, masih sering kita mendengar keluhan dari banyak saudara kita, “setiap hari aku menengadahkan tangan memohan kepada Alloh SWT,
Tetapi apa yang dimintanya tidak kunjung di jawab”. Timbul pertanyaan “Mengapa permohonan kita itu masih belum di kabulkan oleh Alloh SWT ?”

Untuk mengetahui kendala-kendaladi kabulkannya do`a tersebut, berikut nasehat seorang Syekh Imam Ibrahim bin Adam’ yang di tukil dari “Kitab Hayatul Qulub”.

Diriwayatkan oleh ‘Imam Syaqiq Al-Balkhi’, bahwa ketika Imam Ibrahim berjalan ke pasar Basrah (Kota terkenal di Iraq), beliau menerima pertanyaan dari sebagian penduduk “Mengapa nasib kami masih belum berubah, padahal siang dan malam kami selalu berdo`a, padahal Alloh SWT telah berjanji akan mengabulkan-Nya”.

Syekh Imam Ibrahim bin Adham menjawab dengan tegas: “Wahai penduduk Basyrah ! Hati kalian telah mati pada sepuluh perkara, maka bagaimana mungkin do’a kalian akan dikabulkan.?”

Kemudian beliau menyampaikan sepuluh kendala tersebut, yaitu:

1. “Kalian mengenal Alloh SWT, tetapi tidak memenuhi hak-Nya.”
2. “Kalian membaca Al-Quran tapi tidak mengamalkan isi-Nya.”
3. “Kalian mengaku cinta kepada Rasululloh, tetapi sunah-Nya ditinggalkan,”
4. “Kalian mengaku memusuhi syetan, tetapi mematuhi dan menyetujuinya.”
5. “Kalian mengaku ingin masuk surga, tetapi tidak mau beramal untuk [meraih]-nya.”
6. “Kalian mengaku ingin selamat dari api neraka, tetapi menjerumuskan diri kalian sendiri kedalamnya.”
7. “Kalian sibuk memeikirkan dan mengurus aib saudara kalian, tetapi tidak melihat aib diri sendiri.”
8. “Kalian memerintah kepada manusia untuk berbuat baik, tetapi melupakan diri sendiri.”
9. “Kalian memerintahkan orang lain untuk mengeluarkan zakat, tetapi engkau tidak mengeluarkannya.”
10. “Kalian ikut menguburkan orang yang meninggal, tetapi tidak mengambil pelajaran dari peristiwa itu.”

Alamat Artikel :

Cinta di Akhir Hayat Nabi Muhammad SAW


Berikut ini adalah sepenggal kisah dari episode kehidupan Nabi Muhammad saw yang dinukil dari kitab “Duratun Nashihin”. Kisah ini menggambarkan keadilan Rasulullah dan kecintaan para sahabatnya. Sebuah cinta yang berlandaskan iman dan berbalas surga.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Bahwa setelah dekat wafat Nabi Muhammad SAW, Beliau memerintahkan Bilal untuk menyerukan shalat kepada manusia. Bilal lalu menyerukan Adzan dan berkumpullah para Sahabat Muhajirin dan Anshar ke Masjid Rasulullah SAW. Beliau mengerjakan shalat dua rakaat ringan bersama para sahabat. Kemudian naik mimbar, memuji dan menyebut keagungan Allah SWT.

Beliau berkhutbah dengan sebuah khutbah yang dalam, hati menjadi takut karenanya, dan air mata bercucuran karenanya.

Kemudian Beliau bersabda: “Wahai sekalian muslimin, sesungguhnya aku adalah seorang Nabi kepada kamu, pemberi nasihat dan berda’wah kepada Allah SWT dengan seijinNya. Dan aku berlaku kepadamu sebagai seorang saudara yang menyayangi dan sekaligus sebagai ayah yang belas kasih. Barang siapa diantara kamu yang mempunyai suatu penganiayaan pada diriku, maka hendaklah dia berdiri dan membalas kepadaku sebelum datang balas membalas di hari kiamat.”

Tidak ada seorangpun yang berdiri menghadapnya, sehingga Beliau bersabda demikian kedua kali dan ketiga kalinya. Barulah berdiri seorang laki-laki bernama Akasyah bin Muhshin.

