Minggu, 28 Juli 2013

12 Tips Sehat Berpuasa Ramadhan


Puasa Ramadhan secara umum berdampak positif bagi kesehatan. Dua belas tips berikut perlu Anda pertimbangkan agar puasa Anda tetap menyehatkan.

  1. Minum yang cukup. Hidrasi adalah hal terpenting selama puasa Ramadhan. Setelah berbuka puasa, Anda harus minum dalam jumlah besar. Anda juga harus minum saat bersahur. Kebutuhan hidrasi tubuh adalah sekitar 1,5 liter per hari.
  2. Makan yang sehat. Anda sebaiknya menerapkan diet sehat pada saat berbuka. Jangan berlebihan melahap kue dan makanan manis yang bahkan dalam jumlah besar sekalipun tidak memuaskan rasa lapar dan mengganggu pola makan Anda. Pertimbangkan memakan kurma yang dapat mengisi ulang energi dengan cepat.
  3. Jangan langsung berbuka dalam porsi besar. Mulailah dengan sup, kolak atau makanan pembuka lain dan tunggu sampai meresap di pencernaan sebelum makan besar.
  4. Jangan makan terlalu banyak. Buka puasa seharusnya tidak identik dengan makan berlebihan. Makan berlebihan tidak hanya mengganggu tubuh, tetapi juga membuat ngantuk saat shalat tarawih.
  5. Meskipun puasa dimulai dari matahari terbit sampai terbenam, Anda sebaiknya tetap makan tiga kali sehari: yang pertama saat bersahur, yang kedua saat berbuka dan yang ketiga sekitar 2 atau 3 jam setelah berbuka.
  6. Saat bersahur, disarankan makan buah-buahan untuk vitamin dan sumber karbohidrat seperti nasi dan ubi-ubian yang dapat bertahan sampai berbuka puasa. Penting untuk bersantap sahur mendekati saat imsak.
  7. Jika memungkinkan, tidurlah di awal siang untuk mengumpulkan energi. Hindari sinar matahari dan panas yang menimbulkan dehidrasi.
  8. Minimalkan penggunaan tenaga fisik. Atlet harus ekstra hati-hati untuk tidak berolahraga terlalu keras selama bulan Ramadhan. Dianjurkan untuk berolahraga yang tidak intensif di sore hari sebelum saat berbuka.
  9. Penderita diabetes. Penderita diabetes harus secara teratur memonitor gula darah mereka, cukup hidrasi dan tidak makan yang manis-manis tanpa nasihat medis.
  10. Orang yang lemah fisik. Puasa seharusnya tidak memperburuk status kesehatan orang dengan kondisi medis. Ibu hamil atau menyusui, lansia, pasien hipertensi, penyakit jantung atau asma, biasanya tidak wajib berpuasa Ramadhan. Bila tetap berpuasa, mereka harus berkonsultasi dengan dokter jika merasakan tanda-tanda gangguan kesehatan. Demi keselamatan yang lebih baik, disarankan untuk pergi ke dokter sebelum dan sesudah Ramadhan.
  11. Jangan menghentikan pengobatan tanpa nasihat medis. Orang yang harus mendapatkan pengobatan berkala harus mendapatkan saran dari dokter dan ustadz mereka. Mereka tidak harus berpuasa Ramadan jika hal itu membawa risiko pada kesehatan mereka.
  12. Segera membatalkan puasa bila mendapatkan masalah kesehatan. Bila Anda mengalami masalah medis selama sehari dan tidak dapat pulih dengan cepat, mungkin sebaiknya Anda tidak berpuasa sehari atau lebih. Hari-hari di mana Anda tidak berpuasa dapat diganti sebelum Ramadhan berikutnya.
Sumber: diadaptasi dari AFP Relaxnews.

Tips Selalu Sehat & Bugar Saat Puasa Ramadhan

Bulan Ramadhan telah datang, seringkali kita mendapati suasana bulan puasa identik dengan pemandangan orang-orang yang lemas dan tidak bersemangat. namun bila kita perhatikan, ada segelintir orang yang walau berpuasa namun tetap bugar, apa ya rahasianya?
Alangkah nikmatnya dikala melakukan ibadah mulia ini (berpuasa) kita tetap dapat menjalani aktifitas sehari-hari dengan kondisi yang segar bugar. Bagi sebagian orang yang dalam keseharian puasanya bermalasan dirumah atau tidur mungkin tidak terasa berat, namun bagaimana dengan kita yang rutin bekerja seharian pada saat menahan haus dahaga? Ini dia tips untuk berpuasa tetap bugar selagi produktivitas kerja juga tetap maksimal.
>>> Koleksi Alat Elektronik Rumah Tangga Terlengkap ada di: Kategori Elektronik Lazada.co.id

