Showing posts with label Mata Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Mata Kuliah. Show all posts

Tuesday, April 5, 2016

Pemilihan Kertas dan Menjaga Kualitas Hasil Ketikan


A. Pemilihan Kertas
              Sangat banyak sekali jenis kertas, seperti halnya uang kertas, pabrik kertas tentu yang bisa memproduksinya dengan kualitas tertentu atau buku-buku yang kita pakai juga terbuat dari kertas. Belum lagi halnya undangan pernikahan juga salah satunya terbuat dari kertas-kertas tertentu. Apalagi perlengkapan dan dokumen perkantoran yang banyak sekali menggunakan kertas sebagai media untuk menunjang kegiatan administrasi perkantoran.
             Namun kita tidak perlu resah karena banyak dipasaran kertas yang dijual dan bervariasi dari segi harga dan juga kualitas sesuai dengan jenis dan model bahkan ukuran serta ketebalan kertas, karena slah satu jenis kertas yang akan dibahas juga bisa berasal dari daur ulang kertas.
Kita sering menggunakan berbagai macam tipe ukuran dan jenis-jenis kertas dalam mendukung aktifitas sehari-hari, seperti urusan surat menyurat, belajar mengajar di tempat kuliah, pekerjaan kantor, dan urusan-urusan lainnya. Kebutuhan akan kertas begitu besar dan sangat penting kegunannya bagi kehidupan ini.
            Hampir setiap hari kita bekerja dengan menggunakan kertas, namun kita belum tahu jenis kertas dan kegunaan yang sebenarnya. Sekitar 50% masyarakat kita belum tahu tentang hal ini.
Berikut ini pembahasan mengenai jenis-jenis kertas lengkap dengan ukurannya dan kegunaannya.

1. Jenis Kertas, karakteristik, ukuran, gramasi dan kegunaannya.
a) Kertas Kalkir
Kertas kalkir hampir sama dengan kertas HVS yang biasanya dipakai untuk media sablon, namun tidak putih alias lebih gelap dan terlihat transparan seperti kertas terkena tumpahan minyak.

b) Kertas Duplex/Coated
Bahan Duplex mudah dibedakan dari bahan lain, yakni sisi depan berwarna putih dan sisi belakang berwarna abu-abu. Jadi yang dicetak hanya satu sisi. Bahan ini banyak digunakan untuk pembuatan box/packaging makanan atau obat-obatan karena harganya yang relatif murah dibandingkan bahan lainnya. Gramasi yang umum digunakan 250 gr, 270 gr, 310 gr, 350gr, 400, 450gr hingga 500gr.
c) Kertas Art/Matt Paper

Bahan kertas untuk brosur dengan permukaan yang licin/art atau seni doff/matt. Selain licin, produk cetak yang dihasilkan juga berkualitas bagus karena raster kertas halus. Gramasi yang umum digunakan 100gr, 120gr, 150gr.

d) Kertas Ivory
Bahan ivory ini hampir sama seperti art karton. Kedua sisinya putih, tetapi tidak seputih art karton. Yang membedakan, art karton kedua sisinya licin sementara ivory hanya satu sisi yang licin. Hampir sama dengan cwb, hanya cwb lebih halus/ bahan ini juga banyak digunakan untuk Box Cosmetic karena cukup tebal/kokoh/ gramasi yang umum digunakan 210gr, 230gr, 250gr, 270gr, 300gr, 350gr.

e) Kertas HVS
Jenis kertas HVS sedikit kasar, umumnya digunakan untuk kertas fotocopy/printer Deskjet, kertas jenis ini banyak dijual di toko-toko buku, Contoh Paper One, Gold, Sinar Dunia, dsb. Dengan Gramasi : 70gr, 80 gr, 100gr, ukuran adan A4, F4, atau Folio dan juga HVS A3 70gr.

f) Kertas Art Karton
Bahan kertas ini sama seperti art paper, tetapi gramasi lebih tebal. Banyak digunakan untuk produk cetak, seperti kartu nama, katalog, co profile, brosur, dan produk cetak lain yang membutuhkan kertas agak tebal. Umumnya setelah dicetak bahan ini dilaminasi/optional, supaya hasilnya lebih memuaskan. Gramasi yang umum digunkan 190gr, 210gr, 230gr, 260gr, 310gr, 360gr.

g) CWB/Coated White Board/Duplex Putih
Bahan sama seperti Duplex, hanya bagian dalam berwarna putih, sehingga kelihatan lebih bersih. Banyak digunakan untuk box makanan. Gramasi yang umum digunakan 230gr, 250gr, 300gr.

h) Samson Kraft
Berwarna coklat muda, merupakan bahan hasil daur ulang, dan permukaan kasar. Umumnya digunakan untuk kertas bungkus, namun karena memberik kesan kalsik. Bahan ini banyak digunakan untuk pembuatan paperbag dan handtag/khususnya untuk distro jeans. Karena warna dasarnya coklat, umumnya dicetak 1-2 warna saja. Gramasi yang umum digunakan 150gr, 220gr(Karton).