Berdirilah dia di depan Nabi Muhammad SAW dan berkata: “Demi Ayah dan Ibuku sebagai tebusanmu Ya Rasulullah, seandainya engkau tidak mengumumkan kepada kami berkali-kali, tentu aku tidak akan mengajukan sesuatu mengenai itu. Sungguh aku pernah bersamamu di Perang Badar. Saat itu untaku mendahului untamu. Maka turunlan aku dari unta dan mendekatimu agar aku dapat mencium pahamu. Tetapi engkau lalu mengangkat tongkat yang biasa engkau pergunakan untuk memukul unta agar cepat jalannya dan engkau pukul lambungku. Aku tidak tahu apakah itu atas kesengajaan dirimu atau engkau maksudkan untuk memukul untamu ya Rasulullah?”.

Rasulullah bersabda: “Mohon perlindungan kepada Allah hai Akasyah, kalau Rasulullah sengaja memukulmu.”

Bersabda lagi Beliau kepada Bilal: “Hai Bilal, berangkatlah ke rumah Fathimah dan ambilkan tongkatku.”

Maka keluarlah Bilal dari Masjid sedang tangannya diatas kepalanya: “Ini adalah Rasulullah, sekarang Beliau memberikan dirinya untuk diqishash.”

Dia mengetuk pintu Fathimah, dan bertanyalah Fathimah: “Siapa yang ada di depan pintu?”

Bilal menjawab: “Aku datang untuk mengambil tongkat Rasulullah”

Fathimah bertanya: “Hai Bilal, apa yang akan diperbuat Ayah dengan tongkat itu?”

Bilal menjawab: “Hai Fathimah, Ayahmu memberikan dirinya untuk di qhisash.”

Fathimah bertanya lagi: “Hai Bilal, siapakah yang sampai hatinya mau membalas pada Rasulullah?”

Lalu Bilal mengambil tongkat itu dan masuklah dia ke Masjid serta memberikan tongkat itu kepada Rasulullah, sedang Rasul kemudian menyerahkannya kepada Akasyah.

Ketika Abu Bakar dan Umar ra. memandangnya, maka berdirilah mereka berdua dan berkata: “Hai Akasyah, aku masih berada didepanmu, maka balaslah kami dan janganlah engkau membalas kepada Nabi Muhammad SAW.”

Bersabdalah Rasulullah SAW: “Duduklah engkau berdua, Allah telah mengetahui kedudukanmu.”

Berdiri pula Ali ra. dan berkatalah dia: “Hai Akasyah, aku masih hidup di depan Nabi Muhammad SAW. Tidak akan aku sampai hati kalau engkau membalas Rasulullah SAW. Ini punggungku dan perutku, balaslah aku dengan tanganmu dan deralah aku dengan tanganmu.”

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Hai Ali, Allah telah mengetahui kedudukan dan niatmu.”

Berdiri pula Hasan dan Husain, dan mereka berkata: “Hai Akasyah, bukankan engkau mengenal kami berdua. Kami adalah dua orang cucu Rasulullah. Membalas kepada kami adalah sama seperti membalas kepada Rasulullah.”

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Duduklah engkau berdua wahai penyejuk mataku.”

Kemudian Nabi Muhammad SAW bersabda: “Hai Akasyah, pukullah kalau engkau mau memukul.”

Akasyah berkata: “Ya Rasulullah, engkau memukulku dahulu dalam keadaan aku tidak terhalang pakaianku.”

Lalu Rasulullah menyingkapkan pakaiaannya, dan berteriaklah orang-orang Islam yang hadir seraya menangis.

Ketika melihat putihnya jasad Rasulullah, Akasyah menubruknya dan mencium punggungnya.
Berkatalah dia: “Nyawaku sebagai tebusanmu ya Rasulullah, siapakah yang akan sampai hati untuk membalasmu ya Rasulullah. Aku melakukannya hanya mengharapkan agar tubuhku dapat menyentuh jasadmu yang mulia, dan Allah akan memelihara aku berkat kehormatanmu dari neraka.”

Bersabdalah Nabi Muhammad SAW: “Ingat, barang siapa yang ingin melihat penghuni surga maka hendaklah dia melihat orang ini.”

Semua orang Islam yang hadir berdiri, dan mencium antara kedua mata Akasyah seraya berkata: “Beruntung sekali engkau, engkau berhasil mendapatkan derajat yang tinggi dan berkawan dengan Nabi Muhammad SAW di surga.

