Rabu, 11 Mei 2011

BAHAYA MINUMAN SODA ( SOFTDRINK)

Quantcast


ml0009

Oleh : DR. Zuhairi Qarami

Kesenangan manusia kepada kenikmatan dunia kerap kali berujung kepada ketidak puasan. Pikiran produktif manusia selalu mencari terobosan baru untuk memenuhi hajat manusia, bahkan impian yang hanya ada dikepala pencetusnya. Banyak produk yang asalnya asing dari kehidupan manusia, kemudian seolah dipaksakan akhirnya menjadi terbiasa. Tidak heran jika kemudian makanan ataupun minuman justru berakhir dengan berbagai masalah.

Diantara contoh terbaik adalah minuman bersoda. Minuman ini begitu merata, mulai dari kota hingga desa. Setelah banyak yang ketagihan, masalahpun tiba. Untuk menunjukkan bahayanya minuman bersoda, berikut ini fakta tentang bahaya minuman bersoda:

1. Satu kalengnya menyamai 10 sendok gula yang cukup untuk menghancurkan Vitamin B, dimana kekurangan Vitamin B akan mengakibatkan buruknya pencernaan, lemahnya tingkat kesehatan, tegangnya urat syaraf, pusing, sulit tidur, cemas dan kejangnya otot

2. Mengandung CO2 yang menyebabkan lambung tidak bisa menghasilkan enzim yang sangat penting bagi proses pencernaan, yang demikian itu terjadi jika mengkonsumsinya bersamaan dengan makan, atau setelahnya. Juga menyebabkan peniadaan fungsi enzim-enzim pencernaan yang dihasilkan oleh lambung, yang selanjutnya tergganggunya proses pencernaan dan pengambilan sari-sari makanan.

3. Mengandung kafein yang menyebabkan meningkatnya frekuensi detak jantung, naiknya tekanan darah, gula dalam darah, bertambahnya keasaman lambung, bertambahnya hormon-hormon dalam darah yang kadang bisa menyebabkan radang dan terlukanya lambung serta usu duabelas jari. Sebagaimana ia meningkatkan tekanan pada bagian bawah saluran makanan yang menyebabkan tertolaknya makanan dan zat asam dari dalam lambung ke tenggorokan (saluran makan), yang hal ini dapat menyebabkan rasa nyeri dan radang.

4. Mengandung zat asam fosfor yang menyebabkan rapuh dan lemahnya tulang, khususnya pada usia pertumbuhan, dimana yang demikian banyak menjadikan keretakan pada tulang.

5. Mengandung senyawa asam fosforik, malik dan karboik yang menyebabkan tergerogotinya lapisan pelindung gigi.

6. Mengandung zat kimia buatan yang bisa merusak otak, dan menyebabkan hilangnya ingatan secara bertahap, dan rusaknya fungsi hati.

7. Tuanglah satu kaleng Coca Cola dalam tempat kloset, kemudian biarkan selama satu jam, kemudian tariklah spon, maka engkau akan melihat bahwa seluruh belang (bercak-bercak hitam) yang ada telah hilang, yang demikian itu dikarenakan senyawa asam telah menghilangkannya dengan reaksi yang kuat.

8. Untuk menghilangkan karat yang ada pada sebagian mobilmu atau pada paku yang berkarat, maka gosoklah bagian yang ingin dibersihkan dengan lap yang telah dibasahi dengan Coca Cola, maka Coca Cola akan bereaksi untuk membersihkannya dengan baik.

9. Untuk membersihkan lempengan ACCU dari karat, masukkanlah lempengan penghubung tersebut kedalam sekaleng Coca Cola, dan amatilah gelembung-gelembung gas yang muncul, sebagai akibat reaksi pembersihan karat.

10. Untuk menghilangkan noda minyak dari pakaian, campurkanlah sekaleng Coca Cola kedeterjen, dan perhatikanlah hilangnya noda-noda minyak tersebut.

11. Derajat keasaman (pH) pada minuman-minuman bersoda seperti Pepsi Cola dan Coca Cola mencapai 3-4 (sangat asam), yang dengan pH tersebut, cukup untuk meluruhkan gigi dan tulang bersamaan dengan berjalannya waktu. Tubuh kita berhenti membangun tulang setelah usia 30 tahun, dan mulai luluh dengan presentasi 8-18% tiap tahunnya sesuai dengan tingkat keasaman yang kita konsumsi (prosentasi keasaman tidak didasarkan pada rasa makanan, tetapi pada prosentae kandungan Potassium, Chlor, Magnesium dan senyawa-senyawa fosfor yang lain).

12. Larutan Calsium aka mengendap ditenggorokan, sel-sel kulit, dan anggota-anggota vital pada tubuh yang bisa berpengaruh pada fungsi ginjal, dan menyebabkan batu ginjal.

13. Minuman-minuman bersoda tidak memiliki faidah makanan pada tubuh, bahkan mengandung garam dan gula yang berlebihan, selain bahan pengawet dan pewarna.

14. Sebagian orang lebih memilih meminum minuman dingin bersoda setelah makan. Perilaku ini mempengaruhi enzim-enzim pencernaan, yaitu merendahkan suhu panas tubuh, sehingga enzim-enzim pencernaan kehilangan kemampuannya untuk bekerja dimana suhu tubuh normal adalah suhu yang sesuai dengan fungsi kerja enzim-enzim tersebut. Maka enzim-enzim tersebut tidak bisa mencerna makanan dengan baik yang bisa mengakibatkan soda, dan sebagian zat beracun berpindah bersama darah menuju sel-sel tubuh, dan kadang pada akhirnya membuat bermacam-macam penyakit.

15. Anda sebenarnya menelan gas CO2, jika anda mengkonsumsi minuman bersoda.

16. Ingatlah sebuah perlombaan ”Siapakah yang paling banyak minum Pepsi Cola” di Universitas Delhi, India. Yang menang dalam lomba itu telah meminum 8 kaleng yang akhirnya mati ditempat yang sama karena tingginya gas CO2 didalam darahnya yang berakibat tidak bisanya darah mendapatkan O2 secara normal. Sebagai akibat dari perlombaan itu, Rektor Universitas tersebut melarang penjualan air bersoda didalam Universitas.

17. Pernah ditetakkan sebuah gigi pecah kedalam segelas Pepsi, dan beberapa hari yang telah ditentukan ternyata gigi tersebut telah larut.

Gigi-gigi dan tulang-tulang adalah bagian anggota tubuh yang paling akhir terurai setelah kematian dalam beberapa tahun, akan tetapi air bersoda ini melarutkannya dalam beberapa hari, maka bayangkanlah apa yang mungkin dilakukannya terhadap sel-sel lunak?! Maka berhati-hatilah terhadap minuman bersoda. Kembalilah ke makanan dan minuman alami. Gaya hidup muslim adalah gaya hidup orang sehat.

Sumber : Majalah ”Qiblati”, Untuk semua kalangan… Edisi 10 tahun II

BUAH HATI , HARTA YG SANGAT BERHARGA

Buah Hati, Antara Perhiasan Dan Ujian Keimanan

Oleh Al Maghribi bin As Sayyid Mahmud Al Maghrib

ANAK SEBAGAI PERHIASAN DUNIA
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada manusia pilihan Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sahabat keluarga dan para pengikutnya dengan baik hingga hari akhir.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan segala sesuatu yang ada di permukaan bumi sebagai perhiasan bagi kehidupan dunia, termasuk di dalamnya adalah harta dan anak-anak. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَاْلأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَئَابِ

Dijadikan indah pada pandangan (manusia) kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (surga). [Ali Imran:14].

Anak merupakan karunia dan hibah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai penyejuk pandangan mata, kebanggaan orang tua dan sekaligus perhiasan dunia, serta belahan jiwa yang berjalan di muka bumi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلاً

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalah adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik menjadi harapan. [Al Kahfi:46].

Dan diantara bentuk perhiasan dunia adalah bangga dengan banyaknya anak, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبُُ وَلَهْوُُ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرُُ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرُُ فِي اْلأَمْوَالِ وَاْلأَوْلاَدِ

Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah diantara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak. [Al Hadid:20].

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

تَزَوَّجُوْا الْوَلُوْدَ الْوَدُوْدَ فَإنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ

Nikahilah wanita yang banyak anak (subur) dan penyayang. Karena aku bangga dengan jumlah kalian yang banyak. [HR Nasa’i].

النِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِيْ, وَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ تَزَوَّجُوْا الْوَلُوْدَ الْوَدُوْدَ فَإنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

Nikah adalah sunnahku dan barangsiapa yang tidak mengamalkan sunnahku maka bukan termasuk golonganku. Nikahilah wanita yang banyak anak (subur) dan penuh kasih sayang. Karena aku bangga dengan jumlah kalian yang banyak pada hari kiamat. [HR. Nasa’i]

Seorang yang bijak, jika sudah mengetahui bahwa anak merupakan perhiasan, tentunya ia akan menjaga perhiasan tersebut sebaik-baiknya. Yakni dengan membekali mereka dengan pendidikan yang baik. Hingga mereka betul-betul menjadi penyejuk pandangan mata, memiliki keluhuran budi pekerti, akhlak mulia dan sikap ksatria.

Hal ini adalah perkara yang wajib atas setiap orang tua. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. [At Tahrim:6].