i) Corugated/Gelombang/Karton
Sesuai namanya, Corugated merupakan karton yang bagian dalamnya bergelombang antara lain digunakan sebagai box mi instan/kardus packing. Jika dicetak, box ini umumnya ditempel lagi dengan menggunakan dupl. Ex. Kraft atau HVS. Jadi jika hendak dicetak fullcolor, pencetakan dilakukan pada bahan lain kemudian ditempel. Ketebalan bahan ini dikatategorikan menjadi B Float(gelombang besar) dan E float(gelombang kecil).
Ukuran lainnya:
- White Double Wall Kraft Medium
- Double Kraft Wall Medium Kraft
- Double Wall Kraft Medium-Medium
- Single Wall Kraft Medium-Medium
- Single Wall Kraft Medium-Kraft
- Efloat


j) Yellow Board Paper
Yellow Board Paper adalah jenis kertas yang cukup tebal. Biasanya digunakan untuk rangka dalam di undangan hard cover. Kertas ini tidak bisa dicetak offset, biasanya dilapisi dengan art paper atau dupleks.

k) BW/BC/Linen Jepang/Concord
Kertas ini bertekstur, biasanya digunakan untuk kop surat/sertifikat. Terdapat dalam berbagai warna. Gramasi yang tersedia umumnya hanya 1 macam, misalnya 220gr-250gr.

l) BW/BC/Manila
Jenis kertas ini memiliki tekstur yang halus namun tidak coated. Tersedia dalam berbagai warna. Bisa digunakan untuk mencetak kartu nama, sertifikat dan lain-lain.


m) Fancy Paper
Jenis Kertas dengan beragam warna dan karakteristik. Umumnya digunakan ntuk undangan. Ada banyak jenisnya seperti millenium, jasmine, java emboss, hawaii dsb.
Gramasi/berat kertas mulai dari 80gr, 100gr, 220gr, hingga 300gr.

Sumber net: abahtekno.blogspot.co.id dan www.belajarkreatif.net

2. Ukuran kertas berdasarkan penamaan Amerika:


Ukuran in × in mm × mm
Letter 8.5 × 11 216 × 279
Legal 8.5 × 14 216 × 356
Junior Legal 8.0 × 5.0 203 × 127
Ledger 17 × 11 432 × 279
Tabloid 11 × 17 279 × 432

3. Penamaan-ukuran Kertas Dengan Awalan A, B, C
Format Seri A
Ukuran mm × mm in × in
A0 841 x 1189 33.11 × 46.81
A1 594 x 841 23.39 × 33.11
A2 420 x 594 16.54 × 23.39
A3 297 x 420 11.69 × 16.54
A4 210 x 297 8.27 × 11.69
A4s 215 x 297 8.46 × 11.69
A5 148 x 210 5.83 × 8.27
A6 105 x 148 4.13 × 5.83
A7 74 x 105 2.91 × 4.13
A8 52 x 74 2.05 × 2.91
A9 37 x 52 1.46 × 2.05
A10 26 x 37 1.02 × 1.46
Format Seri B
Ukuran mm × mm in × in
B0 1000 X 1414 39.37 × 55.67
B1 707 X 1000 27.83 × 39.37
B2 500 X 707 19.69 × 27.83
B3 353 X 500 13.90 × 19.69
B4 250 X 353 9.84 × 13.90
B5 176 X 250 6.93 × 9.84
B6 125 X 176 4.92 × 6.93
B7 88 X 125 3.46 × 4.92
B8 62 X 88 2.44 × 3.46
B9 44 X 62 1.73 × 2.44
B10 31 X 44 1.22 × 1.73
Format Seri C
Ukuran mm × mm in × in
C0 917 X 1297 36.10 × 51.06
C1 648 X 917 25.51 × 36.10
C2 458 X 648 18.03 × 25.51
C3 324 X 458 12.76 × 18.03
C4 229 X 324 9.02 × 12.76
C5 162 X 229 6.38 × 9.02
C6 114 X 162 4.49 × 6.38
C7 81 X 114 3.19 × 4.49
C8 57 X 81 2.24 × 3.19
C9 40 × 57 1.57 × 2.24
C10 28 × 40 1.10 × 1.57
2R 60mm x 90mm
3R 89mm x 127mm
4R 102mm x 152mm
5R 127mm x 178mm
6R 152mm x 203mm
8R 203mm x 254mm
8R Plus 203mm x 305mm
10R 254mm x 305mm
10R Plus 254mm x 381mm
11R 279mm x 356mm
11R Plus 279mm x 432mm
12R 305mm x 381mm
12R Plus 305mm x 465 mm
14R 284mm x 353mm
17R 305mm x 405mm
19R 305mm x 455mm