Sumber Artikel :http://blog.al-habib.info/id/episode-cinta-nabi-muhammad-wafat/

Stop Putus Asa


Segala puji bagi Allah, Rabb pemberi segala nikmat dan menakdirkan segala sesuatu dengan penuh hikmah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Di pagi yang berbahagia, di bulan penuh berkah dan bulan semangat untuk mentadabburi Al Qur’an, ada sebuah ayat yang patut direnungkan oleh kita bersama. Ayat tersebut terdapat dalam surat Al Hadid, tepatnya ayat 22-23. Inilah yang seharusnya kita gali hari demi hari di bulan suci ini. Karena merenungkan Al Qur’an, meyakini dan mengamalkannya tentu lebih utama daripada sekedar membaca dan tidak memahami artinya.

Allah Ta’ala berfirman,

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (22) لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آَتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (23)

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Al Hadid: 22-23)

Berikut beberapa faedah yang bisa diperoleh dari ayat di atas:

Faedah pertama

Yang dimaksud dengan “lauh” adalah lembaran dan “mahfuzh” artinya terjaga. Kata Ibnu Katsir, Lauhul Mahfuzh berada di tempat yang tinggi, terjaga dari penambahan, pengurangan, perubahan dan penggantian.[1] Di dalam Lauhul Mahfuzh dicatat takdir setiap makhluk. Lauhul Mahfuzh dalam Al Qur’an biasa disebut dengan Al Kitab, Al Kitabul Mubin, Imamul Mubin, Ummul Kitab, dan Kitab Masthur.[2]

Faedah kedua

Setiap musibah dan bencana apa pun itu yang menimpa individu atau menimpa khalayak ramai, baik itu gempa bumi, kekeringan, kelaparan, semua itu sudah dicatat di kitab Lauhul Mahfuzh. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Allah mencatat takdir setiap makhluk 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.”[3]

Dalam hadits lainnya disebutkan,

إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ فَقَالَ اكْتُبْ. فَقَالَ مَا أَكْتُبُ قَالَ اكْتُبِ الْقَدَرَ مَا كَانَ وَمَا هُوَ كَائِنٌ إِلَى الأَبَدِ

“Sesungguhnya awal yang Allah ciptakan (setelah ‘arsy, air dan angin[4]) adalah qolam (pena), kemudian Allah berfirman, “Tulislah”. Pena berkata, “Apa yang harus aku tulis”. Allah berfirman, “Tulislah takdir berbagai kejadian dan yang terjadi selamanya”[5]

Faedah ketiga

Takdir yang dicatat di Lauhul Mahfuzh tidak mungkin berubah sebagaimana maksud dari ayat yang kita bahas. Begitu pula disebutkan dalam hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma,

رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ

“Pena telah diangkat dan lembaran catatan (di Lauhul Mahfuzh) telah kering”.[6]

Al Mubarakfuri rahimahullah berkata,

كُتِبَ فِي اللَّوْحِ الْمَحْفُوظِ مَا كُتِبَ مِنْ التَّقْدِيرَاتِ وَلَا يُكْتَبُ بَعْدَ الْفَرَاغِ مِنْهُ شَيْءٌ آخَرُ

“Dicatat di Lauhul Mahfuzh berbagai macam takdir. Ketika selesai pencatatan, tidaklah satu pun lagi yang dicatat.”[7]

Intinya, al kitabah (pencatatan) ada dua macam: (1) pencatatan yang tidak mungkin diganti dan dirubah, yaitu catatan takdir di Lauhul Mahfuzh; (2) pencatatan yang dapat diubah dan diganti, yaitu catatan di sisi para malaikat. Allah Ta’ala berfirman,

يَمْحُوا اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ

“Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).” (QS. Ar Ro’du: 39). Catatan yang terakhir yang terjadi itulah yang ada di Lauhul Mahfuzh.

Dari sini kita bisa memahami berbagai hadits yang membicarakan bahwa silaturahmi (menjalin hubungan dengan kerabat) bisa memperpanjang umur dan melapangkan rizki, atau do’a bisa menolak takdir. Di sisi Allah, yaitu ilmu-Nya, Allah mengilmui bahwa hamba-Nya menjalin hubungan kerabat dan berdo’a kepada-Nya. Ini di sisi ilmu Allah. Lantas Allah Ta’ala mencatatnya di Lauhul Mahfuzh keluasan rizki dan bertambahnya umur.[8]

Artinya di sini, Allah Ta’ala telah mengilmi bahwa hamba-Nya melakukan silaturahmi atau berdo’a kepada-Nya. Demikian yang Allah catat di Lauhul Mahfuzh yaitu adanya keluasan rizki dan bertambahnya umur.