Cukuplah sebagai tanda jasa dan pujian bagi pendidik, bahwa seorang hamba akan meraih balasan pahala yang besar setelah wafatnya dan masa umurnya habis serta habis masa hidupnya.

Dari Abu Hurairah berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إِذَا مَاتَ اْلإنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ أوْ عِلْمٌ يَنْتَفِعُ بِهِ أوْ وَلَدٌ صَالحٌِ يَدْعُوْ لَهُ.

Jika manusia meninggal, maka terputuslah amalannya, kecuali tiga perkara; shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih yang mendo’akannya. [1]

Jadi, seorang pendidik akan meraih derajat yang tinggi, pahala berlipat ganda dan meninggalkan pusaka yang mulia di dunia bagi anak cucunya.

Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إنَّ الرَّجُلَ لَتُرْفَعُ دَرَجَتُهُ فِي اْلجَنَّةِ, فَيَقُوْلُ: أَنَّي لِي هَذَا؟ فَيُقَالُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ.

Sesungguhnya seseorang akan diangkat derajatnya di surga, maka ia berkata,”Dari manakah balasan ini?” Dikatakan,” Dari sebab istighfar anakmu kepadamu”.[2]

Begitu pula dia akan dikumpulkan di surga bersama para kekasih dan kerabatnya sebagai karunia dan balasan yang baik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآأَلَتْنَاهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَىْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. [Ath Thur:21].

ANAK SEBAGAI FITNAH DUNIA
Anak, selain sebagai perhiasan dan penyejuk mata, juga bisa menjadi fitnah (ujian dan cobaan) bagi orang tuanya. Ia merupakan amanah yang akan menguji setiap orang tua. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلاَدِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِن تَعْفُوا وَتُصْفِحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللهَ غَفُورُُ رَّحِيمٌ {14} إِنَّمَآ أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةُُ وَاللهُ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمُُ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. [At Taghabun:14,15].

Firman Allah di atas dengan sangat tegas menandaskan, anak bisa menjadi fitnah dunia bagi kita. Ibarat permata zamrud yang wajib kita pelihara. Maka berhati-hatilah, janganlah kita terlena dan tertipu sehingga kita melanggar perintah Allah Azza wa Jalla dan menodai laranganNya. Jangan sampai anak kita menjadi penyebab turunnya murka dan bencana Allah Azza wa Jalla pada diri kita. Allah Azza wa Jalla befirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتَخُونُوا اللهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ , وَاعْلَمُوا أَنَّمَآ أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةُُ وَأَنَّ اللهَ عِندَهُ أَجْرُُ عَظِيمُُ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan RasulNya, dan juga janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu padahal kamu mengetahui. Dan Ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan, dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. [Al Anfal:27, 28].

Berkenaan dengan firman Allah Azza wa Jalla di atas, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata,”Allah Ta’ala memerintahkan para hambaNya yang beriman, agar mereka menunaikan amanah yang diembankan kepada mereka, baik berupa perintah-perintahNya maupun larangan-laranganNya. Sesungguhnya amanah adalah hal yang pernah Allah tawarkan kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu, dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. Kemudian dipikullah amanat tersebut oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh. Maka barangsiapa yang menunaikan amanah tersebut, ia berhak meraih pahala dan ganjaran dari Allah. Adapun orang yang menyia-nyiakan amanah tersebut, ia berhak mendapat siksa yang pedih, dan ia menjadi orang yang berkhianat terhadap Allah dan RasulNya serta amanahNya. Dia telah menurunkan derajat dirinya sendiri dengan sifat tercela, yakni khianat. Dan telah telah melenyapkan dari dirinya kesempurnaan sifat, yaitu sifat amanah.” [3]

Dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

يَآأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لاَيَجْزِي وَالِدٌ عَن وَلَدِهِ وَلاَمَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَن وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلاَيَغُرَّنَّكُم بِاللهِ الْغَرُورُ

Hai manusia, bertawaqalah kepada Rabb-mu, dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaithan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah. [Luqman:33].

Dalam realita, mungkin kerap kita saksikan, para orang tua bekerja membanting tulang tak kenal lelah demi sang anak. Mencurahkan segenap upayanya, semata demi kebahagiaan anak. Dari sini dapat kita fahami, betapa anak mampu menggelincirkan orang tua dari jalan kebenaran, melalaikan mereka dari akhirat, jika mereka tidak mendasari segala upaya tersebut untuk meraih ridha Allah.

Sebagian orang mungkin berasumsi, orang tua yang beruntung adalah yang berhasil menyekolahkan anaknya sampai meraih gelar doktor, insinyur dan seabrek titel dan gelar lainnya. Mungkin asumsi ini benar, jika ditilik dari satu sisi saja. Namun ada satu hal penting yang harus diperhatikan oleh orang tua, bahwa keberhasilan mendidik anak serta kebahagiaan hidup tidak hanya terletak pada gelar sarjana dan segala fasilitas dunia lainnya. Anak juga membutuhkan pendidikan rohani dan bimbingan religi, agar mereka kelak tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, mengerti tugasnya sebagai hamba Allah Azza wa Jalla, juga memahami kedudukannya sebagai anak dan fungsinya sebagai bagian dari umat. Alangkah baiknya jika kita memiliki anak bergelar doktor sekaligus muwahhid. Betapa bahagianya orang tua yang memiliki anak bergelar arsitek yang mu’min dan shalih. Sehingga ilmu mereka bisa bermanfaat untuk kemashlahatan umat.

Oleh karena itu, setiap orang tua wajib mengetahui perkara-perkara yang telah Allah wajibkan kepada mereka berkaitan dengan anak-anak. Sehingga dapat menjaga amanah yang berharga ini.

Diantara yang bisa menebus dosa akibat fitnah yang ditimbulkan dari anak adalah puasa, shalat dan amar ma’ruf nahi munkar. Hal itu berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim serta Tirmidzi dari Hudzaifah dalam hadits yang panjang, beliau berkata,”Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أهْلِهِ وَمَالِهِ وَ وَلَدِهِ وَنَفْسِهِ وِجَارِهِ يُكَفَّرُهَا: الصِّيَامُ وَالصَّلاَةُ وَالصَّدَقَةُ وَاْلأمْرُ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ.

Fitnah seseorang dari keluarganya, hartanya, anaknya, dirinya dan tetangganya ditebus dengan puasa, shalat, sedekah, dan amar ma’ruf nahi munkar. [Muttafaqun’alaih]

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan karunia anak yang shalih, yang membantu dalam ketaatan dan menjadi pengingat dari kelalaian, serta memberi nasihat ketika lupa dan luput dari ajaran Islam. Wallahu waliyyut taufiq.

(Diadaptasi dari kitab Kaifa Turabbi Waladan Salihan, karya Al Akh Al Maghribi bin As Sayyid Mahmud Al Maghrib, dengan beberapa tambahan oleh Ummu Rasyidah).

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun VIII/1425H/2004M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]
_______
Footnote
[1]. Shahih Bukhari, 7/247, 6514 dan Shahih Muslim, 3/1016, 1631.
[2]. Shahih Sunan Ibnu Majah, 2/294, 2954, dan dikeluarkan Ahmad di dalam Musnad, 2/509.
[3]. Taisir Karimir Rahman, 1/793

Sumber: Almanhaj.or.id, disalin kembali oleh www.Salafiyunpad.wordpress.com

Selasa, 10 Mei 2011

BAHASA BUNGA

Bahasa Bunga

setiap keindahan di alam ini ternyata memiliki arti , bahkan bunga memiliki arti masing - masing. Nama bunga melambangkan arti dari dirinya, kita bisa mengungkapkan perasaan kita dengan bunga...




Acacia = cinta yang murni, elegan, persahabatan, harapan
Acacia = pure love, elegance, friendship, hope





Basil = keinginan terbaik, cinta, kebencian
Basil = Best wishes, love, hate








Camellia = penghormatan, kesempurnaan, kecantikan,
Camellia = reverence, perfection, beauty,







Daisy = polos, kesucian, keteguhan, bahagian, kesederhanaan, kesetiaan cinta
Daisy : innocence, purity, firmness,happiness,simplicity,love loyalty








Edelweiss = keberanian yang mulia
Edelweiss = noble courage








Geranium (Oak leafed) = persahabatan
Geranium (Oak leafed) = Friendship









Heliotrope = kesetiaan, cinta yang abadi
Heliotrope =loyalty,eternal love




Ivy = persahabatan, kasih sayang, kesetiaan, pernikahan
Ivy = friendship, affection, loyalty, marriage








Jasmine = ramah, kekayaan, anggun dan elegan
Jasmine = friendly, rich, graceful and elegant











Lily of the valley = manis, kembalinya kebahagiaan, kerendahan hati, kesucian yang sempurna


Lily of the valley = sweet, the return of happiness, humility, perfect purity




Bluebell = rendah hati, keteguhan

Bluebell = humility,firmness


Zinnia (white) = kebaikan

Zinnia (white) = goodness









Water Lily = kesucian hati
Water Lily = purity









Violet = rendah hati, kesetiaan
Violet = humility, faithfulness








Thyme = kekuatan dan keberanian, aktivitas

Thyme =strength and courage







Sunflower = kesetiaan, keanggunan
Sunflower = loyalty, elegance









Shamrock = keceriaan
Shamrock = joy











Rosemary = kenangan, komitmen, kesetiaan

Rosemary = memories, commitment, loyalty








Rose (white) = cinta abadi, polos, amat menyenangkan, rahasia dan diam
Rose (white) = eternal love, innocent, very fun, secrets and silence








