Rabu, 06 Juli 2011

sambut Ramadhan

Menyambut Bulan Suci Ramadhan


Segala puji bagi Allah, Rabb alam semesta. Shalawat dan salam kepada nabi dan rasul yang paling mulia, Muhammad bin ‘Abdillah, serta kepada keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du,
Tulisan ini ditujukan untuk semua muslim yang akan bertemu dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat, agar dapat memanfaatkan bulan tersebut dalam ketaatan pada Allah Ta’ala. Semoga melalui tulisan ini dapat menjadi sarana untuk membangkitkan semangat di dalam jiwa seorang mu’min dalam beribadah kepada Allah di bulan yg mulia ini. Maka penulis memohon kepada Allah Ta’ala agar diberikan taufik dan jalan yang lurus serta menjadikan amal ini ikhlas hanya karena mengharap WajahNya Yang Mulia semata. Dan semoga Allah mencurahkan shalawat atas junjungan kita, Muhammad, dan kepada keluarganya serta seluruh sahabatnya.
Bagaimanakah Seharusnya Kita Menyambut Ramadhan?
Pertanyaan: Apa saja cara-cara yang benar untuk menyambut bulan yang mulia ini?
Seorang muslim seharusnya tidak lalai terhadap momen-momen untuk beribadah, bahkan seharusnya ia termasuk orang yang berlomba-lomba dan bersaing (untuk mendapatkan kebaikan) didalamnya. Allah Ta’ala berfirman,
وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ )المطففين : 26)
“Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berloma-lomba.” (QS. Al-Muthaffifiin:26)
Maka bersemangatlah wahai saudara-saudara muslim dalam menyambut Ramadhan dengan cara-cara yang benar sebagaimana berikut ini:
1. Berdo’a agar Allah mempertemukan dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat dan kuat, serta dalam keadaan bersemangat beribadah kepada Allah, seperti ibadah puasa, sholat dan dzikir.
Telah diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, bahwa dia berkata, adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdoa,
اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان
“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta pertemukanlah kami dengan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
Catatan: Syaikh Al-Albani rahimahullah mendhaifkan hadits ini dalam kitab Dha’if al-Jaami‘ (4395) dan tidak mengomentarinya dalam kitab Al-Misykaah.
Demikian juga generasi terbaik terdahulu (as-salaf ash-shalih) berdoa agar Allah menyampaikan mereka pada bulan Ramadhan dan menerima amal-amal mereka.
Maka apabila telah tampak hilal bulan Ramadhan, berdoalah pada Allah:
الله أكبر اللهم أهله علينا بالأمن والإيمان والسلامة والإسلام , والتوفيق لما تحب وترضى ربي وربك الله
“Allah Maha Besar, ya Allah terbitkanlah bulan sabit itu untuk kami dengan aman dan dalam keimanan, dengan penuh keselamatan dan dalam keislaman, dengan taufik agar kami melakukan yang disukai dan diridhai oleh Rabbku dan Rabbmu, yaitu Allah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ad-Darimi, dishahihkan oleh Ibnu Hayyan)
2. Bersyukur pada Allah dan memuji-Nya atas dipertemukannya dengan bulan Ramadhan.
Imam An-Nawawi rahimahullah berkata dalam kitabnya Al-Adzkaar,
“Ketahuilah, dianjurkan bagi siapa saja yang mendapatkan suatu nikmat atau dihindarkan dari kemurkaan Allah, untuk bersujud syukur kepada Allah Ta’ala, atau memuji Allah (sesuai dengan apa yg telah diberikan-Nya).”
Dan sesungguhnya di antara nikmat yang paling besar dari Allah atas seorang hamba adalah taufiq untuk melaksanakan ketaatan. Selain dipertemukan dengan bulan Ramadhan, nikmat agung lainnya adalah berupa kesehatan yang baik. Maka ini pun menuntut untuk bersyukur dan memuji Allah Sang Pemberi Nikmat lagi Pemberi Keutamaan dengan nikmat tersebut. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak dan pantas bagi keagungan Wajah-Nya dan keagungan kekuasaan-Nya.
3. Bergembira dan berbahagia dengan datangnya bulan Ramadhan.
Telah ada contoh dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau dahulu memberi berita gembira pada para sahabatnya dengan kedatangan Ramadhan. Beliau bersabda,
جاءكم شهر رمضان, شهر رمضان شهر مبارك كتب الله عليكم صيامه فيه تفتح أبواب الجنان وتغلق فيه أبواب الجحيم… الحديث
“Telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan Ramadhan bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa didalamnya. Pada bulan itu dibukakan pintu-pintu surga serta ditutup pintu-pintu neraka….” (HR. Ahmad)
Dan sungguh demikian pula as-salaf ash-shalih dari kalangan sahabat dan tabi’in, mereka sangat perhatian dengan bulan Ramadhan dan bergembira dengan kedatangannya. Maka kebahagiaan manakah yang lebih agung dibandingkan dengan berita dekatnya bulan Ramadhan, moment untuk melakukan kebaikan serta diturunkannya rahmat?
4. Bertekad serta membuat program agar memperoleh kebaikan yang banyak di bulan Ramadhan.