B. Kualitas Pengetikan

1. Ketepatan dalam mengetik
                   Dalam bekerja di sebuah kantor, seorang pegawai kantor seperti sekretaris harus mampu bekerja di bidang perkantoran. Perkantoran itu sendiri merupakan rangkaian kegiatan merencanakan, menyusun, mengawasi kegiatan kantor yang dilakukan. Dalam upaya membantu pekerjaan pimpinan seorang sekretaris dituntut untuk terampil dan cekatan dalam menyelesaikan pekerjaannya. Salah satunya adalah mengetik.
                   Meskipun dalam dunia perkuliahan di jurusan sekretaris, mata kuliah dasar adalah pelajaran mengetik sepuluh jari, namun tidak semua alumni bisa menggunakannya ketika terjun dalam dunia kerja. Dunia sekretaris selalu berkaitan dengan segala kegiatan administrasi. Di era yang semakin maju, semua kegiatan administrasi hampir 90% menggunakan teknologi komputer. Ketika melakukan kegiatan administrasi yang harus di dokumentasikan dengan komputer, maka sekretaris dituntut dengan cepat dalam mengetik agar tidak membuang waktu. Terlebih salah satu tugas seorang sekretaris adalah menjadi notulen meeting. Ketika harus mengetik risalah meeting yang artinya semua percakapan harus diketik dengan benar, maka kecepatan dan ketepatan sangatlah penting agar tidak menghilangkan informasi penting karena tidak terketik dengan baik.
                   Banyak sekali pekerjaan kantor yang menggunakan keterampilan mengetik untuk menyelesaikannya seperti mengetik surat, mengisi formulir, membalas email dsb. Sekretaris dengan kemampuan mengetik yang bagus akan dipertimbangkan pada suatu perusahaan. Mengetik tidak hanya dituntut cepat tetapi juga ketepatannya, hal ini berhubungan dengan kualitas hasil ketikan, sehingga tersusun rapi tidak typo artinya tidak ada kata yang kurang ataupun salah dalam pengetikannya. Jadi mengetik dengan tepat sangat diperlukan untuk menjaga kualitas dari hasil ketikan, sehingga informasi yang disampaikan bisa diterima dengan baik dan efektif.

2. Memeriksa perangkat printer/mesin pencetak
                    Setelah dokumen telah selesai diketik dan diperiksa kebenarannya maka dokumen siap untuk diprint, namun terlebih memeriksa mesin pencetak atau printer agar kualitas print out terjaga. Hal ini juga akan lebih menghemat kertas ketika dokumen telah siap untuk diprint tidak terjadi kesalahan akibat printer tidak bisa bekerja optimal, hal yang timbul adalah bercak tinta serta kertas yang tidak rapi sehingga hal ini akan mengurangi hasil dari pencetakan dokumen. Berikut ini kompone-komponen printer yang perlu anda ketahui:

a) Printhead atau kepala cetak adalah komponen paling utama yang bertugas untuk menyemprotkan tinta ke media cetak. Semakin tinggi resolusi dari print head maka semakin bagus hasil cetakannya.

b) Catridge atau tempat tinta, komponen ini adalah tempat tinta ditampung. Biasanya diletakkan di bagian kanan atau kiri dari mesin sebelah belakang. Tidak ada yang istimewa dari komponen ini kecuali anda perlu perhatikan chip dan bahan dari catridge itu kuat. Sekali lagi yang perlu diperhatikan adalah chipnya, karena biasanya catridge yang dipasang mesin cetak digital di Indonesia adalah sistim bulk ink yang apabila chip tidak cocok maka akan bisa eror mesinnya.

c) Mainboard, seperti komputer, large format juga memiliki mainboard yang bertugas seperti alat-alat lain menancap sehingga bisa berjalan semisal memory printer, yang terpenting jangan sampai eror karena listrik naik turun/tidak stabil atau ketumpahan tinta, karena mengingat harganya cukup mahal.

d) Rol Kertas, komponen ini adalah tempat untuk menaruh kertas atau media yang akan kita cetak. Letaknya di belakang mesin dan biasanya ada motor penggeraknya. Bersihkan bagian ini dari debu ataupun noda yang bisa mengganggu kualitas hasil cetakan. Banyak kasus pada saat mencetak hasilnya kurang memuaskan karena ada bercak tinta dan kertas tidak rapi hal ini karena rol kertas terdapat noda dan debu.

e) Kabel Port USB adalah komponen yang menghubungkan perangkat pencetak/printer dengan komputer, jika terdapat masalah maka dokumen tidak dapat tercetak.

3. Kualitas tinta
                 Memilih tinta dan menggunakan tinta tersebut di printer anda tidak boleh kita anggap remeh, tinta juga merupakan faktor penentu terhadap kualitas cetakan yang akan dihasilkan nantinya, selain itu tinta juga merupakan salah satu penyebab utama terhadapa masalah Head yang mampet, putus - putus bahkan bisa sampai merusak Head Printer anda jika anda memakai tinta yang tidak sesuai dengan printer anda.
Pada dasarnya tinta yang baik adalah tinta yang tidak terlalu kental juga tinta yang tidak terlalu encer, tinta yang sangat kental bisa beresiko menyumbat Nozzle pada Head sehingga tinta tidak bisa keluar dengan sempurna.