Nightshade = kebenaran
Nightshade = truth






A
• Acacia = cinta yang murni, elegan, persahabatan, harapan
• Acanthus = keahlian
• Achillea millefolia = perang
• Aconite (Wolf's Bane) = kebencian terhadap seseorang
• Acorn (biji pohon oak) = simbol kehidupan dan keabadian Nordic
• Agapanthus (Lily of The Nile) = Surat Cinta
• Agnus castus = dingin, lalai
• Allspice (rempah-rempah) = rasa kasihan
• Almond Blossom (bunga almond) = harapan, daya tarik pecinta
• Aloe (lidah buaya) = duka, cita-cita
• Alstroemeria (peruvian lily) = kesetiaan, persabatan
• Alyssum = kecantikan yang sangat berharga
• Ambrosia (makanan para dewa yunani) = CLBK (cinta lama bersemi kembali);P
• Amaranth = kesetiaan
• Amaranth, Globe = tak tergantikan, cinta yang abadi dan tak tergantikan
• Amaryllis = kebanggaan, pemalu, dan kecantikan yang memuaskan
• Anemone = cinta yang tidak luntur, kebenaran, ketulusan, antisipasi, menyerah, harapan yang pudar
• Angelica = inspirasi
• Aniseed = kembali muda
• Apple blossom = keberuntungan, pilihan
• Arbor Vitae = persahabatan yang sebenarnya
• Arbutus = “kamulah yang kucintai”
• Artemisia = martabat/kemuliaan
• Asphodel = “penyesalanku padamu sampai akhir”
• Aster = cinta, kerapian/kehalusan
• Azalea = berhati-hatilah demi aku, semangat yang mudah kendur, kesederhanaan dalam sifat, simbol kewanitaan cina.

B
• Bachelor's Buttons (bunga jagung) = jomblo, mengharapkan cinta, indahnya kehidupan bagi orang jomblo
• Baby's Breath = suci pada hati, cinta yang tiada berakhir, kebahagiaan
• Basil = keinginan terbaik, cinta, kebencian
• Bay Leaf (Daun salam) = kekuatan, “aku berubah, tetapi dalam kematian”
• Bear's Breeches = kesenian yang artistik
• Begonia = waspada
• Betony = kejutan
• Bells Of Ireland = “semoga berhasil”
• Bilberry = penghianatan
• Bird Of Paradise = keluhungan/kemuliaan
• Bittersweet = kebenaran (arti nama bunganya sendiri adalah suka & duka)
• Bluebell = rendah hati, keteguhan
• Borage = keberanian/kegagahan, ketumpulan (?)
• Bouquet of withered flowers = cinta ditolak
• Broom = rendah hati, kecermatan
• Bulrush = kecerobohan, kejianakan
• Burnet = hati yang gembira
• Buttercup = childish

C
• Cactus = ketahanan, kehangatan, kebesaran
• Calendula = kegembiraan
• Calla = kecantikan yang indah
• Camellia = penghormatan, kesempurnaan, kecantikan, hadian 'semoga berhasil' untuk laki-laki
• Camellia (Pink) = kerinduan untukmu
• Camellia (Red) = kamu menyala-nyala dalam hatiku
• Camellia (White) = kamu manis sekali
• Camomile = semangat saat kesulitan
• Candytuft = lalai
• Carnation (in general) = ikatan kasih sayang, kesehatan dan enegi, daya tarik, "kasihannya hatiku yang malang!?"
• Carnation (pink) = “aku tidak akan melupakanmu”
• Carnation (purple) = ketidak teraturan, bertingkah, berubah-ubah
• Carnation (red) = kekaguman, "luka hatiku untukmu!"
• Carnation (solid colour) = ya!
• Carnation (striped) = penolakan, "maaf, aku nggak bisa bersamamu, kuharap aku bisa bersamamu"
• Carnation (white) = manis dan cantik, lugu, cinta suci, hadiah "good luck" untuk perempuan
• Carnation (yellow) = “kamu sudah mengecewakan aku”, penolakan, penghinaan
• Cattail = damai, kemakmuran
• Cedar = aku hidup untukmu, memikirkanku
• Celandine = kebahagiaan yang akan datang
• Chamomile = kesabaran
• Chysanthemum (in general) = kegembiraan, "kamu adalah teman yang luar biasa"
• Chysanthemum (red) = "aku cinta"
• Chysanthemum (white) = kebenaran
• Chysanthemum (yellow) = cinta yang diabaikan
• Cinnamon = “keberuntunganku milikmu”
• Clover (four-leaf) = “semoga berhasil”, “jadilah milikku”
• Columbine = kebodohan
• Coreopsis = selalu bahagia
• Corn = kekayaan
• Cornflower = kelezatan/kehalusan, beradab budi pekerti
• Coriander = bernafsu
• Cowslip = keprihatinan, rahmat kemenangan
• Coxcomb = kesombongan
• Crocus = kebahagiaan, mengkhianati/menyakiti
• Crown Imperial = keagungan, kekuatan
• Cyclamen = pengunduran diri dan "selamat tinggal", pemalu

D
• Daffodil = menghormati, cinta bertepuk sebelah tangan, dusta
• Dahlia = selera yang bagus, ketidakstabilan
• Daisy = polos, kesucian, keteguhan, bahagian, kesederhanaan, kesetiaan cinta
• Dandelion = keinginan terkabulkan, kesetiaan, ramalan sederhana
• Daphne odora = lukisan lily
• Delphinium = tidak sungguh-sungguh/dibuat-buat
• Dogwood = ketahanan

E
• Edelweiss = keberanian yang mulia
• Eglantine = puisi, "aku terluka untuk sembuh"
• Elder = antusias
• Elm = bermartabat
• Eucalyptus = perlindungan
• Eupatorium = membatalkan/penundaan

F
• Fennel = kekuatan, balasan atas segala doa
• Fern = ketulusan
• Fern (Magic) = dayatarik, percaya diri, perlindungan
• Fern (Maidenhair) = rahasia ikatan cinta
• Feverfew = perlindungan
• Fig = argumen
• Fir = waktu
• Flax = lambang rumah tangga, "aku merasakan kebaikanmu", takdir
• Forget-me-not = cinta murni, kenangan, "jangan lupakan aku"
• Forsythia = antisipasi
• Foxglove = ketidak tulusan hati
• Fuchsia = selera yang bagus
• Fuller's Teasel = kebencian terhadap seseorang

G
• Gardenia = "kamu cantik", cinta rahasia, beradab, kebahagiaan
• Garland of roses = balasan atas kebaikan
• Garlic = kekuatan, kegagahan
• Geranium (Oak leafed) = persahabatan
• Geranium (Rose) = pilihan
• Geranium (Scented) = pilihan, kebodohan, melankolis
• Gillyflower = ikatan kasih sayang
• Gladiolus = cinta pada pandangan pertama, sudah ada yang punya, kekuatan karakter, kedermawanan
• Gloxinia = cinta pada pandangan pertama
• Golden Rod = pencegahan, berhati-hati
• Grass = pengajuan, kegunaan
• Guelder Rose = musim dingin, umur

H
• Harebell = pengajuan, duka-cita
• Hawthorn = harapan
• Hazel = perdamaian
• Heather (lavender) = penghormatan, kesendirian
• Heather (pink) = semoga berhasil
• Heather (white) = perlindungan, keinginan akan terkabulkan, semoga berhasil
• Helenium = air mata
• Heliotrope = kesetiaan, cinta yang abadi
• Hemlock - You will be my death (?)
• Hibiscus = kecantikan yang bagus
• Holly = pertahanan, kebahagiaan berumah tangga, persiapan untuk masa depan
• Hollyhock = ambisi perempuan, kesuburan
• Honesty = kejujuran, dayatarik
• Honeysuckle = dermawan dan kasih sayang, manisnya perilaku
• Hop =ketidak adilan
• Hyacinth (general) = ketergesaan, duka cita, bunga yang dipersembahkan untuk Apollo
• Hyacinth (blue) = kesetiaan
• Hyacinth ( purple) = “maafkan aku”, duka cita
• Hyacinth (red or pink) = permainan
• Hyacinth (white) = kecantikan, “aku berdoa untukmu”
• Hyacinth (yellow) = cemburu
• Hydrangea = “terima kasih sudah memahamiku”, dingin (tidak ramah), kekejaman, kesombongan
• Hyssop = menghindari kekuatan jahat, kebersihan

I
• Ice plant = “penampilanmu menakutkan aku”
• Iris = kekuatan, harapan, kebijaksanaan dan keberanian, memuji, kepandaian berbicara, pesan
• Ivy = persahabatan, kasih sayang, kesetiaan, pernikahan

J
• Jasmine = ramah, kekayaan, anggun dan elegan
• Jonquil = “cintai aku”, CLBK, rasa, simpati
• Judas Tree = tidak dipercaya, penghianatan
• Juniper = perlindungan, pertolongan