Ketika Sahur

  • Ketika sahur sebaiknya hindari makanan yang manis atau terlalu banyak gula, karena asupan makanan/minuman yang manis akan menyebakan tubuh yang lemas pada siang hari saat berpuasa.
  • Paling baik ketika sahur adalah meminum susu, karena susu akan mencegah anemia yang menyebabkan badan lemas pada siang harinya.
  • Menu yang disajikan sebaiknya yang mengandung air yang banyak atau buah sekalian sehingga tubuh tidak dehidrasi parah saat berpuasa nanti. Kurma juga dapat membuat tubuh bugar seharian.
  • Bila tidak menyukai buah saat sahur, meminum jus buah saja pun cukup baik untuk kelancaran BAB.
  • Sebaiknya hindari fast-Food, gorengan atau makanan pedas saat sahur karena akan mengganggu pencernaan pada siang harinya.

Saat Berpuasa

  • Kerjakan tugas-tugas Anda dengan perlahan tapi pasi. Jangan menumpuk pekerjaan yang dapat membuat stress, karena stress juga menyebabkan otak lelah dan akhirnya perut terasa lebih lapar.
  • Istirahatlah sejenak, bila pada saat jam istirahat lebih baik Anda pakai untuk tidur sejenak, setalah sholat zuhur adalah waktu terbaik untuk tidur sejenak. Tidur selama 15 menit saja sudah dapat membangkitkan kembali semangat.
  • Melakukan olahraga ringan seperti peregangan atau berjalan kaki saat berpuasa sangat disarankan. Selain membantu menjaga berat badan, olahraga juga berfungsi untuk memperlancar peredaran darah dan menjaga kebugaran tubuh anda.

Waktu Berbuka

  • Segerakan berbuka, namun jangan kalap. Setelah berbuka dengan yang manis, dahulukan sholat Magrib agar perut tidak kaget, barulah makan makanan kesukaan Anda!
  • Jika kebetulan Anda berbuka dijalan, jangan lupa menyiapkan ta’jil dari sebelum Anda berangkat pulang ya. Kurma adalah makanan ta’jil terbaik untuk membatalkan puasa.

Akademi Komunitas

Untuk memberi peluang lulusan SMA dan SMK yang secara ekonomi tidak mampu melanjutkan kuliah Perguruan Tinggi, baik jenjang DIII atau Sarjana, Kemendikbud telah menfasilitasi pendirian 45 Akademi Komunitas (AK) Negeri dan Mandiri yang tersebar di seluruh Indonesiapada pada tahun 2012. Pada peresmian AK di Kabupaten Pacitan, Mendikbud Prof. Dr. Mohamad Nuh, DEA menjelaskan bahwa Akademi Komunitas adalah bagian dari amanat Undang-Undang Pendidikan Tinggi, yang bertujuan untuk penguatan pendidikan vokasi dan mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi.
AK dibangun berdasarkan Undang-Undang N0.112 Tahun 20112 tentang Pendidikan Tinggi pasal 59, menjelaskan bahwa AK merupakan salah satu bentuk Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi setingkat diploma satu dan atau diploma dua dalam satu atau beberapa cabang ilmu Pengetahuan dan atau teknologi tertentu yang berbasis keunggulan lokal atau untuk memenuhi kebutuhan khusus. Pendirian AK juga diharapkan dapat mewujudkan pencapaian Indonesia Emas sesuai dengan tahapan dan koridor pembangunan pada Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Dalam proses pendirian AK tahun 2012, Polinema merupakan salah satu Politeknik Pembina bagi Akademi Komunitas Negeri Kota Blitar, Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Jepara. Sementara ini program studi yang di jalankan di ketiga wilayah tersebut berstatus program studi di luar domisili (PDD) dengan jenjang pendidikan DII yang meliputi: Teknik Otomotif, Akuntansi dan Manajemen Informatika. Dua AK binaan Polinema telah menyelenggarakan pendidikan tahun 2012 dengan jumlah mahasiswa 310 orang (Kabupaten Bojonegoro) dan 150 orang (Kota Blitar), sementara Kabupaten Jepara akan memulai penyelenggaraan pendidikan pada tahun akademik 2013/2014.
Seiring dengan pertumbuhan jumlah AK Negeri dan Mandiri, yang ditargetkan bisa mencapai 269 AK pada tahun 2015, maka kedepan Polinema akan punya peran yang strategis dalam pembinaan dan penyiapan calon tenaga pendidik AK. Dengan memfasilitasi pendirian AK baik yang negeri maupun mandiri, Pemerintah Indonesia benar-benar memgharapkan perluasan akses pendidikan tinggi bagi semua orang termasuk bagi mereka yang tidak mampu, sehingga kemampuan bersaing bangsa Indonesia di tataran internasional layak untuk diperhitungkan. Disinilah, Polinema ikut serta berkontribusi membangun daya saing bangsa dalam kompetisi internasional, salah satunya melalui Akademi Komunitas, Pendidikan Tinggi bagi semua orang.