Kebanyakan dari manusia, bahkan dari kalangan yang berkomitmen untuk agama ini (beragama Islam), membuat program yang sangat serius untuk urusan dunia mereka, akan tetapi sangat sedikit dari mereka yang membuat program sedemikian bagusnya untuk urusan akhirat. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran terhadap tugas seorang mu’min dalam hidup ini, dan lupa atau bahkan melupakan bahwa seorang muslim memiliki kesempatan yang banyak untuk dekat dengan Allah untuk mendidik jiwanya sehingga ia bisa lebih kokoh dalam ibadah.
Di antara program akhirat adalah program menyibukkan diri di bulan Ramadhan dengan ketaatan dan ibadah. Seharusnya seorang muslim membuat rencana-rencana amal yang akan dikerjakan pada siang dan malam Ramadhan. Dan tulisan yang anda baca ini, membantu anda untuk meraih pahala Ramadhan melalui ketaatan pada-Nya, dengan ijin Allah Ta’ala.
5. Bertekad dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh pahala di bulan Ramadhan serta menyusun waktunya (membuat jadwal) untuk beramal shalih.
Barangsiapa yang menepati janjinya pada Allah maka Allah pun akan menepati janji-Nya serta menolongnya untuk taat dan memudahkan baginya jalan kebaikan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْراً لَهُمْ )محمد : 21(
“Maka seandainya mereka benar-benar beriman pada Allah, maka sungguh itu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad:21)
6. Berbekal ilmu dan pemahaman terhadap hukum-hukum di bulan Ramadhan.
Wajib atas seorang yang beriman untuk beribadah kepada Allah dilandasi dengan ilmu, dan tidak ada alasan untuk tidak mengetahui kewajiban-kewajiban yang diwajibkan Allah atas hamba-hamba-Nya. Di antara kewajiban itu adalah puasa di bulan Ramadhan. Sudah sepantasnya bagi seorang muslim belajar untuk mengetahui perkara-perkara puasa serta hukum-hukumnya sebelum ia melaksanakannya (sebelum datang bulan Ramadhan), agar puasanya sah dan diterima Allah Ta’ala.
فَاسْأَلوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ) الأنبياء :7(
“Maka bertanyalah pada orang-orang yang berilmu jika kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Anbiya’:7)
7. Wajib pula bertekad untuk meninggalkan dosa-dosa dan kejelekan, serta bertaubat dengan sungguh-sungguh dari seluruh dosa, berhenti melakukannya serta tidak mengulanginya lagi.
Karena bulan Ramadhan adalah bulan taubat. Barangsiapa yang tidak bertaubat di dalamnya, maka kapankah lagi ia akan bertaubat? Allah Ta’ala berfirman,
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ) النور : 31(
“Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung.” (QS. An-Nur: 31)
8. Mempersiapkan jasmani dan rohani dengan membaca dan menelaah buku-buku serta tulisan-tulisan, serta mendengarkan ceramah-ceramah islamiyah yang menjelaskan tentang puasa dan hukum-hukumnya, agar jiwa siap untuk melaksanakan ketaatan di bulan Ramadhan.
Demikian pulalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mempersiapkan jiwa-jiwa para sahabat untuk memanfaatkan bulan ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sempat bersabda pada akhir bulan Sya’ban,
جاءكم شهر رمضان … إلخ الحديث
“Telah datang pada kalian bulan Ramadhan…(sampai akhir hadits).” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i).[1]
9. Mempersiapkan dengan baik untuk berdakwah kepada Allah Ta’ala di bulan Ramadhan, melalui:
Menghadiri pertemuan-pertemuan serta bimbingan-bimbingan dan menyimaknya dengan baik agar dapat disampaikan di masjid di daerah tempat tinggal.
Menyebarkan buku-buku kecil, tulisan-tulisan serta nasehat-nasehat tentang hukum yang berkaitan dengan Ramadhan kepada orang-orang yang shalat serta masyarakat sekitar.
Menyiapkan “hadiah Ramadhan” sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Hadiah tersebut dapat berupa paket yang didalamnya terdapat kaset-kaset dan buku kecil, yang kemudian pada paket tersebut dituliskan “hadiah Ramadhan”.
Memuliakan fakir dan miskin dengan memberi sedekah serta zakat untuk mereka.
10.Menyambut Ramadhan dengan membuka lembaran putih yang baru, yang akan diisi dengan:
Taubat sebenar-benarnya kepada Allah Ta’ala.
Ta’at pada perintah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam serta meninggalkan apa yang dilarangnya.
Berbuat baik kepada kedua orang tua, kerabat, saudara, istri atau suami serta anak-anak.
Berbuat baik kepada masyarakat sekitar agar menjadi hamba yang shalih serta bermanfaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أفضل الناس أنفعهم للناس
“Seutama-utama manuia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”[2]
Demikianlah seharusnya seorang muslim menyambut Ramadhan, seperti tanah kering yang menyambut hujan, seperti si sakit yang membutuhkan dokter untuk mengobatinya dan seperti seseorang yang menanti kekasihnya.
“Ya Allah pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan dan terimalah amalan kami sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Khalid bin ‘Abdirrahman ad-Durwaisy
Sumber: http://saaid.net/mktarat/ramadan/22.htm