K
• Kingcup = ingin kaya

L
• Laburnum = meninggalkan, kecantikan yang sia-sia
• Larkspur (pink) = berubah-ubah, sembrono
• Laurel (mountain) = ambisi, kejayaan
• Lavender = kesetiaan, rasa curiga
• Lemon = nafsu
• Lemon Balm = membawakan cinta
• Lemon verbena = memikat lawan bercinta
• Lilac = cinta pertama
• Lily (general) = kesucian
• Lily (calla) = kecantikan
• Lily (day) = menggoda
• Lily (eucharis) = pesona kegadisan
• Lily (orange) = kebencian
• Lily (tiger) = kebanggaan, harga diri
• Lily (white) = keperawanan, kesucian, kemuliaan, "sangat menyenangkan bisa bersamamu”
• Lily (yellow) = salah dan benar
• Lily of the valley = manis, kembalinya kebahagiaan, kerendahan hati, kesucian yang sempurna
• Lobelia = kedengkian
• Love-in-a-mist = kebingungan
• Love-lies-bleeding = putus asa
• Lupin = penghormatan

M
• Magnolia = manis, kecantikan, natural, kebengsawanan, bermartabat, kecantikan yang istimewa
• Marigold = menghibur hati, duka cita, kekejaman, cemburu, kasih sayang yang sakral
• Marjoram (sweet) = kebahagiaan, tersipu malu
• Meadowsweet = tak berguna
• Michaelmas Daisy = renungan, "selamat tinggal"
• Mignionette = kemampuanmu melebihi pesonamu
• Mimosa = sensitif
• Mint = perlindungan dari penyakit, kehangatan rasa, kebaikan
• Mistletoe = ciumlah aku, kutaklukkan berbagai kesulitan, tanaman suci India, tanaman ajaib dari pendeta Celtic
• Monkshood = hati-hati, lawan yang mematikan sudah dekat, hukum/sifat yang diidamkan para ksatria
• Morning Glory = pengaruh, keanggunan, kelakuan yang dibuat-buat
• Moss = cinta kasih ibu, murah hati
• Myrrh = kegembiraan
• Myrtle = cinta dalam ketiadaan, kenangan, emblem pernikahan Ibrani
• Myrtle (wax) = disiplin

N
• Narcissus = angkuh, tetaplah semanis seperti dirimu sekarang, kamu terlalu baik mencintai dirimu sendiri, harga diri
• Nasturtium = penaklukan/kemenangan, cinta kasih ibu, patriotisme, murah hati
• Nightshade = kebenaran

O
• Oak leaves = keberanian
• Oleander = peringatan
• Orange - Generosity = kedermawanan
• Orange Blossom = kebijaksanaan, cinta abadi, kesucianmu setara dengan kecantikanmu
• Orange (mock) = berkianat/dusta
• Orchid = cinta, kecantikan, beradab, kamu merayuku
• Orchid (Cattleya) = pesona kedewasaan

P
• Palm leaves = kesuksesan
• Pansy = pemikiran, cinta
• Parsley = perayaan
• Pasque Flower = kamu tidak punya tuntutan (bukti)
• Peach blossom = panjang umur, aku tawananmu
• Peony = pemalu, kemarahan
• Peppermint = kehangatan perasaan
• Periwinkle (blue) = awal persahabatan
• Periwinkle (white) = memori yang membahagiakan
• Persicaria = pemugaran
• Petunia = dendam, marah, kehadiranmu membuatku nyaman, tidak pernah putus asa
• Phlox = persetujuan, mimpi indah
• Pine = harapan, kasihan
• Pink = keberanian
• Poinsettia = menjadi gembira
• Polyanthus = membanggakan kekayaan
• Poppy (general) = kematian, terlupakan, imajinasi, royal/boros
• Poppy (red) = luar biasa royal, kepuasan
• Poppy (white) = pelipur lara
• Poppy( yellow) = sukses
• Prickly Pear = menyindir
• Primrose = aku tak bisa hidup tanpamu, cinta anak muda, awal masa muda
• Primrose (evening) = ketidak tetapan

Q
• Quaking Grass = hasutan
• Queen Anne's Lace = fantasi
• Quince = rayuan

R
• Ranunculus = kamu bercahaya pesona
• Rocket = persaingan
• Rose (red) = aku cinta kamu
• Rose (white) = cinta abadi, polos, amat menyenangkan, rahasia dan diam
• Rose (pink) = kebahagiaan yang sempurna, tolong percayai aku
• Rose (yellow) = persahabatan, cemburu, mencoba untuk peduli
• Rose (black) = mati
• Rose (red and white) = bersama
• Rose (thornless) = cinta pada pandangan pertama
• Rose (single, full bloom) = aku cinta kamu, aku masih mencintaimu
• Rose bud = cantik dan muda, kepolosan cinta
• Rose bud (red) = suci dan cantik
• Rose bud (white) = masa gadis
• Rosebud (moss) = pengakuan cinta
• Roses (bouquet of full bloom) = berteriman kasih
• Roses (garland or crown of) = hati-hati dengan kebaikan, hadiah pernikahan, simbol pernikahan superior
• Roses (musk cluster) = pesona
• Rose (tea) = aku akan selalu ingat
• Rose (cabbage) = duta besar cinta
• Rose (Christmas) = menenangkan kegelisahanku, kekhawatiran
• Rose (damask) = wajah yang brilian
• Rose (dark crimson) = berduka cita
• Rose (hibiscus) = kecantikan yang lembut
• Rose leaf = kamu boleh berharap
• Rosemary = kenangan, komitmen, kesetiaan
• Rudbeckia = keadilan
• Rue = meremehkan

S
• Saffron = hati-hati overdosis (Secukupnya saja)
• Sage = kebijaksanaan, umur panjang, kebaikan berumah tangga
• Salvia (blue) = memikirkanmu
• Scabious = cinta yang nggak beruntung
• Shamrock = keceriaan
• Smilax = cantik
• Snapdragon = kecurangan, gadis yang sangat ramah, anggapan
• Snowdrop = harapan
• Spearmint = kehangatan dari sebuah perasaan
• Spiderflower = "kawin lari yuk!"
• Spindle Tree = pesonamu terukir di hatiku
• Statice = kecantikan yang kekal
• Star of Bethlehem = kesucian, perbaikan kesalahan
• Stephanotis = datanglah padaku, hasrat ingin jalan-jalan, kebahagiaan dalam perkawinan
• Stock = kecantikan yang kekal, tepat waktu
• Strawberry = benar-benar baik
• Sunflower = kesetiaan, keanggunan, kamu baik sekali
• Sweet Basil = semoga berhasil
• Sweet pea = selamat tinggal, kedatangan, kepuasan, "terima kasih untuk saat-saat yang menyenangkan"
• Sweet William = berikan aku satu senyuman, perfeksionis, keberanian
• Syringa = kenangan

T
• Tamarisk = kejahatan
• Thrift = simpatik
• Thyme = kekuatan dan keberanian, aktivitas
• Tuberose = kepuasan yang berbahaya
• Tulip(general) = ketenaran, kemurahan hati, pernyataan cinta
• Tulip(red) = percayalah aku, pernyataan cinta
• Tulip(variegated=warna-warni) = mata yang indah
• Tulip(yellow) = cinta bertepuk sebelah tangan

V
• Valerian = sebuah sifat yang mengakomodasi
• Vernal Grass = miskin tetapi bahagia
• Veronica = ketepatan
• Violet = rendah hati, kesetiaan
• Violet (blue) = perhatian, setia, aku akan selalu sungguh-sungguh
• Violet (white) = ayo melakukan perubahan untuk kebahagiaan
• Viscaria = maukah kamu berdansa denganku?

W
• Wallflower = kesetiaan di saat susah
• Water Lily = kesucian hati
• Wistaria = aku bergantung padamu
• Woodruff = manisnya kerendahan hati
• Wormwood = kekurangan/ketidak hadiran

X
• Xeranthemum = keceriaan di bawah kesengsaraan

Y
• Yarrow = menyembuhkan
• Yew = penyesalan/duka cita

Z
• Zinnia = nasihat sebagai teman
• Zinnia (magenta) = kasih sayang abadi
• Zinnia (mixed) = memikirkan ketidak hadiran seorang kawan
• Zinnia (scarlet) = kesetiaan
• Zinnia (white) = kebaikan
• Zinnia (yellow) = kenangan setiap hari