Sumber : http://www.poltek-malang.ac.id/akademi-komunitas-bentuk-keberpihakan-negara-bagi-pendidikan-masyarakat/

Tips Hemat & Kelola Sumber Dana Menjelang Hari Raya

Meskipun kita berpikir bahwa kita bisa sedikit berhemat di bulan puasa berhubung pengeluaran untuk makan siang jadi berkurang, tapi kenyataannya tidak demikian! Pengeluaran saat Ramadhan dan lebaran justru bisa meningkat 25-50% dibandingkan dengan bulan-bulan lain.
Penyebabnya? Harga bahan pokok naik, budaya buka puasa bersama di luar bersama teman dan kerabat, membuat kue-kue dan makanan menjelang lebaran, dan mudik. Memang sih, bagi kita yang bekerja maka ada THR yang dinanti-nanti, yang bisa membantu menambah penghasilan bulan ini. Tapi, tidak bijak juga kan, kalau semua pendapatan kita dihabiskan untuk keperluan satu bulan saja?
Nah, bagaimana cara kita mengatur pengeluaran di bulan Ramadhan dan lebaran? Termasuk juga mengatur penggunaan THR agar manfaatnya bisa terasa lebih lama. Simak tips-tips berikut ini yuk!
BERHEMAT DI BULAN PUASA

Agar dapat berhemat di bulan puasa, tanyakan pada diri Anda apakah yang akan Anda beli itu benar-benar merupakan kebutuhan dan apakah harganya sesuai dengan tingkat kemampuan Anda?
Setelah itu, coba terapkan tips-tips berhemat di bulan puasa berikut ini:
  1. Sungguh-sungguh mengontrol diri belanja sesuai kebutuhan.
  2. Tentukan anggaran belanja, dan patuhilah. Pakai pola berbelanja yang sama seperti bulan biasa.
  3. Buat daftar belanja. Berbelanjalah bahan kebutuhan pokok saja.
  4. Perkirakan uang yang akan dibelanjakan. Bawalah uang tunai seperlunya. Jika Anda menyadari bahwa Anda tidak disiplin, hindari membawa kartu ATM, kartu debit, kartu kredit.
  5. Jangan gunakan THR untuk berbelanja kebutuhan puasa.
MENGELOLA SUMBER DANA MENJELANG HARI RAYA
Adanya gaji bulanan dan tambahan THR menjelang hari Raya seringkali membuat kita terlena dan merasa bahwa saat ini kita punya banyak uang untuk digunakan. Tapi, tentu saja gaji dan THR tidak tepat jika dihabiskan sekaligus. Bisa jadi malah setelah hari Raya, kondisi keuangan kita menjadi berantakan dan kita terbelit hutang. Tidak mau kan?
Jadi, ada dua kesalahan yang sering dihadapi menjelang hari Raya. Yang pertama, tidak mengantisipasi kebutuhan yang timbul, seperti pengeluaran lebaran (ZIS, hidangan, pakaian dan bayar pembantu). Dan, yang kedua, hanya mengandalkan THR yang diterima saja.
Untuk menghindarkan dari kondisi keuangan yang semrawut setelah hari Raya, kita harus dapat mengelola sumber dana lebaran dengan baik. Ada dua cara.
Pertama, sisihkan pendapatan bulanan Anda untuk dimasukkan ke dalam pos pulang kampung atau mudik. Besarnya, tergantung dari perencanaan mudik Anda. Misalnya, apakah menggunakan kendaraan pribadi, pesawat atau kendaraan umum. Kisarannya mungkin 5-10% dari penghasilan yang diterima tiap bulannya.
Kedua, dari THR yang diberikan kantor. Bagi pasangan yang telah bekerja, artinya Anda akan memliki THR dua, dari suami dan istri. Bila demikian buat kesepakatan, misalnya THR suami untuk keperluan lebaran dan THR istri untuk ditabung atau investasi.
Nah, untuk itu, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk mengelola sumber dana kita di atas:
  1. THR digunakan sebagai sumber dana membiayai belanja yang timbul akibat hari raya saja.
  2. Biaya pulang kampung atau mudik dari pendapatan tiap bulan disisihkan untuk ditabung
  3. Biaya rutin bulanan diambil dari gaji yang diperoleh
Demikian tips-tips mengatur keuangan Anda di bulan puasa! Tunggu tips berikutnya tentang tips mengatur keuangan untuk mudik dan apakah mungkin THR ditabung?
Selamat beruang!

 sumber: http://mywealth.co.id/2010/08/tips-hemat-kelola-sumber-dana-menjelang-hari-raya-1/