[1] Hal ini disebutkan dalam Lathoif Al Ma’arif (kitab karya Ibnu Rajab Al-Hambali-ed).
[2] Dalam lafadz lain disebutkan,
أحب الناس إلى الله أنفعهم للناس
“Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (Hadits shahih dishahihkan Syaikh Al-Bani dalam Al-Hadits Ash-Shahihah No.906 -red)
Penerjemah: Ummu Ahmad Juwita Laila Ramadhan
Murojaah: Abu Rumaysho Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslimah.or.id

Paradigma Sukses Harus dirubah

Oleh :Bagus Supomo di Harian Surya tanggal 06 Juli 2011

Praktisi Pendidikan/tinggal di Surabaya
Pada hakekatnya setiap orang yang bersekolah bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidupnya, mampu mandiri serta mengatasi masalah pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Kalau menyadari bahwa bakat, minat, potensi serta tujuan hidup setiap orang berbeda, lalu mengapa saat di bangku sekolah, sejak SD, SMP, SMA/SMK, potensi anak-anak diukur dengan tataran yang sama. Tak ayal jika banyak anak-anak ‘dipaksa’ tinggal kelas dan tidak lulus!
Apa dengan mengulang pelajaran di kelas yang sama membuat murid menjadi lebih pintar? Justru dengan tak naik kelas/tak lulus membuat anak-anak drop, mentalnya kian labil sehingga masalah menjadi lebih rumit lagi, dalam keluarga maupun masyarakat. Banyak dari mereka yang drop out (DO) karena enggan bersekolah. Sekolah, belajar tak lagi menyenangkan karena mereka diharuskan memelajari hal di luar bakat, minat, dan potensi mereka sehingga membuat mereka stres dan tertekan. Lebih-lebih jika orangtua selalu menuntut anak-anaknya mendapat nilai bagus.
Percuma bila anak mendapat nilai bagus namun tak mandiri dan menyelesaikan masalah pribadi dengan baik. Jauh lebih baik jika nilai rapor mereka sedang-sedang saja tapi terbukti mampu bersosialisasi dan menyelesaikan masalah pribadinya dengan baik. Tetap tegar menghadapi kesulitan, tak mudah putus asa, tak mencari jalan pintas untuk menyelesaikan masalah tanpa mengindahkan etika apalagi bunuh diri.
Belum jaminan mereka yang nilai ujiannya baik pasti sukses dalam hidup dan karier. Pun sebaliknya mereka yang nilai ujiannya kurang atau sedang, bukan berarti vonis gagal dalam hidup dan karier. Banyak faktor memengaruhi sukses seseorang. Sikap mental positif bisa membawa seseorang ke arah kesuksesan. Bukan sekadar nilai rapor arau ujian semara. Justru banyak kisah sukses seseorang dalam hidup dan karir sekalipun prestasi sekolahnya sedang-sedang saja.
Sayangnya banyak anak berbakat dan berpotensi namun tak bisa berprestasi karena tal didukung sistim yang tepat. Sering mereka terhambat mengekspresikan potensinya karena diwajibkan memelajari banyak hal yang kurang mendukung pengembangan potensinya. Misalnya anak-anak yang berbakat di bidang seni (suara, lukis, pahat) tak punya waktu untuk mengembangkan bakatnya karena waktunya habis untuk menekuni pelajaran umum.
Demikian juga mereka yang berbakat luar biasa di bidang olahraga, tak sempat menunjukkan prestasi cemerlang karena tak ada cukup waktu untuk berlatih serius. Jika saja mereka mampu menghasilkan coretan indah dan spektakuler di usia muda, adalah prestasi hebat. Jika, mereka menjadi atlet belia berprestasi, patut dibanggakan Indonesia. Pun jika mereka menjadi chef kampiun dunia di usia muda, bukankah itu prestasi membanggakan? Semua itu bisa dicapai hanya dengan perjuangan dan komitmen serta sistim dan kondisi yang menunjang.
Tak semua anak harus menjadi guru besar bergelar profesor doktor di bidang ilmiah. Karena setiap orang memiliki tujuan hidup berbeda, bakat, minat, dan potensi tak sama. Jangan ukur mereka dengan takaran yang sama. Setiap anak memiliki potensi besar yang positif di luar pelajaran sekolah, akan memberi hasil luar biasa jika diberi ruang mengekspresikannya. Dengan catatan, pejabat berwenang dalam menentukan kebijakan sistim pendidikan bersedia mengerti keadaan mereka. Jangan lagi ada anak DO atau tak mendapat pendidikan untuk mengembangkan bakat, minat dan potensinya. Berilah kesempatan kepada anak-anak menjadi dirinya sendiri tanpa harus menjadi seperti orang lain.