sumber :disini

Menjadi Murid Yang Sukses


Sekolah dengan tahun ajaran baru sudah dimulai. Itu artinya kita harus mulai untuk rajin belajar lagi agar kita dapat melewati tahun ini dengan baik. Nah, agar kalian dapat menjadi seorang murid yang sukses melewati tahun ajaran ini, tips-tips dibawah ini mudah-mudahan dapat membantu:
1. Usahakan untuk masuk sekolah setiap hari.
Kadang kita merasa malas untuk bangun pagi, apalagi kalau di hari Senin. Aduh, rasanya masih mengantuk sekali. Akhirnya kita berpikir untuk mencari alasan agar tidak masuk sekolah. Untuk mengejar ketinggalan, kalian meminjam catatan dari temanmu. Eit, tunggu dulu, dengan meminjam catatan dari teman bukan berarti kalian dapat mengerti apa yang diajarkan oleh bapak dan ibu guru di sekolah lho. Pada saat temanmu menulis catatan tersebut, dia menuliskan apa yang dianggap perlu olehnya. Nah, bagaimana kalau ternyata ada hal penting lain yang tidak tercatat olehnya? Wah, bisa-bisa saat ditanyakan di ulangan, kita tidak dapat menjawabnya.
2. Mulailah masuk ke kelas dengan perasaan terbuka.
Kalian pasti bertanya-tanya, apa sih maksud dari kalimat diatas? Kita sering merasakan kita menyukai kelas yang satu sedangkan ada juga kelas yang tidak kita sukai. Entah itu karenanya gurunya galak, tidak dapat menerangkan dengan baik atau bahan yang diajarkan tidak menarik. Karena alasan itulah akhirnya kita sering ogah-ogahan untuk mengikuti kelas tersebut dengan baik. Wah, kalau kita merasa begini terus, bisa-bisa kita tidak dapat nilai bagus di buku rapor. Agar, nilai di rapor tetap memuaskan cobalah untuk tidak langsung men-cap kelas tersebut tidak menyenangkan. Dengarkan apa yang diajarkan oleh guru tersebut, lalu resapi pelajaran yang diajarkan hingga kalian mengerti. Kalau ada yang kurang jelas, cobalah untuk bertanya kepada guru tersebut. Ingat, bahwa semua guru menginginkan agar muridnya pintar dan beliau tidak akan lelah untuk mengajari hingga kalian mengerti. Dengan begitu, selain kamu mengerti pelajaran yang diajarkan, kalian juga menciptakan hubungan yang baik dengan guru kalian.
3. Selalu siap sebelum masuk kelas.
Untuk memastikan bahwa pelajaran yang diajarkan dimengerti oleh para muridnya, guru sering memberikan latihan untuk di rumah atau yang kita sebut dengan pekerjaan rumah (PR). Biasakan untuk menyelesaikan dan mengumpulkan PR tersebut di saat yang ditentukan. Apabila kalian kesulitan menyelesaikan tugas tersebut, kalian dapat meminta bantuan dari ayah, ibu, kakak, teman sekelas atau bahkan dari guru mata pelajaran tersebut. Begitu juga dengan tugas-tugas lain seperti prakarya atau kerajinan tangan. Cobalah untuk mengumpulkan tepat pada waktunya. Dengan demikian, nilai yang kalian dapatkan utuh dan tidak dipotong karena terlambat mengumpulkan.
4. Ikuti bimbingan belajar.
Kalian atau bahkan teman kalian pasti ada yang pernah ikut bimbingan belajar bukan? Bimbingan belajar dapat membantu kalian untuk lebih memperdalam pelajaran yang diajarkan di sekolah. Banyak bimbingan-bimbingan belajar yang dapat kalian ikuti. Pastikan sebelum mendaftar, bimbingan belajar yang kalian pilih merupakan bimbingan belajar yang baik. Coba tanyakan dengan teman kalian, bimbingan belajar apa yang diikutinya dan apakah itu membantunya untuk mengerti pelajaran di sekolah.
Nah, mulailah untuk rajin belajar dari sekarang dan selamat mencoba tips-tips diatas!

Seperti apakah guru ideal itu ?


Setiap orang bisa menyodorkan daftar panjang berisi kriteria-kriteria untuk menjawab pertanyaan ini. Daftar tadi bisa jadi merujuk pada berbagai referensi—kesiapan materi, cara memperlakukan anak didik, tingkah laku, dan lain-lain—yang bisa jadi berbeda-beda bagi setiap orang.
Tapi, daripada pusing menyusun berbagai macam kriteria, mengapa tidak kita tanya saja anak-anak tentang guru yang baik menurut mereka?
EENET Asia menurunkan sebuah laporan tentang guru ideal dalam pandangan anak-anak di China dan Pakistan, tetapi agaknya berlaku pula universal.
Simaklah beberapa komentar anak-anak di China.
“Ibu guru Gao seperti ibu bagiku. Dia mendengar semua masalah dan keluh kesah kami serta membantu kami menyelesaikan masalah.”
“Guru Shan selalu melucu dalam kelas menulis kami dan membuat kami sangat tertarik dalam pelajaran itu. Tanpa saya sadari, saya jadi sangat suka menulis dan secara bertahap, saya mempelajari beberapa trik untuk menulis dengan baik.”
“Dia memperlakukan tiap siswa dengan setara. Dalam kebaikan hatinya, dia tidak pernah memihak. Sebagai murid, ini adalah hal yang paling berharga tentang guru… Dalam kelas guru Chen, kami merasa santai dan hidup (bersemangat). Dia selalu “tanpa sengaja” mengajukan pertanyaan atau membuat kesalahan agar kami dapat membetulkannya. Jika kami mengatakan sesuatu yang salah, tidak menyalahkan kami. Dia bahkan akan berkata sambil tersenyum: “Kesalahan Bagus! Kesalahan membantu kami menemukan masalah-masalah”. Tidak seberapa lama kemudian, bahkan siswa yang paling pemalu mau mengangkat tangan dan menjawab pertanyaannya.”
Anak-anak di Pakistan berpendapat tentang guru yang baik:
“Guru kami tahu nama tiap anak.”
“Dia menjelaskan pelajaran di papan tulis. Jika seseorang tidak paham, dia akan mendudukan anak itu disebelahnya dan menjelaskan lagi pelajaran itu.
Dia menghormati anak-anak, dia selalu memanggil mereka ‘aap’. (aap adalah bentuk sopan ‘kamu’ di Pakistan)”
“Guru kami selalu memperhatikan tiap anak ketika mengajar.”
Paragraf terakhir pada tulisan tersebut agaknya mengena dan menggambarkan secara jelas bagaimana seharusnya seorang guru ideal:
“Guru yang baik pada dasarnya adalah manusia yang baik. Mereka memiliki kepribadian penyayang, baik, hangat, sabar, tegas, luwes dalam perilaku, bekerja keras, serta berkomitmen pada pekerjaan mereka. Pusat perhatian mereka bukanlah pada buku teks atau kurikulum, tetapi pada anak! Mereka sangat menyadari beragamnya cara anak-anak belajar, perbedaan antar anak-anak dan pentingnya metode beragam untuk mendorong siswa mampu belajar. Anak-anak yang belajar dengan guru semacam itu tidak perlu lagi mengeluarkan uang tambahan untuk mengikuti les sepulang sekolah.”

Sudah siapkah peserta didik memanfaatkan eLearning?

Setelah pulang dari pelatihan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran, tampaknya Pak Ali semakin semangat menggunakan laptop di dalam kelas. Hampir semua materi dia sampaikan menggunakan senjata barunya, dan projector. Tidak henti-hentinya pak Ali menekan tombol dan dengan semangat menjelaskan dari slide satu ke slide yang lain. Matanya sekali-kali melirik layar bergantian dengan pandangannya kepada murid-muridnya. Setelah itu pak Ali memberikan alamat link untuk pembelajaran lanjutan agar murid-muridnya dapat menggali lebih banyak tentang materi yang disampaikan. Pak Ali diberitahukan oleh pelatih pada saat pelatihan bahwa dengan memanfaatkan TIK, pembelajaran jadi lebih menyenangkan dan materi bisa disampaikan dengan lebih cepat. Memang itulah yang pak Ali dapatkan pada saat memberikan materi di kelas. Namun, ketika tiba waktu evaluasi hasil belajar, pak Ali merasa heran dengan perolehan nilai muridnya. Sepertinya dengan memanfaatkan TIK dalam pembelajaran tidak terjadi perubahan signifikan dalam perolehan nilai muridnya, bahkan dalam beberapa materi terjadi penurunan nilai dibandingkan ketika pak Ali belum memanfaatkan TIK dalam pembelajaran. Seperti halnya pendidik yang baik, pak Ali melakukan refleksi pengajaran yang dia lakukan. Dia menyadari bahwa selama memanfaatkan TIK dalam pembelajaran, fokus pembelajaran bukan lagi kepada muridnya tetapi lebih kepada slide yang ditampilkan di depan kelas. Murid tidak lagi aktif, tetapi cenderung lebih pasif. Pembelajaran bukan lagi student centered, bukan juga teacher centered, tetapi lebih kepada slide centered. Pelatihan yang didapatkan pak Ali diharapkan dapat mendorong pemanfaatan TIK dalam pembelajaran. Namun ada satu komponen yang kurang diperhatikan dalam sebuah kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, padahal komponen ini adalah komponen yang paling utama dalam pembelajaran, yakni peserta didik. Sudah siapkah peserta didik memanfaatkan TIK dalam pembelajaran/eLearning? Untuk mengetahui sampai sejauh mana kesiapan peserta didik dalam memanfaatkan TIK dalam pembelajaran, tanyakan terlebih dahulu kepada peserta didik hal berikut: Sampai sejauh mana mereka menguasai teknologi yang dipakai dalam pembelajaran Sebagai contoh: Apakah peserta didik tahu bagaimana menjalankan file animasi di komputer mereka? Plugin apa saja yang diperlukan (Flash, Real Media, Shockwave, PDF)? Pengalaman mereka dengan pembelajaran berbasis TIK atau eLearning. Sebagai contoh: Apakah peserta didik pernah mendapatkan pembelajaran eLearning sebelumnya? Apa saja masalah dan tantangan yang mereka hadapi? Kecakapan belajar apa saja yang diperoleh dengan memanfaatkan eLearning? Sebagai contoh: Pengetahuan atau kecakapan apa yang diharapkan dengan mengikuti pembelajaran berbasis TIK? Sebagai contoh: Berapa jam per hari atau per minggu yang tersedia bagi peserta didik untuk membuka tautan/link untuk pembelajaran mandiri? Bagaimana komitmen peserta didik untuk melakukan pembelajaran online? Sebagai contoh: Apakah peserta didik dapat mengakses internet di luar sekolah? Bagaimana cara mengaksesnya? Apakah di rumah atau di warnet? Apakah terdapat komputer yang dapat digunakan untuk pembelajaran online? Sebagai contoh: Apakah peserta didik merasa nyaman dengan melakukan komunikasi melalui chatting dan email atau forum diskusi? Apakah sebelumnya peserta didik pernah mengikuti forum diskusi Sebagai contoh: Apakah terdapat anggota keluarga mereka yang mampu membantu pada saat terjadi problem teknis dengan komputer yang sedang digunakan? Apakah terdapat kontak technical support ISP apabila internet tidak dapat diakses?
Sama halnya dalam pembelajaran, seorang pendidik harus mengetahui kondisi dirinya dan kondisi peserta didik untuk memperoleh hasil pembelajaran yang optimal. Seringkali yang dilakukan pendidik lebih pada kesiapannya mengajar di depan kelas, dan bukan kesiapan peserta didik. Dengan melakukan analisa peserta didik terlebih dahulu, pak Ali dapat memenangkan pertempuran.