Ibnu Taimiyah rahimahullah ketika ditanya apakah rizki yang telah ditakdirkan bisa bertambah dan berkurang, beliau rahimahullah menjawab, “Rizki itu ada dua macam. Pertama, rizki yang Allah ilmui bahwasanya Allah akan memberi rizki pada hamba sekian dan sekian. Rizki semacam ini tidak mungkin berubah. Kedua, rizki yang dicatat dan diketahui oleh Malaikat. Ketetapan rizki semacam ini bisa bertambah dan berkurang sesuai dengan sebab yang dilakukan oleh hamba. Allah akan menyuruh malaikat untuk mencatat rizki baginya. Jika ia menjalin hubungan silaturahmi, Allah pun akan menambah rizki baginya.”[9]

Jadi sama sekali takdir yang ada di Lauhul Mahfuzh tidak berubah, yang berubah adalah catatan yang ada di sisi Malaikat, dan itu pun sesuai ilmu Allah Ta’ala.

Faedah keempat

Musibah yang terjadi di muka bumi dan terjadi pada diri manusia, itu telah dicatat di kitab sebelum diciptakannya makhluk. Inilah tafsiran yang lebih baik pada firman Allah,

إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا

“melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya”, yang dimaksud dengan menciptakannya di sini adalah penciptaan makhluk. Demikian dipilih oleh Ibnu Katsir rahimahullah. Pendapat ini didukung dengan riwayat dari Ibnu Jarir, dari Manshur bin ‘Abdirrahman, ia berkata, “Setiap musibah di langit dan di bumi telah dicatat di kitab Allah (Lauhul Mahfuzh) sebelum penciptaan makhluk.”[10]

Faedah kelima

Tidaklah suatu musibah itu terjadi kecuali disebabkan karena dosa. Qotadah rahimahullah mengatakan, “Telah sampai pada kami bahwa tidaklah seseorang terkena sobekan karena terkena kayu, terjadi bencana pada kakinya, atau kerusakan menimpa dirinya, melainkan itu karena sebab dosa yang ia perbuat. Allah pun dapat memberikan maaf lebih banyak.”[11]

Faedah keenam

Ayat ini adalah di antara dalil untuk menyanggah pemahaman Qodariyah yang menolak ilmu Allah yang telah dulu ada[12]. Artinya, Qodariyah meyakini bahwa Allah baru mengilmui setelah kejadian itu terjadi. Padahal sebagaimana disebutkan dalam hadits ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash,” Allah mencatat takdir setiap makhluk 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” [13]

Faedah ketujuh

Maksud firman Allah,

إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” Yaitu Allah mengetahui segala sesuatu sebelum penciptaan sesuatu tersebut. Allah pun telah mencatatnya. Ini sungguh amat mudah bagi Allah karena Allah Maha Mengetahui sesuatu yang telah terjadi, sesuatu yang tidak terjadi dan mengetahui sesuatu yang tidak terjadi seandainya ia terjadi.[14] Sungguh Maha Luas Ilmu Allah.

Faedah kedelapan

Segala sesuatu yang telah ditakdirkan akan menimpa seseorang, tidak mungkin luput darinya. Segala sesuatu yang tidak ditakdirkan baginya, tidak mungkin akan menimpanya. Inilah yang dimaksudkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَتَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ وَأَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ

“Hendaklah engkau tahu bahwa sesuatu yang ditakdirkan akan menimpamu, tidak mungkin luput darimu. Dan segala sesuatu yang ditakdirkan luput darimu, pasti tidak akan menimpamu.”[15]

Jika demikian, tidak perlu seseorang merasa putus asa dari apa yang tidak ia peroleh. Karena jika itu ditakdirkan, pasti akan terjadi.[16] Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman,

لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ

“(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu”

Jika memang engkau kehilangan Hpmu yang berharga, tidak perlu bersedih karena inilah takdir yang terbaik untukmu. Siapa tahu engkau kelak akan mendapatkan ganti yang lebih baik. Engkau belum kunjung diangkat jadi PNS, jadi khawatir pula karena memang itu belum takdirmu. Engkau belum juga diterima di universitas pilihanmu, jangan pula khawatir karena takdir Allah sama sekali tidaklah kejam. Tidaklah perlu bersedih terhadap apa yang luput darimu.