Senin, 04 Juli 2011

Pengemis Gaya Artis

Pengemis Cheng Guorong punya gaya tersendiri dalam hal berpakaian. Tentu ia tidak mengenakan baju mahal, namun cara berpakaiannya memang modis. Meski jaket yang dikenakannya kumal dan ikat pinggangnya hanya berupa potongan kain, tampilan Cheng memang keren.
Rambutnya yang dibiarkan acak-acakan justru membuatnya tambah gaya. Apalagi kala berjalan di jalanan Ningbo, China. Karena itu ia kerap jadi pusat perhatian, termasuk perhatian seorang fotografer.Oleh fotografer amatir itu, foto Cheng dikirim ke sebuah forum dan mendapat banyak respon.
Belakangan fotonya makin banyak di internet dan menjadikan Cheng sebagai salah satu "tokoh" yang paling banyak dicari. Beragam komentar yang mengaguminya muncul. Sampai-sampai sejumlah artis ikut memberi komentar tentang gaya berpakaiannya. Jangan heran jika koran besar Inggris The Independent kemudian memuat ceritanya dengan judul Handsome Chinese Vagrant Draw Fans of "Homeless Chic". Begitu juga koran lainnya, seperti The Telegraph.
Kena Musibah
Latar belakang Cheng sebenarnya tak begitu buruk. Cheng yang kelahiran tahun 1976 suatu kali meninggalkan Boyang untuk mengadu nasib ke Ningbo mencari pekerjaan. Ia meninggalkan istri yang sedang hamil dan seorang anak usia setahun. Setelah mendapat pekerjaan ia menetap di sana. Keluarganya juga tahu ia di sana. Akan tetapi setelah tahun 2003 keluarganya kehilangan kontak. Mereka berkali-kali datang ke Ningbo mencarinya namun tak juga bertemu. Akhirnya keluarga menganggap Cheng tewas.
Pada saat itu Cheng sebenarnya kena musibah. Ia dirampok dan hartanya habis. Karena tak bisa mengirim uang ke anak-istrinya dan malu pada keluarganya, untuk pulang ia memilih menggelandang di Ningbo. Sampai forografer amatir itu memasang fotonya di internet pada Januari 2010.
Di internet, Cheng mendapat julukan beragam mulai dari pengemis keren, pengemis seksi, sampai "Brother Sharp". Bahkan ada yang mengaku-aku ia sebagai suaminya segala. Nah suatu kali, sang adik melihat kakaknya di internet dan yakin kalau itu Cheng Guorong. Sayangnya saat itu istri Cheng sudah tewas akibat kecelakaan lalu-lintas.
Hidup Baru