Perhatikan Guru Saat Mengajar


Untuk menguasai pelajaran yang ada di sekolah sebenarnya tidaklah sesulit yang kamu pikirkan. Kamu tidak perlu terlalu banyak belajar, ataupun sering-sering mengulang dan mengulang apa yang bapak/ibu guru ajarkan. Kamu tidak perlu terkurung oleh “jam belajar” ataupun kegiatan-kegiatan yang justru akan membuat kamu tidak nyaman.
Berdasarkan pengalaman saya, cara paling efektif untuk menguasai pelajaran di sekolah adalah:
  • Perhatikan guru mengajar,
  • Berusaha pahami apa yang bapak/ibu guru ajarkan saat di sekolah,
  • Tanya jika kurang jelas,tidak perlu malu… Biarlah teman-teman menertawakanmu sekarang, tapi pada akhirnya kamu sendiri yang akan tertawa dengan keberhasilanmu…
  • Kerjakan tugas atau ujian sendiri, dengan kemampuanmu sendiri… percayalah kepada kemampuanmu sendiri, tidak perlu nyontek. Walaupun nilaimu jelek, tapi kamu akan merasa bangga dengan hasil pikiranmu sendiri dan akan tumbuh semangat untuk memperbaikinya (itu kalo yang punya semangat tinggi sih… )
  • PR dari guru adalah salah satu cara mengingatkanmu kembali pelajaran yang sudah diberikan, maka kerjakanlah dengan senyuman..
Sebenarnya kecerdasan ataupun cara seseorang mengatasi masalah akan tumbuh dengan sendirinya ketika seseorang banyak menemui masalah. Dalam hal belajar-mengajar, “masalah” yang dimaksud adalah: TUGAS, PR, UJIAN maupun sekedar “TANYA-JAWAB” saat proses belajar-mengajar. Jika kalian para siswa suka bergelut dengan “masalah” tersebut, hampir dipastikan kalian akan dengan mudah menguasai pelajaran sekolah, namun jika kalian sudah “benci sebelum beraksi“, silakan perbaiki diri karena itu akan menjadi duri bagi diri kalian sendiri. Jadi… banyak-banyaklah menemui “masalah“, contohnya dengan suka mengerjakan soal-soal.
Cara belajar ala sekolah+orang tua kadang juga membuat siswa terlalu tertekan. Dalam kondisi yang tertekan, tentu apa yang siswa pelajari akan kurang maksimal. Saya kira, yang perlu ditekankan kepada siswa “semangat” yang tinggi dengan kondisi yang “santai“. (examsworld)

Anak perlu berkompetensi

Pendidikan adalah sebuah proses yang berkelanjutan sehingga tidak hanya diukur dengan pencapaian prestasi di sebuah ajang kompetisi. Namun, dengan mengikuti kompetisi seorang anak bisa mengukur kemampuan yang dimilikinya sekarang, melakukan pengukuran dan perbandingan kinerja (benchmark) dengan anak-anak lain yang berusia sebaya dengannya, serta memikirkan pencapaian yang diinginkan di kemudian hari.
Demikian diungkapkan Direktur PT Kuark Internasional Sanny Djohan di acara Olimpiade Sains Kuark (OSK) 2011 di Titan Center, Bintaro, Tangerang, Provinsi Banten, Sabtu (19/2/2011). Ia mengatakan, dengan melakukan tiga hal di atas itu seorang anak dengan bimbingan orangtua dan gurunya dapat menjadi pribadi yang memiliki sistematika berpikir yang komprehensif dan mampu mengatasi tantangan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pola berpikir kebanyakan orang sering terjebak pada pencapaian prestasi individu di dalam sebuah kompetisi sehingga tidaklah mengherankan jika ada perorangan ataupun tim yang secara khusus dipersiapkan untuk menghadapi sebuah kompetisi. Hal tersebut sudah tentu tidak menggambarkan hasil dari proses pendidikan yang dimiliki oleh sebuah sekolah, daerah, ataupun negara,” ujar Sanny.
Ia memaparkan, OSK dirancang sebagai wadah kompetisi di bidang sains yang terbuka untuk semua siswa tingkat SD se-Indonesia dengan menerapkan kedalaman pemahaman materi yang dapat mengasah kemampuan penalaran siswa. Kegiatan ini, ia berharap, dapat menjadi sebuah acuan standar bagi pemetaan kualitas pendidikan sains tingkat pendidikan dasar di Indonesia.
“Menang dan kalah adalah sebuah dinamika proses berkompetisi dan tidak menghilangkan esensi dari kompetisi itu sendiri,” kata Sanny.
Itu sebabnya OSK dengan sistem kompetisi yang terbuka bagi siapa saja memberikan ruang kebebasan bagi sekolah untuk mendorong setiap siswa ikut serta sebagai sarana untuk mengevaluasi dan melakukan benchmark standar kualitas pendidikan sains dengan siswa-siswa dari sekolah lain secara nasional. Keikutsertaan anak didik secara kontinu dan konsisten dari tahun ke tahun akan memberikan pengalaman yang berharga di dalam membentuk pemahaman konsep dan kemampuan penalaran anak-anak sejak usia dini.
“Sehingga OSK diharapkan juga dapat memberikan umpan balik yang positif kepada pihak sekolah, khususnya dalam melakukan evaluasi terhadap standar kualitas pendidikan sains,” imbuh Sanny yang menerbitkan Komik Sains Kuark sebagai media ajar sains ini.
Sementara penggagas OSK, Prof Yohanes Surya, mengatakan, saat ini orang lazim berpikir bahwa kompetisi hanyalah ditujukan bagi sebagian orang saja, yaitu bagi mereka yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Menurut dia, pemahaman itu tidak salah.
“Namun perlu dipahami juga bahwa kompetisi adalah sarana bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan dan membiasakan diri dengan pencapaian standar yang lebih baik lagi”, papar Yohanes.
Ia menambahkan, oleh sebab itu baik orangtua, guru ataupun kalangan pendidik perlu untuk memotivasi anak-anak sejak usia dini untuk berpartisipasi dalam berbagai kompetisi yang positif sebagai sebuah pengalaman dan pelajaran yang berharga bagi masa depan anak-anak.
Diberitakan sebelumnya, Olimpiade Sains Kuark (OSK) 2011 serentak digelar di sejumlah wilayah di Indonesia sebagai kompetisi sains pendidikan dasar tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kuark Internasional bekerja sama dengan Dharma Dexa. Pada tahun kelima pelaksanaannya ini, OSK diikuti sekitar 82.000 siswa SD/MI dari 152 kota/kabupaten di 33 provinsi di Indonesia.

Bahaya Lisan/Lidah

BAHAYA LIDAH

Perintah berkata baik
Kemampuan berbicara adalah salah satu kelebihan yang Allah berikan kepada manusia, untuk berkomunikasi dan menyampaikan keinginan-keinginannya dengan sesama manusia. Ungkapan yang keluar dari mulut manusia bisa berupa ucapan baik, buruk, keji, dsb.

Agar kemampuan berbicara yang menjadi salah satu ciri manusia ini menjadi bermakna dan bernilai ibadah, Allah SWT menyerukan umat manusia untuk berkata baik dan menghindari perkataan buruk. Allah SWT berfirman :

“Dan katakan kepada hamba-hamba-Ku. “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar) sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” QS. 17: 53

”Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…” QS. 16:125

Rasulullah SAW bersabda :
Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” HR. Muttafaq alaih
Takutlah pada neraka, walau dengan sebiji kurma. Jika kamu tidak punya maka dengan ucapan yang baik “ Muttafaq alaih

Ucapan yang baik adalah sedekah” HR. Muslim.