Cara cermat dalam membeli tinta printer:
a) Sebaiknya carilah tinta yang memakai brand, itu artinya tinta tersebut sudah terbukti akan kualitasnya, apalagi sekarang ini banyak sekali tinta yang beredar di pasaran, dan kalau perlu sebaiknya anda menggunakan tinta yang semerk dengan printer anda. misalnya jika anda memakai printer Epson sebaiknya anda menggunakan tinta yang mempunyai merk yang serupa.

b) jangan terpancing dengan melihat harganya. tinta yang kurang berkualitas umumnya mempunyai harga yang sangat murah bahkan ada yang di bawah 50% dari harga tinta yang original.

c) Seperti yang saya uraikan di atas! jangan memakai tinta yang encer dan juga terlalu kental.

d) Tinta yang baik adalah tinta yang memilik PH Balance, untuk mengetahuinya, biasanya tulisan tersebut bisa kita lihat pada setiap kemasannya.

e) Jangan memilih tinta yang berbau tajam Khususnya berbau Al**hol, karena bisa beresiko merusak Head Printer.

f) Kocok terlebih dahulu tinta tersebut, Jika buih cepat hilang dalam hitungan detik, berarti tinta tersebut memiliki kualitas terhadap hasil pencetakan

4. Kebersihan lembar kerja
                Lembar kerja yang telah dicetak segera dimasukkan pada map baik kertas maupun map plastik agar terhindar dari coretan bolpoin yang tidak disengaja, kotoran dari binatang, ataupun ketumpahan tinta. Jika ini terjadi akan mengurangi kualitas dari dokumen tersebut. Terlebih dokumen tersebut adalah dokumen penting harus ekstra hati-hati dalam menjaganya agar terjaga kualitasnya dan dapat digunakan sebagaimana mestinya. Cara menjaga kebersihan dokumen adalah : dokumen tidak tercecer, terjaga kerapiannya, terjaga kebersihannya, awet dan tahan lama, tidak mudah rusak, tidak hilang, dan mudah diambil bila perlu. Disimpan pada Map, Lemari Arsip sehingga terjamin keamanannya.

5. Kesesuaian batas-batas kertas pada lembar kerja.
                Batas tepi/margin pada sebuah dokumen biasanya ditentukan oleh sebuah instansi maupun perusahaan sesuai dengan SOP/Standard Operasional Procedure yaitu haluan atau ketetapan yang telah dibakukan oleh Instansi untuk diterapkan oleh seluruh bagian agar bentuk dokumen yang dihasilkan dapat distandarkan dan ini akan mempermudah dalam rencana pembuatan dokumen baru. Hal ini penting karena dengan kerapian administrasi perusahaan bisa mengajukan ISO/International Standard Organization untuk meningkatkan kualitas perusahaan yang dilihat dari kualitas administrasi yang telah diselenggarakan

Friday, April 25, 2014

Pengembangan Diri


1.      Mahasiswa mampu menjelaskan manfaat pengembangan diri
2.      Mahasiswa mampu memahami urgensi pengembangan diri dalam dunia kerja
3.      Mahasiswa mampu mengembangkan kerja sama.
4.      Mahasiswa mampu menganalisis hubungan pengembangan diri dengan pengembangan kepribadian.

Mata kuliah pengembangan kepribadian merupakan mata kuliah umum atau lebih dikenal dengan softskill. Mata kuliah tersebut termasuk mata kuliah umum yang telah diamanatkan dalam Undang-undang No. 02 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan ditegaskan kembali pada Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003.
Mata kuliah ini didesain untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya melalui teori-teori kepribadian, sehingga mahasiswa sebagai mahluk individu dan sosial mampu berprestasi melalui potensi yang dimilikinya. Teori-teori yang akan diberikan meliputi konsep kepribadian, pengenalan diri, evaluasi diri, potensi, minat dan bakat, dasar perilaku individu, efektifitas pribadi, pengembangan diri, kebiasaan efektif, produktif, berpikir positif, kemampuan adaptasi, keterampilan komunikasi lisan, tantangan dan peluang tenaga professional, dan jamuan bisnis.
Matakuliah ini ditempuh pada semester IV mahasiswa Administrasi bisnis Politeknik Negeri Malang dan diselesaikan dalam satu semester dengan waktu pertemuan 2 sks(2x45menit)/Minggu.
Pengembangan kepribadian sebagai modal dalam menghadapi dunia kerja saat ini bahwa kita mengatahui penilaian aspek softskill lebih diutamakan dari pada hardskill, sehingga perlu ada pembelajaran dalam pengembangan potensi yang dimiliki agar lebih siap dalam menghadapi dunia kerja.
Untuk mewujudkan hal tersebut maka pembahasan pengembangan kepribadian sebagai upaya pengembangan potensinya perlu adanya pembelajaran yang membahas pengembangan diri untuk mengembangkan potensi yang kita miliki, meliputi: peranan pengembngan diri dalam pekerjaan, kemantapan peran, arti dan pentingnya pengembangan, mengembangkan diri dalam jabatan, mengembangkan kerja sama, dan mengembangkan kepribadian melalui pengembangan diri. Setelah pembelajaran ini diharapkan mahasiswa mampu untuk memahami dan mempraktikkan teori-teori kepribadian untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya dan sukses dalam dunia kerja.