Maka, adik dan ibunya mencari Cheng ke Ningbo dan mereka pun bertemu. Hanya saja Cheng tak banyak bicara. Ini membuat adik dan ibunya harus memeriksakan dia ke rumah sakit Ningbo Psychiatric Hospital. Rumah sakit itu menemukan kalau Cheng secara psikologis sakit. Rumah sakit meminta keluarganya tetap merawatnya di rumah sakit itu. Namun adiknya bilang, ia akan membawa sang kakak pulang karena rumah akan menjadi tempat penyembuhannya yang terbaik.
Makan bersama keluarga, setelah terpisah selama 11 tahun
Berita Cheng bertemu keluarganya setelah 11 tahun, mengundang simpati para penggermarnya. Mereka pun ramai-ramai memberi sumbangan. Terkumpul uang lebih dari Rp 130 juta untuk Cheng, yang akan memulai hidup baru bersama dua anaknya yang kini berusia 10 dan 11 tahun. Menurut The Telegraph, Cheng juga mendapat "pekerjaan" sebagai bintang iklan dan fotomodel. Bahkan film tentangnya sedang dibuat (dibintangi oleh bintang film China, Carl Ng).
Sekarang Cheng sudah berubah nasibnya, dari gelandangan menjadi "selebritis" dunia karena gaya berpakaiannya yang modis.

Belajar dari Alam



Penulis : Final Prajnanta ( Profil Penulis )

Pernahkah Anda mendengar Sekolah Alam?  Di Indonesia trend sekolah ini sedang naik daun.   Murid belajar di alam terbuka dan mereka mempelajari segala sesuatu mengenai alam dan lingkungan yang sangat bermanfaat bagi proses pembelajaran anak-anak. Mereka diajarkan dengan mengamati langsung di lapangan.  Jadi  bukan sekedar hafalan seperti di sekolah umum (yang sebenarnya lebih banyak memasung kreativitas murid).

Alam mengajari kita banyak hal tentang hidup dan kehidupan.  Alam mengajak kita untuk belajar kehidupan setiap saat.  Benjamin Franklin mengatakan, " Umumnya manusia akan meninggal di usia 25 tahun namun baru dimakamkan di usia 70 tahun."  Arti kalimat ini jelas bahwa umumnya manusia mengejar cita-cita sebelum usia 30 tahun, manusia pada umumnya hidup dengan mengulangi rutinitas setelah usia 30 tahun.  Oh alangkah sedihnya! Senada dengan Benjamin, Henry Ford pernah mengatakan bahwa "Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty. "  (Seseorang yang berhenti belajar adalah sudah tua, baik ketika berhenti berusia dua puluh atau delapan puluh tahun.).   Marilah kita terus belajar, termasuk belajar ke alam!

Perhatikan sebuah benih beringin.  Jika benih ini tumbuh di tempat yang tepat (subur dan cukup air) maka beringin bisa menjadi pohon raksasa yang berumur hingga ratusan tahun.  Namun jika beringin ini kita taruh di media tanam (pot) yang terbatas, beringin akan menjadi pohon kerdil.  Pohon kerdil ini bisa menjadi indah jika kita bentuk menjadi tanaman bonsai. 

Demikian juga dengan manusia.  Walaupun kita mempunyai talenta luar biasa, jika kita berada di lingkungan yang tidak mendukung maka selamanya kita akan menjadi "kerdil".  Namun jika kita menemukan lingkungan yang tepat maka segala potensi kita akan keluar secara optimal.  Kita bahkan bisa menjadi "raksasa" karena mampu mengeluarkan "hero" yang ada di dalam diri kita.

Ingat Andy Noya pengasuh Kick Andy di Metro TV? Pada tahun 1990-an saya suka mendengar Andy Noya bersama Hersubeno Arif dll. di salah satu acara pagi radio Trijaya FM.  Setelah itu Andy berkarir di RCTI, bahkan pernah membintangi iklan BCA - hingga akhirnya Andy Noya hijrah ke Metro TV.  Ketika program "Kick Andy" melejit tiba-tiba Andy Noya memutuskan hengkang dari Metro TV yang telah memberinya posisi puncak.  Ibarat pohon beringin tadi, kapasitas Andy mungkin sudah bukan di Metro TV lagi.  Andy ingin meninggalkan comfort zone, mencari kebahagiaan hakiki dan berusaha mandiri untuk menemukan "pot"  atau "kolam" yang lebih besar.