Faedah kesembilan

Jangan pula terlalu berbangga dengan nikmat yang kita peroleh karena itu sama sekali bukanlah usaha kita. Itu semua adalah takdir yang Allah tetapkan dan rizki yang telah Allah bagi[17]. Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آَتَاكُمْ

“Dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu”

Faedah kesepuluh

Janganlah menjadikan nikmat Allah sebagai sikap sombong dan membanggakan diri di hadapan lainnya. Itulah selanjutnya Allah Ta’ala berfirman,

وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri”

Sebagai penutup dari sajian ini, ada penjelasan yang amat bagus dari Asy Syaukani rahimahullah. Beliau mengatakan, “Janganlah bersedih dengan nikmat dunia yang luput darimu. Janganlah pula berbangga dengan nikmat yang diberikan padamu. Karena nikmat tersebut dalam waktu dekat bisa sirna. Sesuatu yang dalam waktu dekat bisa sirna tidak perlu dibangga-banggakan. Jadi tidak perlu engkau berbangga dengan hasil yang diperoleh dan tidak perlu engkau bersedih dengan sesuatu yang luput darimu. Semua ini adalah ketetapan dan takdir Allah ... Intinya, manusia tidaklah bisa lepas dari rasa sedih dan berbangga diri.”[18]

Jadi tidak perlu berbangga diri dan bersedih hati atas nikmat Allah yang diperoleh dan luput darimu. Pahamilah bahwa itu semua adalah takdir Allah, tak perlu sedih. Itu semua adalah yang terbaik untuk kita, mengapa harus terus murung. Itu semua pun sewaktu-waktu bisa sirna, mengapa harus berbangga diri.

Semoga sajian tafsir ini bisa bermanfaat bagi kita dan semakin menenangkan hati yang sedang sedih.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Sungguh menenangkan jika kita terus mengkaji firman-firman Allah.



Disusun di Panggang-GK, 12 Ramadhan 1431 H (22 Agustus 2010)

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.rumaysho.com

Wanita Sholeha


Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita menerima gelaran solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.

Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat iaitu :

1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami

Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut :

1. Taat kepada Allah dan RasulNya

Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?
- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.
- Wajib menutup aurat
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada mahram bersamanya
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa
- Berbuat baik kepada ibu & bapa
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
- Bersikap baik terhadap tetangga

2. Taat kepada suami

- Memelihara kewajipan terhadap suami
- Sentiasa menyenangkan suami
- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah
- Tidak bermasam muka di hadapan suami
- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur
- Tidak keluar tanpa izin suami
- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran
- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya
- Sentiasa memelihara diri, kebersihan & kecantikannya serta rumah tangga

FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA

Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah dari faktor dalaman. Bukanlah faktor luaran atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemburkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.

Faktor-faktor tersebut ialah:

1) Lupa mengingat Allah

Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak hairanlah jika banyak wanita yang tidak menyedari bahawa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syaitan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: ertinya:

” Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.”

Sabda Rasulullah s.a.w.: ertinya:
“Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan.” (Riwayat Tarmizi)

Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.

2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia.

Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syaitan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelumang dengan dosa dan noda. Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An’am: ertinya:

” Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh kerana itu tidakkah kamu berfikir.”

3) Mudah terpedaya dengan syahwat.

4) Lemah iman.

5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk.

Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang terbaik adalah Wanita yang solehah.

Menjadi MC yang Handal



PENDAHULUAN

Menjadi seorang Master of Ceremony (MC) tidaklah segampang yang diduga orang, karena apapun bentuk acara yang dirancang dan diselenggarakan oleh client atau event organizer (EO) apabila MC nya tampil pas pasan, tidak credible, tidak piawai maka acara yang diselenggarakan akanmenjadi hambar, atidak menarik dan membosankan serta cenderung berantakan walaupun pengisi acara lainnya tampil sangat bagus....!!!

Ibarat mobil, MC adalah motor penggeraknya (mesinnya). Alangkah janggal kalau di jalan raya kita melihat mobil mewah yang jalannya tersendat sendat karena mesinnya tidak berfungsi dengan baik...!!!

KATEGORI MC
Ada 2 (dua) kategori:

1. MC CEREMONIAL
2. MC ENTERTAINMENT

Menjadi MC Ceremonial sangatlah mudah, karena hanya membacakan susunan acara. Sedangkan MC Entertain jauh lebih sulit karena harus memiliki kemampuan ekstra antara lain: bakat, wawasan khusus, dan kepiawaian untuk menghangatkan acara (menjaga flow acara) agar tetap menarik dan tidak membosankan. MC Entertain harus punya selera humor yang tingggi dan bisa melucu.dengan jok jok berkelas.