          Kemantapan peran menambah motivasi kerja, dan merupakan faktor yang menentukan efektifitas seseorang. Beberapa faktor yang dapat menambah kemantapan peran misalnya: perasaan orang bahwa perannya merupakan titik sentral dalam organisasi, integrasi peranan sendiri, kemungkinan bagi seseorangv untuk mengambil inisiatif dan mengembangkan kreatifitas. Hubungan suatu peran dengan peran lainnya dalam organisasi, membantu hubungan dalam organisasi, mencapai tujuan yang lebih besar dan berguna bagi oranglain, peluang untuk tumbuh, dan sebagainya.


Untuk mengukur kemantapan peran dari berbagai peran dalam organisasi dan mengambil beberapa langkah guna meningkatkannya, maka perlu diperhatikan adalah:
1.      Norma pengakuan kecakapan mengembangkan suasana motivasi kerja.
2.      Motivasi kerja, sebagai sepadan dengan tantangan yang diberikan oleh pekerjaan kepada seseorang.
3.      Peluang untuk ikut dalam pengambilan keputusan dalam rangka meningkatkan motivasi kerja.
4.      Motivasi kerja langsung berhubungan dengan tanggapan terhadap peluang untuk perkembangan dan pertumbuhan dalam pekerjaan.
5.      Perasaan bahwa seseorang menyumbang bagi tercapainya tujuan yang lebih besar meningkatkan motivasi.
6.      Pola motivasi seseorang dapat dirubah.
7.      Prestasi langsung menambah kepusan kerja dan merupakan hasil langsung dari usaha, bukan sebaliknya.
8.      Motivasi kerja seseorang dan kemampuan untuk berprestasi dapat bertambah dengan pengalaman yang berhasil dan tugas yang lambat laun makin menantang.
9.      Pada umumnya perilaku, yang diganjar diperkuat.
10.  Promosi berdasarkan kebajikan dan kecakapan menciptakan suasana motivasi kerja yang tinggi.
11.  Promosi hanya memberi motivasi jika pekerjaan yang baru didapat dari promosi itu memberi tantangan lebih besar.

            Prestasi seseorang yang bekerja di suatu organisasi tergantung kepada kemungkinan efektifitasnya sendiri. Kecakapan teknis, pengalaman manajerial, perencanan peran yang dimainkan dalam organisasi itu, dan sebagainya. Integrasi dari kedua hal itu (orang dan peran) dapat memastikan efektifitas orang itu dalam organisasi. Tanpa memiliki pengetahuan, kecakapan teknis dan keterampilan yang diperlukan untuk perannya, seseorang tidak dapat efektif.


Jika perannya tidak memberi kesempatan untuk menggunakan kecakapannya, dan jika seseorang terus menerus merasa kecewa dalam peran itu, maka efektifitasnya mungkin akan rendah. Integrasi orang dan peranan terjadi apabila peran dapat memenuhi kebutuhan orangnya, dan jika orang dapat menyumbang nilai pada peran. Makin banyak kita mengubah pengambilan peran (menanggapi harapan dari berbagai orang) menjadi pembuatan peran (mengambil inisiatif dalam merencakan peran itu secara lebih kreatif dengan cara mengintegrasikan berbagai harapan dari orang lain dan pemegang peran), kemungkinan suatu peran akan efektif. Efektifitas seseorang dalam peran di organisasi dapat tergantung dari kemungkinan efektifitasnya sendiri, kemungkinan efektifitas perannya, dan iklim keorganisasiannya. Kemantapan pribadi jadi berarti kemungkinan efektifitas seseorang dalam kondisi individual dan antar pribadi. Kemantapan peran berarti kemungkinan efektifitas seseorang yang memegang suatu peran tertentu dalam sebuah organisasi. Kemantapan peran dapat dianggap faktor psikologis yang mendasari efektifitas peran. Pola prinsipnya, kemantapan peran adalah kemungkinan efektifitas dari suatu peran.
a.       Integrasi diri dan peran
Tiap orang mempunyai kekuatan sendiri, yakni dari pengalaman, pendidikan teknis,  keterampilan khusus yang mungkin dimiliki, suatu sumbangan unik yang mungkin dapat diberikan. Apabila peran seseorang makin banyak memberi peluang untuk menggunakan kekuatan khusus, maka semakin besar kemantapannya. Hal tersebut dinamakan keterpaduan orang dan peran.