Setiap hujan turun akan timbul pelangi yang berwarna-warni.  Di dalam kehidupan kita, tidak mungkin kesusahan hidup akan menghinggapi kita terus menerus.    Ingat, Tuhan tidak akan mengubah nasib manusia kecuali manusia itu sendiri yang harus berusaha mengubahnya!  Cobaan yang diberikan Tuhan kepada manusia pasti akan mampu kita sandang.  Jika kita mau berusaha  sekuat tenaga, gigih dan pantang menyerah, berani mengambil resiko menangkap peluang maka nasib kita akan berubah.  Kebahagiaan pasti akan datang.  Kesuksesan yang kita idam-idamkan pasti akan kita raih.

Kambing gunung mengajari anak-anaknya mencari rumput segar di pegunungan.  Namun demikian, anak-anak kambing gunung ini diajari induknya supaya berlari dan menghindar secara gesit dari tangkapan harimau gunung.  Induk harimau gunung mengajari anaknya untuk pintar berburu kambing gunung dengan cara menghadang dan menerkamnya pada saat berkumpul mencari rumput.  Jika harimau gunung diajak berlari tentu akan kalah cepat dan gesit daripada kambing gunung.  Demikianlah alam mengajarkan kepada kita bahwa kesempatan (peluang) sebenarnya selalu ada, tergantung bagaimana kita melakukan persiapan untuk menangkap kesempatan tersebut.  Tanpa persiapan  yang baik maka kesempatan-kesempatan akan lewat dengan percuma!

Secara alami air mengalir selalu mencari tempat yang lebih rendah.  Seperti halnya dengan kita, apa yang kita lakukan setiap hari, kata-kata yang keluar dari mulut kita setiap hari akan selalu terekam di benak anak-anak kita.   Anak yang lahir dengan polos ibarat kertas putih yang siap kita tulisi dengan kata-kata yang indah.  Jika kita menulisinya dengan kata-kata yang kotor maka kertas putih ini akan menjadi kotor pula.  Jangan selalu menyalahkan anak tentang hasil yang kurang memuaskan yang dia peroleh.  Bangkitkan semangat mereka untuk berkarya lebih baik.  Berikan apresiasi positif untuk memberi semangat mereka. Jangan pula terlalu memanjakan anak, biarkan mereka tumbuh wajar.   Insya Allah  anak kita menjadi pribadi luar biasa yang kita idam-idamkan.

Bencana alam gunung meletus, tsunami, dan gempa bumi merupakan tanda-tanda alam yang harus kita cermati.    Banjir, kebakaran hutan  dan pemanasan global merupakan contoh-contoh kerusakan alam terjadi karena ketidakseimbangan akibat ulah manusia yang tidak bertanggungjawab. Tanda-tanda alam tersebut mengingatkan kita untuk selalu berbuat yang jujur, bertanggungjawab dan menjauhi keserakahan. 

Jika akhir-akhir ini Indonesia dilanda berbagai macam bencana alam, maka sudah selayaknya semua pemimpin mulai dari Presiden dan kabinetnya, pejabart di provinsi hingga tingkat kelurahan,  militer, polisi, anggota DPR dan kita semua menghilangkan penyakit korupsi, kolusi,  nepotisme.   Compang-camping Indonesia hingga kini dikarenakan hukum yang masih bisa ditawar.  Hukum yang masih bisa dinegosiasi ataupun dilanggar. 

Jika Indonesia mau maju, prioritas utama adalah dengan penegakan hukum di semua bidang.  Jika hukum ditegakkan maka secara tidak langsung akan mengembalikan keseimbangan alam Indonesia.  Hutan menjadi hijau subur jauh dari pencurian oleh oknum-oknum yang seharusnya melindungi kelestarian hutan.  Terorisme dan separatisme akan terkikis.  Iklim bisnis meningkat karena tidak ada atau seminimal mungkin biaya siluman.  Investor akan berbondong-bondong ke Indonesia.  Lapangan kerja akan semakin banyak.  Pariwisata akan bangkit.   Semakin sedikit jumlah pengangguran dan tingkat kejahatan.  Pelan tapi pasti keadilan dan kesejahteraan sosial akan meningkat.  Kapan ya Indonesia tercinta ini bisa bangkit dan disegani?  Marilah kita mulai dari diri kita sendiri!


Salam never give-up!

Final Prajnanta
-         Penulis dan pemerhati di bidang motivasi
-         Penulis bisa dihubungi di finprajnanta@gmail.com