“DOUBLE C” MC

CANTONA & CUT MANDA akan saya arahkan dengan latihan latihan yang dirancang khusus dengan program program yang tentukan akan melahirkan pasangan MC yang handal, yang akan menjadi pasangan MC yang akan disegani oleh banyak kalangan bukan karena ketampanan, kecantikan fisik semata, tetapi terlebih karena keprofessionalan mereka...!!!


Mengingat dan menimbang saat ini sangat banyak MC (pemandu acara) baik yang tampil pada acara acara TV maupun pada acara umum (seperti pada acara promosi property: mall, perumahan, apartemen, dll) dengan kualitas/kemampuan yang pas pasan, kurang wawasan, gaya bicara cenderung tidak jelas karena vocal yang “payah” yang hanya bermodalkan wajah yang cantik/tampan. Yang paling menyedihkan adalah MC pria yang kebencong-bencongan...!!!

KIAT MENJADI MC HANDAL

Berikut ini saya akan paparkan beberapa kiat menjadi MC yang HANDAL yang semuanya berdasarkan pengalaman pribadi saya sebagai MC ENTERTAIN di berbagai acara khususnya sebagai MC specialized Property Promotion Event (Real Estate, Hotel, Mall) dan juga pada acara acara bertaraf internasional.

SAYA TIDAK PERNAH MENGALAMI KEGAGALAN DI DALAM MEMANDU ACARA APAPUN. HAL INI KARENA KEHENDAK TUHAN YANG MAHA ESA DAN KARENA SAYA PUNYA BAKAT & TAHU STRATEGI MENJADI MC ENTERTAIN.....!!! (Ocong)

Beberapa hal yang dibutuhkan (menjadi tuntutan/keharusan) apabila ingin menjadi MC Entertain yang handal:

1. Bakat
2. Imaginasi
3. Wawasan
4. Suara (vocal) yang bagus (microphonist voice, keampuan berbahasa yang baik, artikulasi & intonasi yang jelas)
5. Proporsiona Body Language (bahasa tubuh)
6. Tarikan Nafas (pengaturan pernafasan)
7. High Self Confident (rasa percaya diri)
8. Don’t Talk too much & useless
9. Improvement (mau menerima kritikan & saran yang membangun)
10. Penguasan Materi (product knowledge)


BAKAT
Tidak semua orang bisa menajadi MC, walaupun pintar bicara. Bakat adalah anugerah dari Tuhan. Bakat yang besar tanpa praktek akan menjadi sia sia. Walaupun memiliki bakat yang besar, namun apabila tidak diasah dan dilatih, akan percuma. Meskipun tidak terlalu berbakat, masih bisa dibentuk dan dilatih (berlatih) dengan tekun dan mempunyai kemauan untuk belajar, pasti BISA...!!!

IMAJINASI
Daya/kemampuan imajinasi terhadap sebuah objek/benda sangatlah penting dimiliki oleh MC. Kemampuan ini akan sangat berguna di dalam menggambarkan produk yang sedang dipromosikan...!!!

Contoh:
Sebuah ballpoint akan menjadi sangat luar biasa apabila digambarkan (diimajinasi) oleh seorang MC Product Promotion. Dengan kemampuan untuk menggambarkan (dideskripsikan dengan baik keunggulan ballpoint) kehebatan ballpoint yang sedang diluncurkan di dalam sebuah acara product launching, maka ballpoint tersebut akan menjadi LUAR BIASA, meskipun sebenarnya ballpoint tersebut sama saja dengan ballpoint yang lain yang sudah ada di pasar. Teknik menjabarkan sebuah produk dengan daya imajinasi/deskripsi ini bisa dipelajari.


WAWASAN
Seorang MC Profesional harus memiliki wawasan yang luas yang bisa diperoleh dengan cara: menggali informasi dari internet, koran, majalah, buku, TV, radio, dll. MC harus memiliki wawasan mengenai ekonomi, sosial, budaya, politik, olah raga, dll sebagainya yang lebih spesifik yang terkait dengan pengetahuan yang dapat menunjang pada saat memandu sebuah acara.

HINDARI MEMBACA KOMIK, KARENA AKAN BERDAMPAK PADA HAMBATAN KEDEWASAAN DALAM BERSIKAP (AKAN MENJADI KEKANAK-KANAKKAN...!!!)


SUARA
Kualitas suara adalah hal yang utama...!!
Banyak teman teman atau client yang MAEMUJI suara saya...!!! Mereka mengatakan bahwa suara saya Macho, menggelegar, sexy... Bahkan rekan rekan seprofesi dan para penyanyi MENGAKUI bahwa kualitas suara saya DASYAT....!!!