b.      Proaktifitas
Seseorang yang memegang suatu peran menanggapi berbagai harapan dari orang-orang dalam. Oraganisasi tersebut tentang suatu peran. Hal tersebut memberikan kepuasan dan juga memuaskan orang lain dalam organisasi. Tetapi jika ia juga mengambil inisiatif untuk memulai sesuatu kegiatan, maka kemantapannya akan bertambah.
c.       Kreatifitas.
Tidak hanya inisiatif saja yang penting bagi kemantapan, suatu peluang untuk mencoba cara baru dan tidak konvensional dalam memecahkan persoalan atau suatu peluang untuk berbuat kreatif juga penting. Jika seseorang merasa harus menjalankan tugas rutin saja, hal tersebut tidak membantu untuk memantapkan peran lebih lanjut. Apabila ia merasa bahwa perannya tidak memberinya waktu atau peluang untuk bertindak kreatif, maka kemantapannya akan menurun.
d.      Konfrontasi
Pada umumnya, jika orang-orang dalam suatu organisasi menghindar dari masalah atau menyerahkan masalah kepada orang lain untuk dipecahkan, berarti kemantapan peran mereka rendah. Kecenderungan umum untuk menghadapi persoalan dan memperoleh pemecahan yang sesuai menambah kemantapan.
2.      Pemusatan peran (Pengetahuan Peran)
a.       Keterpusatan
Setiap orang yang bekerja dalam suatu oraganisasi ingin mendapatkan peran penting. Jika orang-orang memegang peran tertentu menilai peran mereka tidak pokok, atau tidak penting, maka efektifitas potensial mereka mungkin rendah.
b.      Pengaruh
Suatu konsepsi yang berhubungan adalah pengaruh atau kekuasaan. Makin besar pengaruh seseorang dalam peran, makin tinggi kemantapan peran.
c.       Pertumuhan pribadi  
    Suatu faktor yang secara efektif menyumbang kepada kemanjuran peran adalah persepsi bahwa peran tersebut memberi peluang kepada orang untuk tumbuh dan berkembang.

a.       Hubungan antar peran
Hubungan antar peran diri sendiri dengan peran lainnya dalam organisasi meningkatkan kemantapan. Jika terdapat usaha bersama untuk memahami masalah menemukan penyelesaian, dan sebagainya, kemantapan dari berbagai peran yang terlibat mungkin besar dan orang dianggap mengetahui cara kerja yang efektif.
b.      Hubungan saling bantu
Disamping hubungan antar peran, peluang bagi orang-orang untuk menerima dan memberikan bantuan juga meningkatkan kemantapan peran.
c.       Superordination
Superordinasi, suatu peran mungkin mempunyai hubungan dengan berbagai sstem, kelompok  dan  kesatuan di luar organisasi.
Orang-orang dengan kemantapan peran yang tinggi kelihatannya jarang menanggulangi persoalan atas kekuatan sendiri. Mereka aktif dan bergaul dengan orang-orang lingkungannya, berusaha memecahkan masalah, kebanyakan sendiri dan kadang-kadang dengan bantuan orang lain. Mereka memperlihatkan perilaku positif dengan pendekatan, mereka puas dengan kehidupan dan pekerjaan serta peran mereka dalam organisasi, itulah gambaran manajer yang efektif.
  Persaingan maupun kerjasama keduanya penting, karena mereka menjalankan fungsi yang berbeda. Sesungguhnya kerjasama dan persaingan dapat dipahami sebagai sifat yang saling mengisi. Peragaan berikut menunjukkan berbagai fungsi persaingan dan kerja sama.  