KEUTAMAAN DIAM
Bahaya yang ditimbulkan oleh mulut manusia sangat besar, dan tidak ada yang dapat menahannya kecuali diam. Oleh karena itu dalam agama kita dapatkan anjuran diam dan perintah pengendalian bicara. Sabda Nabi:
“ Barang siapa yang mampu menjamin kepadaku antara dua kumisnya (kumis dan jenggot), dan antara dua pahanya, saya jamin dia masuk sorga” HR. Al Bukhariy

“Tidak akan istiqamah iman seorang hamba sehingga istiqamah hatinya. Dan tidak akan istiqamah hati seseorang sehingga istiqamah lisannya” HR Ahmad

Ketika Rasulullah ditanya tentang perbuatan yang menyebabkan masuk surga, Rasul menjawab : “Bertaqwa kepada Allah dan akhlaq mulia”. Dan ketika ditanya tentang penyebab masuk neraka, Rasul menjawab : “dua lubang, yaitu mulut dan kemaluan” HR. At Tirmidziy

Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang bisa menjaga mulutnya, Allah akan tutupi keburukannya” HR. Abu Nuaim.

Ibnu Mas’ud berkata : “Tidak ada sesuatupun yang perlu lebih lama aku penjarakan dari pada mulutku sendiri”
Abu Darda berkata : “Perlakukan telinga dan mulutmu dengan obyektif. Sesungguhnya diciptakan dua telinga dan satu mulut, agar kamu lebih banyak mendengar dari pada berbicara.

MACAM-MACAM AFATUL-LISAN, PENYEBAB DAN TERAPINYA
Ucapan yang keluar dari mulut kita dapat dikategorikan dalam empat kelompok : murni membahayakan, ada bahaya dan manfaat, tidak membahayakan dan tidak menguntungkan, dan murni menguntungkan.
Ucapan yang murni membahayakan maka harus dijauhi, begitu juga yang mengandung bahaya dan manfaat. Sedangkan ucapan yang tidak ada untung ruginya maka itu adalah tindakan sia-sia, merugikan. Tinggallah yang keempat yaitu ucapan yang menguntungkan.
Berikut ini akan kita bahas afatul lisan dari yang paling tersembunyi sampai yang paling berbahaya. Ada beberapa macam bahaya lisan, yaitu :

1. Berbicara sesuatu yang tidak perlu
Rasulullah SAW bersabda : “Di antara ciri kesempurnaan Islam seseorang adalah ketika ia mampu meninggalkan sesuatu yang tidak ia perlukan” HR At Tirmidziy

Ucapan yang tidak perlu adalah ucapan yang seandainya anda diam tidak berdosa, dan tidak akan membahayakan diri maupun orang lain. Seperti menanyakan sesuatu yang tidak diperlukan. Contoh pertanyaan ke orang lain “apakah anda puasa, jika dijawab YA, membuat orang itu riya, jika dijawab TIDAK padahal ia puasa, maka dusta, jika diam tidak dijawab, dianggap tidak menghormati penanya. Jika menghindari pertanyaan itu dengan mengalihkan pembicaraan maka menyusahkan orang lain mencari – cari bahan, dst.

Penyakit ini disebabkan oleh keinginan kuat untuk mengetahui segala sesuatu. Atau basa-basi untuk menunjukkan perhatian dan kecintaan, atau sekedar mengisi waktu dengan cerita-cerita yang tidak berguna. Perbuatan ini termasuk dalam perbuatan tercela.

Terapinya adalah dengan menyadarkan bahwa waktu adalah modal yang paling berharga. Jika tidak dipergunakan secara efektif maka akan merugikan diri sendiri. selanjutnya menyadari bahwa setiap kata yang keluar dari mulut akan dimintai pertanggung jawabannya. ucapan yang keluar bisa menjadi tangga ke sorga atau jaring jebakan ke neraka. Secara aplikatif kita coba melatih diri senantiasa diam dari hal-hal yang tidak diperlukan.

2. Fudhulul-Kalam ( Berlebihan dalam berbicara)
Perbuatan ini dikategorikan sebagai perbuatan tercela. Ia mencakup pembicaraan yang tidak berguna, atau bicara sesuatu yang berguna namun melebihi kebutuhan yang secukupnya. Seperti sesuatu yang cukup dikatakan dengan satu kata, tetapi disampaikan dengan dua kata, maka kata yang kedua ini “fudhul” (kelebihan). Firman Allah : “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh bersedekah, berbuat ma’ruf, atau perdamaian di antara manusia” QS.4:114.

Rasulullah SAW bersabda : “Beruntunglah orang yang dapat menahan kelebihan bicaranya, dan menginfakkan kelebihan hartanya “ HR. Al Baghawiy.

Ibrahim At Taymiy berkata : Seorang mukmin ketika hendak berbicara, ia berfikir dahulu, jika bermanfaat dia ucapkan, dan jika tidak maka tidak diucapkan. Sedangkan orang fajir (durhaka) sesungguhnya lisannya mengalir saja”

Berkata Yazid ibn Abi Hubaib :”Di antara fitnah orang alim adalah ketika ia lebih senang berbicara daripada mendengarkan. Jika orang lain sudah cukup berbicara, maka mendengarkan adalah keselamatan, dan dalam berbicara ada polesan, tambahan dan pengurangan.

3. Al Khaudhu fil bathil (Melibatkan diri dalam pembicaraan yang batil)
Pembicaraan yang batil adalah pembicaraan ma’siyat, seperti menceritakan tentang perempuan, perkumpulan selebritis, dsb, yang tidak terbilang jumlahnya. Pembicaraan seperti ini adalah perbuatan haram, yang akan membuat pelakunya binasa. Rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya ada seseorang yang berbicara dengan ucapan yang Allah murkai, ia tidak menduga akibatnya, lalu Allah catat itu dalam murka Allah hingga hari kiamat” HR Ibn Majah.

“ Orang yang paling banyak dosanya di hari kiamat adalah orang yang paling banyak terlibat dalam pembicaraan batil” HR Ibnu Abiddunya.

Allah SWT menceritakan penghuni neraka. Ketika ditanya penyebabnya, mereka menjawab: “ …dan adalah kami membicarakan yang batil bersama dengan orang-orang yang membicarakannya” QS. 74:45
Terhadap orang-orang yang memperolok-olokkan Al Qur’an, Allah SWT memperingatkan orang-orang beriman :”…maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian) tentulah kamu serupa dengan mereka.” QS. 4:140

5. Al Jidal (Berbantahan dan Perdebatan)
Perdebatan yang tercela adalah usaha menjatuhkan orang lain dengan menyerang dan mencela pembicaraannya, menganggapnya bodoh dan tidak akurat. Biasanya orang yang diserang merasa tidak suka, dan penyerang ingin menunjukkan kesalahan orang lain agar terlihat kelebihan dirinya.
Hal ini biasanya disebabkan oleh taraffu’ (rasa tinggi hati) karena kelebihan dan ilmunya, dengan menyerang kekurangan orang lain.

Rasulullah SAW bersabda : “Tidak akan tersesat suatu kaum setelah mereka mendapatkan hidayah Allah, kecuali mereka melakukan perdebatan” HR. At Tirmidziy
Imam Malik bin Anas berkata : “Perdebatan akan mengeraskan hati dan mewariskan kekesalan”

6. Al Khusumah (pertengkaran)
Jika orang yang berdebat menyerang pendapat orang lain untuk menjatuhkan lawan dan mengangkat kelebihan dirinya. Maka al khusumah adalah sikap ingin menang dalam berbicara (ngotot) untuk memperoleh hak atau harta orang lain, yang bukan haknya. Sikap ini bisa merupakan reaksi atas orang lain, bisa juga dilakukan dari awal berbicara.
Aisyah ra berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang bermusuhan dan suka bertengkar” HR. Al Bukhariy

7. Taqa’ur fil-kalam (menekan ucapan)
Taqa’ur fil-kalam maksudnya adalah menfasih-fasihkan ucapan dengan mamaksakan diri bersyaja’ dan menekan-nekan suara, atau penggunaan kata-kata asing. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku di hari kiamat, adalah orang-orang yang buruk akhlaknya di antara kamu, yaitu orang yang banyak bicara, menekan-nekan suara, dan menfasih-fasihkan kata”. HR. Ahmad.

Tidak termasuk dalam hal ini adalah ungkapan para khatib dalam memberikan nasehat, selama tidak berlebihan atau penggunaan kata-kata asing yang membuat pendengar tidak memahaminya. Sebab tujuan utama dari khutbah adalah menggugah hati, dan merangsang pendengar untuk sadar. Di sinilah dibutuhkan bentuk-bentuk kata yang menyentuh.

8. Berkata keji, jorok dan caci maki
Berkata keji, jorok adalah pengungkapan sesuatu yang dianggap jorok/tabu dengan ungkapan vulgar, misalnya hal-hal yang berkaitan dengn seksual, dsb. Hal ini termasuk perbuatan tercela yang dilarang agama. Nabi bersabda :
“Jauhilah perbuatan keji. Karena sesungguhnya Allah tidak suka sesuatu yang keji dan perbuatan keji” dalam riwayat lain :”Surga itu haram bagi setiap orang yang keji”. HR. Ibnu Hibban

“Orang mukmin bukanlah orang yang suka menghujat, mengutuk, berkata keji dan jorok” HR. At Tirmidziy.

Ada seorang A’rabiy (pedalaman) meminta wasiat kepada Nabi : Sabda Nabi : “Bertaqwalah kepada Allah, jika ada orang yang mencela kekuranganmu, maka jangan kau balas dengan mencela kekurangannya. Maka dosanya ada padanya dan pahalanya ada padamu. Dan janganlah kamu mencaci maki siapapun. Kata A’rabiy tadi : “Sejak itu saya tidak pernah lagi mencaci maki orang”. HR. Ahmad.