Beberapa pengisi acara yang kebetulan terlibat bareng di dalam sebuah acara, dari jauh saja sudah dapat mengenali suara saya, mereka bilang itu pasti suara OCONG...!!!

Mengapa suara MC OCONG bisa Dasyaaat? Sangat sederhana cara membentuk suara menjadi dasyat: Waktu sekolah di SD, SMP, dan SMA saya suka membaca buku atau bacaan lainnya dengan cara bersuara (mengeluarkan suara). Membaca dengan bersuara yang terus menerus bertahun tahun membentuk pita suara dan suara saya menjadi memiliki power, bulat, artikulasi jadi bagus, kemampuan pengucapan vocal dan konsonan (alfabetis: A s.d. Z), intonasi di dalam mengucapkan kata kata atau kalimat juga menjadi sangat bagus (dalam hal ini adalah tanda tanda baca seperti: titik, koma, tanda sambung, tanda seru, tanda tanya, dll). Membaca dengan bersuara akan membentuk keterampilan kita di dalam pengaturan pernafasan di dalam berbicara, jelas titik koma nya, tahu cara memenggal kata kata dan mengucapkan kalimat demi kalimat yang diucapkan.

Kemampuan ini mutlak dimiliki oleh seorang MC. Daya tahan dalam berbicara terus menerus sebagai MC di dalam sebuah acara yang berdurasi tinggi akan bisa dilakukakan apabila latihan membaca bersuara sebagai bentuk latihan dasar di dalam membentuk kualitas SUARA. Hal ini dikarenakan PITA SUARA akan terlatih dan terbiasa terbuka walaupun pengaturan bernafasan dilakukan dengan suara perut. Suara lewat pernafasan perut akan membuat kualitas suara tetap stabil meskipun berbicara terus menerus.

Lakukan terus menerus membaca bersuara minimal 2 (dua) jam terus menerus tanpa istirahat. Latihan ini MUTLAK dilakukan. Latihan ini akan diikuti dengan latihan ketahanan menahan nafas di dalam kolam (air) selama mungkin.


BODY LANGUAGE (SEIMBANG DAN MENYATU)
Bahasa tubuh yang seimbang dan menyatu dengan gaya bicara yang menarik akan menarik perhatian penonton. Gaya ini merupakan magnet yang akan menyedot perhatian penonton. Penonton akan terpesona/kagum melihat & mendengarkan apa yang kita sampaikan kepada mereka apabila MC memiliki kemampuan dalam meng-harmonisasi-kan bahasa yang diucapkan dan bahasa tubuhnya (mimik/ekspresi, gerakan tangan, kaki, tubuh).

MC di dalam acara apapun merupakan pusat perhatian (eye chatching). Dialah yang memandu acara, memeran sebuah karakter tidak jauh berbeda dengan bintang sinetron yang sedang berackting memerankan sebuah karakter. MC harus piawai dalam BERACTING.....! pada saat membawakan/memandu acara dan harus tahu bagaimana mengendalikan situasi dan kondisi di arena acara dan peka melihat orang perorang dari keseluruhan penonton yang hadir, baik di depan umum (dari berbagai lapisan) atau pun tamu tamu khusus. Acting (menyangkut gaya pengucapan & gaya gerak tubuh). Dapat disimpulkan bahwa seorang MC saat berada di sebuah acara, dia sedang BEACTING...!!!) yang harus bisa menjadi seorang penyihir yang menhipnotis/memukai penontonnya.

MC ENTERTAIN HARUS MAMPU:
1. Ber-acting bagaikan seorang tokoh dalam senetron
2. Bergaya bagaikan seorang PENYIHIR yang membacakan mantra mantra dari mulutnya
3. Bagaikan seorang PENARI dengan koreografi yang hebat, tentunya dengan memanfaatkan seluruh anggota tubuhnya
4. Bagaikan seorang peragawati/peragawan yang sedang melenggak lenggok di catwalk

CARANYA?
LAKUKAN LATIHAN DI DEPAN KACA

Hapalkan beberapa baris kalimat panjang dan ucapkan di depat cermin seukuran badan kita. Buatlah variasi gaya yang mencakup unsur akting, pesulap, penari, peragawan/-wati. Dengan kepiawaian di dalam memadukan semua gaya tersebut dengan sangat terlatih, maka semua mata akan tetap tertuju kepada MC.


TARIKAN NAFAS (TEKNIK PERNAFASAN)
Ketrampilan dalam pengaturan pernafasa akan dilakukan dengan praktek di kolam renang (ketahanan berendam di dalam air).