Cara berpikir strategis dan konsepsional memberi petunjuk agar didahulukan investasi yang bernilai strategis pula, karena dengan hanya demikianlah keterbatasan yang dihadapi dalam berbagai bidang dapat semakin cepat teratasi, yang pada gilirannya akan memperbesar kemampuan berbuat lebih banyak di masa yang akan datang.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini pengertian tentang pengembangan menurut Moekiyat dan Kellogg:
“ Pengembangan” adalah: setiap usaha memperbaiki pelaksanaan pekerjaan yang sekarang atau yang akan datang dengan memberikan informasi, mempengaruhi sikap atau menambah kecakapan. Dengan kata lain pengembangan adalah setiap kegiatan yang dimaksudkan untuk mengubah kelakuan yang terdiri dari pengetahuan, kecakapan dan sikap.(Moekiyat, 1999)
            Kellog merumuskan “Pengembangan” sebagai suatu perubahan dalam orang yang memungkinkan individu bersangkutan bekerja lebih efektif. Hasil dari pengembangan adalah pegawai memiliki pengetahuan atau informasi baru, dapat menerapkan pengetahuan lama dengan cara baru atau mempunyai minat yang lebih besar untuk menerapkan apa yang diketahui.
Dengan demikian jelas bahwa kemampuan teknis atau keterampilan untuk melakukan pekerjaan kantor sangat diperlukan.
Pengembangan seseorang/pegawai, dalam realisasinya dapat dilakukan baik oleh dirinya sendiri maupun atas prakarsa organisasi yantu dengan cara mengikuti pendidikan dan latihan yang mencakup:
a.       Pre-service training
Yaitu latihan yang dibebankan sebelu menempati suatu jabatan, meliputi:
-          Pendidikan formal yang diselenggarakan umum.
-          Latihan Pra-Jabatan ini diselenggarakan oleh organisasi atau perusahaan tempat seseorang bekerja.
b.      In Service Training
Yaitu latihan yang dilakukan pada saat seseorang sedang menduduki jabatannya agar lebih menjamin relevansi yang tinggi dengan tugas pokok, fungsi dan kegiatan yang harus diemban oleh seseorang pada umumnya.
Setiap individu diharapkan mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan dirinya sendiri dengan cara menambah pengetahuan, keterampilan atau merubah sikap sesuai dengen ilmu dan teknologi serta sesuai pula dengan kebutuhan baru yang timbul dalam organisasi ia bekerja.
Tujuan pengembangan dan latihan adalah:
-          Menambah pengetahuan,
-          Manambah keterampilan, dan
-          Merubah sikap.
 
Belajar dari pengalaman, mengamati sebab keberhasilan orang lain dan tidak mengulangi kesalahan yang dibuatnya seseorang dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan lebih cepat, sehigga dapat dengan mudah dan benar-benar tahu apa yang harus dikerjakan. Kemampuan kerja seseorang dapat menarik perhatian pimpinan dan rekan-rekan sekerja, serta membuka kesempatan bagi orang termaksud untuk lebih cepat menduduki jabatan yang lebih baik.
Promosi adalah kenaikan jabatan, yaitu menerima wewenang dan tanggung jawab yang belum dimiliki sebelumnya. Promosi tidak selalu diikuti dengan kenaikan gaji. Gaji dapat tetap, tapi pada umumnya bertambah besarnya wewenang dan tanggung jawab seseorang, hal ini dimaksudkan untuk mengembangkan lebih lanjut karier seseorang. Disamping itu seseorang harus berusaha untuk dapat memanfaatkan kesempatan, sehingga dapat membuktikan bahwa ada kesanggupan untuk menangani pekerjaan yang lebih besar.
Pada suatu saat, kemungkinan seseorang akan sampai pada tugas yang membutuhkan tanggung jawab yang lebih besar, membutuhkan pengetahuan jauh melampaui batas kemampuannya. Ini berarti bahwa seseorang tidak dapat mengandalkan pengetahuan yang dimilikinya sekarang.  Oleh sebab itu sebagai seorang pegawai harus selalu berusaha untuk menambah pengetahuan dan keterampilan sendiri.

Proses kerja sama dan proses persaingan menambah efektifitas seseorang. Persaingan dan kerja sama dapat dimengerti, baik dalam kaitan dengan tujuan utama, dorongan pokok, maupun berkenaan dengan persepsi atas tujuan dalam hubungan dengan diri sendiri dan orang lain yang terlibat. Persaingan dapt ditegaskan berkenaan dengan dorongan untuk unggul baik terhadap orang lain maupun terhadap prestsi diri sendiri di masa lampau.
Persaingan dapat didefinisikan sebagai kerja untuk pencapaian eksklusif dari suatu tujuan. Yang dianggap tidak dapt dibagi dengan orang lain, dlam kondisi dimana dua orang atau lebih terlibat dalam pencpaian tujaun itu.
Kerja sama dapat didefinisikan dalam kaitan dengan seorang lain atau lebih untuk mencapai suatu tujuan yang dianggap dapat dibagi. Dlam definisi ini kriteria pokok untuk perilaku kerja sama atau persaingan adalah persepsi tentang tujuan. Jika tujuannya dianggap dapat dibagi, bekerja dengan orang lain untuk mencapai tujuan itu merupakan perilakukerja sama. Jika dianggap tidak dapat dibagi, yakni jika dua orang terlibat teteapi hanya satu yang dapat mencapai tujuan bekerja untuk pencapaian eksklusif dari tujuan itu (artinya secara tersirat melawan orang lain yang bersangkutan) adalah perilaku bersaing.
Kerja sama sangat diperlukan untuk meraih kesuksesan di semua aspek kehidupan, sayangnya, tidak semua orang memiliki kecakapan bekerja sama. Untuk orang-orang yang memiliki kecerdasan interpersonal, membangun kera sama dengan orang lain tidaklah sulit. Akan tetapi, ada sebagian orang yang mengalami kesulitan untuk membangun kerja sama. Hal ini sering kali diperparah oleh kebiasaan sikut-sikutan. Orang yang merasa dirinya sangat cerdas secara logika tetapi kurang rendah hati, sering mengalami kesulitan dalam membangun kerja sama. Itulah sebabnya kita sering melihat orang yang sangat cerdas tetapi karirnya tidak melejit.