“Termasuk dalam dosa besar adalah mencaci maki orang tua sendiri” Para sahabat bertanya : “Bagaimana seseorang mencaci maki orang tua sendiri ? Jawab Nabi: “Dia mencaci maki orang tua orang lain, lalu orang itu berbalik mencaci maki orang tuanya”. HR. Ahmad.

Perkataan keji dan jorok disebabkan oleh kondisi jiwa yang kotor, yang menyakiti orang lain, atau karena kebiasaan diri akibat pergaulan dengan orang-orang fasik (penuh dosa) atau orang-orang durhaka lainnya.

9. La’nat (kutukan)
Penyebab munculnya kutukan pada sesama manusia biasanya adalah satu dari tiga sifat berikut ini, yaitu : kufur, bid’ah dan fasik. Dan tingkatan kutukannya adalah sebagai berikut :
Kutukan dengan menggunakan sifat umum, seperti : semoga Allah mengutuk orang kafir, ahli bid’ah dan orang-orang fasik.

Kutukan dengan sifat yang lebih khusus, seperti: semoga kutukan Allah ditimpakan kepada kaum Yahudi, Nasrani dan Majusi, dsb.

Kutukan kepada orang tertentu, seperti : si fulan la’natullah. Hal ini sangat berbahaya kecuali kepada orang-orang tertentu yang telah Allah berikan kutukan seperti Fir’aun, Abu Lahab, dsb. Dan orang-orang selain yang Allah tentukan itu masih memiliki kemungkinan lain.

Kutukan yang ditujukan kepada binatang, benda mati , atau orang tertentu yang tidak Allah tentukan kutukannya, maka itu adalah perbuatan tercela yang haus dijauhi. Sabda Nabi :
“ Orang beriman bukanlah orang yang suka mengutuk” HR At Tirmidziy

“Janganlah kamu saling mengutuk dengan kutukan Allah, murka-Nya maupun jahanam” HR. At Tirmidziy.

“Sesungguhnya orang-orang yang saling mengutuk tidak akan mendapatkan syafaat dan menjadi saksi di hari kiamat” HR. Muslim

10. Ghina’ (nyanyian) dan Syi’r (syair)
Syair adalah ungkapan yang jika baik isinya maka baik nilainya, dan jika buruk isinya buruk pula nilainya. Hanya saja tajarrud ( menfokuskan diri) untuk hanya bersyair adalah perbuatan tercela. Rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya memenuhi rongga dengan nanah, lebih baik dari pada memenuhinya dengan syair” HR Muslim. Said Hawa mengarahkan hadits ini pada syair-syair yang bermuatan buruk.
Bersyair secara umum bukanlah perbuatan terlarang jika di dalamnya tidak terdapat ungkapan yang buruk. Buktinya Rasulullah pernah memerintahkan Hassan bin Tsabit untuk bersyair melawan syairnya orang kafir.

11. Al Mazah (Sendau gurau)
Secara umum mazah adalah perbuatan tercela yang dilarang agama, kecuali sebagian kecil saja yang diperbolehkan. Sebab dalam gurauan sering kali terdapat kebohongan, atau pembodohan teman. Gurauan yang diperbolehkan adalah gurauan yang baik, tidak berdusta/berbohong, tidak menyakiti orang lain, tidak berlebihan dan tidak menjadi kebiasaan. Seperti gurauan Nabi dengan istri dan para sahabatnya.
Kebiasaan bergurau akan membawa seseorang pada perbuatan yang kurang berguna. Disamping itu kebiasaan ini akan menurunkan kewibawaan.
Umar bin Khatthab berkata : “Barang siapa yang banyak bercanda, maka ia akan diremehkan/dianggap hina”.
Said ibn al Ash berkata kepada anaknya : “Wahai anakku, janganlah bercanda dengan orang mulia, maka ia akan dendam kepadamu, jangan pula bercanda dengan bawahan maka nanti akan melawanmu”

12. As Sukhriyyah (Ejekan) dan Istihza’( cemoohan)
Sukhriyyah berarti meremehkan orang lain dengan mengingatkan aib/kekurangannya untuk ditertawakan, baik dengan cerita lisan atau peragaan di hadapannya. Jika dilakukan tidak di hadapan orang yang bersangkutan disebut ghibah (bergunjing).
Perbuatan ini terlarang dalam agama. Firman Allah :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka yang diolok-olok lebih baik dari mereka yang mengolok-olok dan janganlah pula wanita-wanita mengolok-olok wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita yang diolok-olok itu lebih baik dari yang mengolok-olok “ QS. 49:11
Muadz bin Jabal ra. berkata : Nabi Muhammad SAW bersabda : “ Barang siapa yang mencela dosa saudaranya yang telah bertaubat, maka ia tidak akan mati sebelum melakukannya” HR. At Tirmidziy

13. Menyebarkan rahasia
Menyebarkan rahasia adalah perbuatan terlarang. Karena ia akan mengecewakan orang lain, meremehkan hak sahabat dan orang yang dikenali. Rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya orang yang paling buruk tempatnya di hari kiamat, adalah orang laki-laki yang telah menggauli istrinya, kemudian ia ceritakan rahasianya”. HR. Muslim

14. Janji palsu
Mulut sering kali cepat berjanji, kemudian hati mengoreksi dan memutuskan tidak memenuhi janji itu. Sikap ini menjadi pertanda kemunafikan seseorang.
Firman Allah : “Wahai orang-orang beriman tepatilah janji…” QS 5:1
Pujian Allah SWT pada Nabi Ismail as: “Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya..” QS 19:54
Rasulullah SAW bersabda : “ada tiga hal yang jika ada pada seseorang maka dia adalah munafiq, meskipun puasa, shalat, dan mengaku muslim. Jika berbicara dusta, jika berjanji ingkar, dan jika dipercaya khiyanat” Muttafaq alaih dari Abu Hurairah

15. Bohong dalam berbicara dan bersumpah
Berbohong dalam hal ini adalah dosa yang paling buruk dan cacat yang paling busuk. Rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya berbohong akan menyeret orang untuk curang. Dan kecurangan akan menyeret orang ke neraka. Dan sesungguhnya seseorang yang berbohong akan terus berbohong hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai pembohong” Muttafaq alaih.
“Ada tiga golongan yang Allah tidak akan menegur dan memandangnya di hari kiamat, yaitu : orang yang membangkit-bangkit pemberian, orang yang menjual dagangannya dengan sumpah palsu, dan orang yang memanjangkan kain sarungnya” HR Muslim.
“Celaka orang berbicara dusta untuk ditertawakan orang, celaka dia, celaka dia” HR Abu Dawud dan At Tirmidziy

16. Ghibah (Bergunjing)
Ghibah adalah perbuatan tercela yang dilarang agama. Rasulullah pernah bertanya kepada para sahabat tentang arti ghibah. Jawab para sahabat: ”Hanya Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui”. Sabda Nabi: “ghibah adalah menceritakan sesuatu dari saudaramu, yang jika ia mendengarnya ia tidak menyukainya.” Para sahabat bertanya : “Jika yang diceritakan itu memang ada? Jawab Nabi : ”Jika memang ada itulah ghibah, jika tidak ada maka kamu telah mengada-ada” HR Muslim.

Al Qur’an menyebut perbuatan ini sebagai memakan daging saudara sendiri (QS. 49:12)
Ghibah bisa terjadi dengan berbagai macam cara, tidak hanya ucapan, bisa juga tulisan, peragaan. dsb.
Hal-hal yang mendorong terjadinya ghibah adalah hal-hal berikut ini :
-Melampiaskan kekesalan/kemarahan
-Menyenangkan teman atau partisipasi bicara/cerita
-Merasa akan dikritik atau dcela orang lain, sehingga orang yang dianggap hendak mencela itu jatuh lebih dahulu.
-Membersihkan diri dari keterikatan tertentu
-Keinginan untuk bergaya dan berbangga, dengan mencela lainnya
-Hasad/iri dengan orang lain
-Bercanda dan bergurau, sekedar mengisi waktu
-Menghina dan meremehkan orang lain
-Terapi ghibah sebagaimana terapi penyakit akhlak lainnya yaitu dengan ilmu dan amal.
-Secara umum ilmu yang menyadarkan bahwa ghibah itu berhadapan dengan murka Allah. Kemudian mencari sebab apa yang mendorongnya melakukan itu. Sebab pada umumnya penyakit itu akan mudah sembuh dengan menghilangkan penyebabnya.
-Menceritakan kekurangan orang lain dapat dibenarkan jika terdapat alasan berikut ini:
-Mengadukan kezaliman orang lain kepada qadhi
Meminta bantuan untuk merubah kemunkaran
-Meminta fatwa,seperti yang dilakukan istri Abu Sufyan pada Nabi.
-Memperingatkan kaum muslimin atas keburukan seseorang
-Orang yang dikenali dengan julukan buruknya, seperti al a’raj (pincang), dst.
-Orang yang diceritakan aibnya, melakukan itu dengan terang-terangan (mujahir)
Hal-hal penting yang harus dilakukan seseorang yang telah berbuat ghibah adalah :
1. Menyesali perbuatan ghibahnya itu
2. Bertaubat, tidak akan mengualnginya lagi
3. Meminta maaf/dihalalkan dari orang yang digunjingkan.