GUNANYA: Pada saat MC melakukan tugasnya, apabila teknik pernafasannya bagus & prima, maka akan mempermudah MC dalam berkomunikasi, jelas dalam pengucapan vocal & konsonan pada saat berbicara dan dalam pengucapan kalimat kalimat yang disampaikan pun akan jelas terdengar oleh penonton. Nafas MC pun tetap teratur meskipun berbicara terus menerus berjam jam.



KEPERCAYAAN DIRI
Rasa percaya diri akan terbentuk apabila kita sebagai MC merasa yakin akan mampu memandu acara apapun jenisnya. Keyakinan akan kemampuan diri ini lah yang menunjang kepercayaan diri ketika harus berhadapan dengan banyak orang dari berbagai kalangan (tingkat sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan, serta profesi).

Kepercayaan diri juga dapat ditunjang dengan cara berbapakaian dan apa yang sedang dipakai. Dikarenakan MC adalah tokoh pusat di dalam sebuah acara, maka sudah seharusnya dapat menjaga tampilan busana yang dikenakannya dan pandai mencocokkan dengan acara yang sedang dipandunya (ada casual/santai, ada resmi).


PERLU DIINGAT OLEH MC, pada saat berdiri sendirian di atas panggung, semua mata tertuju kepadanya. Saat acara dimulai, mata penonton ibarat polisi sedang mengawasi “tangkapannya”, atau bagaikan hakim di ruang sidang yang sedang mengawasi seorang terdakwa. Mereka akan memperhatikan MC dari ujung sepatu yang dikenakannya sampai dengan ujung kepalanya.

Apa jadinya apabila belum apa apa MC gugup karena ditatap ratusan mata, bahkan ribuan mata penonton. Kegugupan di awal acara akan berpangaruh terhadap penampilan MC di sepanjang acara yang dipandunya. Hal ini mengakibatkan acara jadi kacau, membosankan, bisa bisa diteriakin oleh penonton. Untuk mengurangi atau menghindari kegugupan ini bisa dilakukan dengan:
o Sebelum tampil, berdoalah terlebih dahulu kepada Tuhan YME, mohon agar kita diberikan ketenangan di dalam memandu acara yang dipercayakan sepenuhnya kepada kita
o Tarik nafas panjang dan dalam, kemudian hembuskan berlahan lahan (lakukan sebanyak 3 x )
o Gunakan kaki kanan terlebih dahulu ketika menaiki anak tangga pertama saat menuju (naik) ke panggung
o Punya wawasan yang cukup untuk setiap produk atau acara yang akan kita bawakan (Contoh: Acara Property Promotion, produknya rumah, apartemen, hotel, dll: jangan ragu ragu bertanya kepada Bagian Promosi untuk melengkapi informasi yang dibutuhkan. Setelah segala informasi sudah diperoleh, salin kembali dengan rapi (sekalian belajar/menghapalkan detail produk)-APA DAN BAGAIMANA CARANYA: AKAN DILATIH PADA PERTEMUAN DENGAN MC OCONG)

MAU MENERIMA KRITIK & SARAN
Kita harus berbesar hati apabila ada orang/client yang memberi kritik atau saran, karena hal ini justru menjadi motivasi kita untuk lebih meningkatkan kemampuan.

PERLU DIINGAT: Kalau kita cepat berpuas diri, secara tidak sadar kita semakin dekat dengan ambang keruntuhan. Jangan membantah saat kit dikritik atau diberi saran!!! PENUH SENYUM KATAKAN: “TERIMA KASIH BAPAK/IBU TELAH MEMBERIKAN MASUKAN YANG TERBAIK UNTUK SAYA”


JANGAN BICARA YANG TIDAK PERLU
Maksudnya: Sebagai MC Professional saat berada di atas panggung atau pada saat memandu acara HINDARI perkataan/materi yang disampaikan keluar dari konteks acara.

Contoh:
Saat menjadi MC Property Promotion Event, JANGAN bicarakan soal gempa bumi, soal lalu lintas yang macet.

Bicarakan/sampaikan hal hal yang menyangkut kelebihan kelebihan lokasi, produk, harga yang sedang dipasarkan/ditawarkan kepada para undangan/hadirin yang hadir.



PENUTUP

DENGAN SEGALA KERENDAHAN HATI, TANAMKAN TEKAD DAN KEYAKINAN PADA DIRI :
SAYA PASTI BISA, MAMPU DAN SUKSES...!!!