a.      Bentuk fungsional dan Disfungsional kerja sama dan persaingan
Kerja sama dan persaingan dapat digunakan secara efektif, kerja sama maupun persaingan dapat dimasukkan dalam dua golongan yaitu fungsional dan disfungsional, atau positif dan negatif.
Istilah persaingan(+) dan persaingan (-), kerja (+) dan  Kerja(-) digunakan untuk menunjukkan persaingan positif dan negatif, atau fungsional dan disfungsional. Persaingan(-) didefinisikan sebagai kecenderungan seseorang untuk menghalangi orang lain untuk mencapai tujuan atau secara langsung atau tidak langsung menghalangi orang lain mewujudkan tujuannya menjadikan kenyataan. Apabila seseorang lebih memperhatikan pesaing dan cara mencegah pesaing mencapai tujuan, hal itu disebut persaingan negatif. Menurut Likert, kriteria utama kefungsionalan, adalah sesuatu yang menambah harga diri seseorang.
Kerjasama dapat fungsional atau disfungsional, dan kerja(-) adalah kecenderungan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan orang lain agar menyenangkan mereka, atau untuk menghindari tekanan tugas dan tuntutan tugas, jika seseorang bekerja sama dengan orang lain hnya karena yang terakhir ini lebih berkuasa, atau ia ingin menyenangkan hati yang terakhir ini, dan hal ini disebut kerja(-). Demikian pula jika seseorang maka kerja sama itu disebut disfungsional. Kerjasama fungsional atau kerja (+) adalah kecenderungan memberi sumbangan bagi usaha lebih efektif, sehingga menghasilkan sikap saling percaya, saling hormat dan saling memperhatikan. Kerja sama tersebut menambah harga diri, dan membantu pengembangan berbagai hal yang diinginkan. Oleh karena itu, kerja sama dianalisis menurut jenis kerja sama akan dikembangkan.


Tabel 1
FUNGSI PERSAINGAN DAN KERJA SAMA
Peran Persaingan Mengembangkan
Peran Kerjasama Mengembangkan
-          Identitas
-          Tanggung jawab
-          Standar intern
-          Keunggulan
-          Kreatifitas perorangan
-          Autonomi perorangan
-          Kebersamaan
-          Idedan penyelesaian alternative
-          Salingmendukung dan memperkuat
-          Sinergi
-          Tindakan kolektif bersama.
-          Menambah keahlian
    Sumber: Sedarmayanti, 2004 (hal:125)

a.      Menambah Keahlian
Keuntungan kerja sama adalah didobraknya keterbatasan diri tiap pribadi. Kurangnya keahlian orang-orang dalam beberapa bidang tidak menghalangi tercapainya tugas tertentu. Orang-orang yang berlainan mempunyai kekuatan yang berlainan dan ketika bekerja sama, mereka menghimpun berbagai keahlian yang tersedia. Akibatnya, kelompok yang bekerja sama mampu menentukan penyelesaian multi-dimensional.
Kerja sama dan persaingan memainkan peran masing-masing dalam suatu organisasi. Seringkali kerangka kerja sama jauh lebih fungsional daripada kerangka persaingan, karena keadaan ini menyangkut masalah yang dihadapi organisasi, menentukan standar, mencri alternatif dan sebagainya. Oleh karena itu kerja sama merupakan dimensi yang sangat penting dalam kehidupan keorganisasisan. Pada umumnya kerja sama mendorong perkembangan kearah yang lebih baik, dan mempunyai akibat sampingan yang lebih baik daripada persaingan.



Setiap individu pada umumnya ingin maju, berkembang dan sukses, namun tidak banyak individu yang tahu kemana dan bagaimana pengembangan tersebut dilakukan.
            Beberapa hal penting yang dapat dipakai oleh setiap individu untuk mengembangkan dirinya antara lain:
a.       Berusaha mengenal diri sendiri
b.      Berusaha mengenal kekuatan diri sendiri
c.       Berusaha mengenal kelemahan diri sendiri
d.      Berusaha mengembangkan interaksi dan komunikasi terbuka dengan lingkungan yang positif dan edukatif.
e.       Mebiasakan diri selalu mengadakan kritik terhadap diri sendiri, mengevaluasi diri, dan mengembangakan rasa humor
f.       Mencoba menerima keadaan secara rasional dan obyektif
g.      Membiasakan diri selalu mengadakan pengecekan, dan teliti dalam setiap tindakan,
h.      Memiliki tujuan dalam tahapan waktu yang terprogram
i.    Tidak mengimintasikan diri pda seseorang, tetapi mandiri.

Sosialisasi Akademi Komunitas Negeri Prabumulih

A kademi Komunitas Prabumulih menampakkan geliat perkembangannya, terlihat antara lain dari minat masyarakat terhadap akn pra...